Ekonomi sirkular bisa jadi solusi permasalahan sampah terutama bagi warga Jakarta.
Warga DKI Jakarta sedang mengalami kecemasan dan ketar-ketir karena ada Peraturan Daerah no 5 tahun 2026 yang menyatakan bahwa Bantargebang tidak menerima sampah kecuali sampah residu .
Sampah residu adalah yang tidak bisa didaur ulang seperti popok, pembalut, Styrofoam, tisu, sampah yang tercampur yang tidak bisa diolah.
Ekonomi sirkular tidak hanya mengatasi permasalahan sampah tapi juga sampah juga bernilai ekonomi, ketahan pangan terjaga, bisa nyicil motor dan nyicil emas dari sampah. Penasaran bagaimana bisa ?
Cerita di Balik Kegabutan Warga Jakarta Soal Sampah Rumah Tangga.
Mpo sebagai warga DKI Jakarta dan para tetangga mengalami kegabutan setelah keluar perda no 5 tahun 2026.
Banyak warga juga datang ke pak RT menanyakan “sampah rumah tangga kita harus dibuang kemana kalau Bantargebang ditutup?”.
Apalagi sampah rumah tangga menyumbang terbesar dari sampah nasional yaitu 18, 36 juta pertahun. Timbunan sampah rumah tangga menyumbang sebesar 51% dari sampah nasional.
Tiap bulan sebulan sekali, Dinas lingkungan hidup Pemprov DKI Jakarta datang ke rumah Mpo untuk menimbang sampah, kebetulan saat itu ada pak RT, petugas dasawisma dan sejumlah warga jadi kita mempunyai kesempatan buat diskusi bersama-sama.
Dari diskusi tersebut dijelaskan oleh mba Siska, salah satu petugas dinas lingkungan hidup DKI Jakarta bahwa kedepan diharapkan persoalan sampah jadi tanggung jawab bersama.
Nantinya sampah organik dikumpulkan dan dijadikan makanan magrot dan margot dewasa tersebut akhirnya jadi pakan ayam yang dipelihara oleh warga.
Selain itu pula nantinya dinas lingkungan hidup akan memberikan setiap RW 5-7 tempat sampah. Nantinya diharapkan partisipasi warga untuk membuat sampah sesuai tiga karakteristik sampah yaitu sampah organik, non organik, residu dan petugas mengambil sampah tiap hari untuk dijadikan pakan mangrot.
Selain kegiatan yang Mpo sebutkan diatas juga dinas lingkungan hidup pemprov DKI Jakarta juga aktif mengkampanyekan pilah sampah di medsos, spanduk yang dipajang di tembok RW hingga acara car free day.
Mpo juga mencari di online harga pencacah sampah rumah tangga untuk ancang-ancang jika perda ini di berlakukan. Mesin pencacah sampah digunakan untuk menghancurkan sampah jadi potongan kecil dan hasilnya bisa dijadikan pupuk.
Dampak Sampah Tidak Ditanggulangi Dengan baik
Sampah oh sampah, permasalahan ini bukan kecil tapi permasalahan sampah bikin pusing kepala karena kebayang dong sampah kalau tidak segera dibuang akan menimbulkan hewan yang tidak diinginkan berkeliaran di sekitar rumah seperti tikus, lalat dan nyamuk yang membawa bibit penyakit.
Selain itu pula ada bau tidak sedap serta merusak pemandangan lingkungan.
Beragam penyakit bisa menyerang tubuh kita seperti terkena ISPA hingga diare.
Dampak yang lebih besar adalah bencana
. Rumah kita bisa terkena banjir hingga tanah longsor sampah seperti beberapa bulan yang lalu terjadi, adanya longsor sampah di Bantar gebang 8 Maret 2026 yang menelan 7 orang tewas. Sedih rasanya ada korban tewas.
1.000 Bank Sampah Bersinar adalah Solusi Permasalahan Sampah.
Angka 1.000 bank sampah bersinar bukanlah angka khayalan yang sulit dicapai tapi angka seribu yang mempunyai arti jumlah yang banyak hingga tidak terhingga.
Kegiatan 1.000 Bank Sampah Bersinar bukan hanya sekedar tempat mengumpulkan sampah dan menukarkan dengan sejumlah uang atau sembako tapi bank sampah merupakan roda dimana ekonomi sirkular berjalan.
Tanpa bank sampah bisa terjadi permainan harga sampah dipermainkan menjadi rendah.
Lewat Bank sampah unit bersinar bisa jadi inspirasi buat bank sampah lainnya agar terus konsisten terhadap ekonomi sirkular.
Saat ini ada 547 unit bank sampah yang bergabung dalam jaringan unit bank sampah bersinar.
Sekedar informasi ya bahwa bank sampah unit bersinar sudah ada 12 tahun yang lalu dari tahun 2014 tepatnya diresmikan tanggal 27 September 2014.
Pendiri bank sampah bersinar adalah seorang wanita bernama Fifi Rahardja
yang merasa prihatin lihat banyaknya sampah di sungai Citarum yang bisa mengakibatkan banjir.
Tujuan didirikan Bank Sampah Bersinar adalah agar semua orang di Bandung menjadi pemilah sampah dan mengubah sampah menjadi berkah.
Dibank sampah bersinar kita tidak hanya bisa menjual sampah dengan kisaran harga 1.000-40.000 tapi disana juga ada mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah mulai dari anak sekolah hingga usia dewasa.
Tidak hanya tukar sampah dengan sembako tapi sampah juga bisa digunakan untuk nyicil motor dan emas. Kebayangkan inovasi seperti ini akan membuat semangat kita untuk ikutan.
Selain itu pula Yayasan Bank Sampah Bersinar membuat gerakan yang merupakan bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular Indonesia melalui pentahelix Indonesia bersinar.
Keberhasilan bank sampah bersinar tidak lepas dari dukungan warga untuk aktif memilah sampah dari rumah kita sendiri
Yuk follow Instagram @banksampahbersinar @fifi_rahardja @tehindari buat update terbaru kabar dari mereka.
diakhir cerita Mpo, Mpo bakalan kasih pantun.
Habis Makan duren, minum es blewah.
Mau kelihatan keren, mulai pilih sampah dari rumah.


.webp)
.webp)



Tapi klo aku setuju deh itu penutupan bantar gebang, serem aja soalnya makin menggunung sampahnya.
ReplyDeleteMungkin hikmahnya dengan ditutup jadi pada kreatif deh mengolah sampah dan dapat solusinya yaa, smogaa menjadi solusi yang mantaap untuk permasalahan sampah dimanapun itu. Cuuss semoga juga Medan punya langkah yang sama
seharusnya diawali dari pembelian sih
ReplyDeleteJangan beli kemasan sekali pakai dan hanya beli kemasan yang bisa didaur ulang
Tau dari mana kemasan bis didaur ulang?
ya dari bank sampah
Wah, tulisan ini ngasih sudut pandang yang menarik banget. Selama ini banyak orang berpikir solusi sampah cukup dengan "menutup" Bantargebang, padahal yang jauh lebih penting adalah mengurangi sampah dari hulunya.
ReplyDeleteIde memperbanyak bank sampah sampai 1.000 titik menurutku jauh lebih masuk akal karena mengajak masyarakat ikut terlibat, bukan sekadar memindahkan masalah ke tempat lain. Apalagi sekarang Bantargebang memang mulai beralih hanya menerima sampah residu dan menghentikan praktik open dumping secara bertahap, jadi kebiasaan memilah sampah dari rumah memang sudah bukan pilihan lagi, melainkan kebutuhan.
Memang perlu nih digalakkan di semua tempat buat pilah sampah, dan oleh petugas sampah pun juga jangan lagi dicampur sampahnya sehingga kegiatan ini bisa berhasil minimalisasi penumpukan sampah
ReplyDeleteWah ini isu yang bikin deg-degan juga buat warga Jakarta ya Mba, apalagi denger ada kejadian longsor sampah yang sampai makan korban jiwa. Konsep ekonomi sirkular lewat Bank Sampah Bersinar ini kedengerannya solusi yang realistis, apalagi bisa sampai dipakai buat nyicil motor dan emas, itu insentif yang lumayan menarik buat masyarakat mau mulai memilah sampah dari rumah.
ReplyDeleteBaru tau juga kalau sampah rumah tangga nyumbang 51% dari total sampah nasional, itu angka yang gede banget. Semoga program pilah sampah 3 kategori dari Pemprov DKI ini bisa berjalan konsisten, bukan cuma ramai di awal.
aku setuju dengan memilah milih sampah dari rumah masing2 agar saat sampai di Pembuangan akhir sudah tidak repot lagi
ReplyDeleteWah, Bantargebang ditutup. Tapi, iya sih. Permasalahan sampah ini nggak akan kelar hanya dengan TPA Bantargerbang. Minimal setiap rumah tangga harus ikut berpartisipasi mengelola sampah. Contoh berkolaborasi sama yayasan 1000 bank sampah bersinar.
ReplyDeleteSebenarnya, klo sampah itu dipilah, dia akan mudah diolah. Pengolahan sampah bisa jadi gerakan ekonomi sirkular yang nantinya juga menguntungkan masyarakat ya
ReplyDeleteBank Sampah Bersinar membuat sampah menjadi lebih berharga dan edukasi yang penting untuk kita semua melalui pilar dari perusahaan nirlaba ini, yakni pada aspek lingkungan (edukasi pemilahan), pemberdayaan masyarakat, dan sirkular ekonomi (menukar sampah menjadi tabungan atau uang).
ReplyDelete