Telur asin merupakan salah satu cara pengelolaan pangan agar lebih awet.
Biasanya proses pembuatan telur asin memakan waktu 10 sampai 20 hari dengan ukuran garam sebesar 500grm untuk 12 butir telur asin.
Pemberian garam yang tepat sangat menentukan kualitas rasa telur asin.
Kisah Telur Asin dan kota Brebes.
Kita pasti tahu bahwa sentra telur asin berada di kota brebes. tidak lengkap rasanya kalau datang ke kota tersebut tanpa membawa oleh-oleh telur asin.
Masyarakat di kota Brebes banyak mempunyai peternakan itik khususnya warga pesisir di pantai randu sanga. karena banyaknya peternak sehingga produksi telur itik meningkat.
Para warga mempunyai keinginan agar telur tidak cepat busuk oleh karena itulah warga berinisiatif mengawetkan dengan cara mengasinkan.
Selain itupula cara ini ampuh karena bisa menghilangkan bau anyir pada telur.
Telur Asin sebagai Ketahanan Pangan Selama Pandemi
karena sifat asin yang bisa menjadikan telur ini jadi lebih awet maka kita harus perhatikan cara penyimpanan agar telur asin lebih awet lagi.
Telur asin matang ketika di taruh dalam suhu ruangan mampu bertahan sampai 10 hari. sedangkan untuk telur asin disimpan di kulkas bisa bertahan sampai 2-3 minggu bahkan satu bulan.
Telur asin sangat cocok diberikan warga yang sedang isoman sebagai stok makanan, akan tetapi ingat ya, jangan terlalu banyak makan, bisa-bisa jadi darah tinggi.
Hari ini Mpo mau ngasih telur asin ke rumah saudara. Mpo membelinya di salah satu E-commerce.
Alhamdullilah Mpo mendapatkan warna kuning telur asin sangat lamur, tidak bau amis dan rasanya tidak terlalu asin.
Sebenarnya lewat e-commerce, bisa saja Mpo mengirimkan telur asin secara langsung ke rumah saudara Mpo, akan tetapi ada beberapa barang yang ada di rumah juga ingin diantarkan bersama telur asin.
karena alasan itulah Mpo menggunakan jasa ojek online dengan paket pengambilan barang sameday dengan kurir bernama fajar winarto.
Saat Kurir datang ke rumah, sambil menggerakan tangan sebagai bahasa isyarat ia juga berkata "assalamu alaikum, maaf saya tuna runggu mau ambil paket untuk Ina dan ini bukti screen shot ".
untungnya Mpo mengerti sedikit bahasa isyarat jadi tidak kesulitan membaca gerakan tangan.
Terharu banget ketemu sama Bang Fajar walaupun ia seorang tuna runggu akan tetapi memiliki sopan santun yang baik, rapi penampilan dan tetap terus semangat kerja ditengah keterbatasan.
setelah selesai ambil paket, entah kenapa Mpo yang jadi mewek ya melihat peristiwa tersebut.
Pandemi ini merubah segalanya termasuk omset yang menurun di bidang usaha seperti penjualan telur asin.
Para peternak tidak putus asa mereka melakukan inovasi rasa, hal ini yang di lakukan oleh
Nur Samiaji yang merupakan petani milenial program Youth Enterpreneurship And Employment Support Services Programme (YESS Program) .
Mereka membuat telur asin aneka rasa seperti buah, Jahe, cabe, Iran, using, jeruk, bawang dan aneka rempah lainnya.
Pemberian ini bukan saja sebagai diversifikasi produk dan menghindari kebosanan yang mana dahulunya hanya bisa mencicipi telur asin satu rasa sekarang bisa mencicipi dengan aneka rasa.
diversifikasi telur asin menjadi aneka rasa juga bisa menaikan harga nilai jual telur asin yang awalnya hanya Rp3.500 naik menjadi Rp6.000.
Selain pemanfaatan telur yang diolah jadi telur asin, kotoran itik juga bisa di manfaatkan sebagai pupuk organik.
Telur asin juga dipasarkan tidak hanya di pasar tradisonal akan tetapi bisa di peroleh di supermarket hingga e-commerce.
Penjualan lewat e-commerce untuk menjangkau pembeli yang lebih luas lagi.
di akhir cerita ini Mpo mau berbalas pantun
Makan telur asin sama sayur bening.
Telur asin bisa jadi ketahanan pangan. omset naik tidak bikin pening







