Satu cerita berjuta cinta

Memanfaatkan Sisa Sambal Rujak

ngerujak itulah hal yang sering di lakukan oleh tetangga ku. Anak-anak remaja masjid suka sekali kolekan (opst bahasa keren sih, patungan.  

Ya mereka patungan untuk bikin rujak. Seperti yang kamu ketahui bahwa harga buah-buahan sangat mahal oleh karena itu mereka mensiasatinya dengan memanfaatkan pohon tetangga yang sedang berbuah. Memanfaatkan disini yaitu meminta buah-buahan dari pohon yang mereka tanam.  

saat mereka manjat pohon ataupun nyogok mangga muda, Ada gelak canda yang terus terlihat dari wajahnya walaupun terkadang Ada rasa bikin emosi karena tubuh mereka terkena semut merah. 

Setelah itu mereka membuat sambal rujak dan makan bersama-sama.  

Terus terang nih, saat Mpo makan sambal rujak, ya ampun pedes banget sampai-sampai mau nangis. Hal itulah yang membuat Mpo menghentikan makan rujak. 

Setelah mereka selesai makan, masih tersisa sambal rujak setengah gelas minuman. Ah mpo ambil aja tapi Mpo sempat berpikir "ini buat apa ya?".  


Tempe Basah Rujak. 

Sampai akhirnya Mpo mendapatkan ide untuk memadukan dengan tempe. 

Mpo membeli tempe tidak begitu banyak seharga Rp4000 yang sudah di potong kotak lalu di goreng setengah matang. setelah itu mpo tambahkan dengan satu gula jawa yang telah di cairkan dan sisa sambal rujak.jadi deh sepiring tempe basah.
   Teman-teman pasti bertanya-tanya kenapa Mpo menambahkan gula jawa. Hal ini untuk mengurangi rasa pedas pada tempe.  

di akhir cerita ini, Mpo mau berbalas pantun. 

Makan rujak di siang hari. 
Tambah enak di makan sama kerupuk. Siapa sangka muka jadi berseri-seri. 
Bisa memanfaatkan sisa sambal rujak menjadi masakan enak.
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular

Contact Form

Name

Email *

Message *

Tags

Blog Archive