Satu cerita berjuta cinta

Hari pertama Gramedia Writers and Readers Forum, Berani Unjuk Gigi dalam sebuah Karya Tulisan

Membuat tulisan bukanlah hal yang sulit bagi kaum milenial dengan memanfatkan social media yang bisa membuat kita lebih mudah untuk menuangkan ide cerita ataupun sekedar curhat colongan.

Masih dalam ingatan Mpo, teman alumni kuliah Mpo, Desi, Ia tag Mpo yang berisi cerita yang ia tuangkan dalam notes facebook. Ia meminta Mpo memberikan tanggapan atas cerita yang telah ia buat. 

Walaupun Mpo bukanlah orang yang ahli dalam memberikan soal dunia tulis menulis akan tetapi di saat ada teman yang meminta memberikan komentar pastinya Mpo akan menilai dari segi cerita yang enak dibaca. 

Jika kita flashback ke belakang bahwa sejarah dalam hal dunia tulis sudah ada di dua tempat yaitu jaman mesopotamia sekitar 32.000 sebelum masehi dan mesoamerika 600 sebelum masehi dengan ditemukan 12 naskah kuno. 

Perkembangan teknologi telah mengubah cara menulis di mulai dari menulis di kertas dengan menggunakan pena lalu berubah menulis lewat komputer dan sekarang beralih ke telephone genggam layar sentuh. 

Berkat teknologi pula memudahkan kita bisa menulis dalam berbagai bahasa di berbagai negara seperti bahasa arab, bahasa korea, bahasa jepang hingga bahasa gaul. 

Di kala Mpo mengenal dunia tulisan di saat usia Mpo tidak lagi muda. Cukup kagum ketika Mpo datang ke Gramedia Writers and Readers Forum 2019 yang menghadirkan pembicara dari generasi muda yang sudah menghasilkan banyak karya. 

Poppi Pertiwi, Asabel Audida dan Luluk HF merupakan tiga orang dara manis nan jelita yang menjadi pembicara dengan tema Show your creation with social media.
MC, Assabel, Luluk HF, Assabel Audida
(Dari kiri ke kanan)
Sedikit cerita nih bahwa Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF 2019) merupakan ajang pertemuan antara penulis dan pembaca yang di isi dengan beragam acara yang menarik yaitu editor clinic, bazar buku, forum diskusi hingga awarding Gramedia shot Film Festival.
Memberikan motivasi cara menulis untuk menghasilkan sebuah karya tulisan kepada fans
Assabel dan fans 
Acara GWRF 2019 untuk yang kedua kalinya diselenggarakan. Tahun 2019 GWRF mengangkat tema Literacy in Diversity. 

GWRF di selenggarakan selama 3 hari berlokasi Gedung Perpustakan Nasional mulai tanggal 2-4 Agustus 2019.
Cara menerbutkan karya tulisan
Ayo ke GWRF

Tips Keren membuat karya tulisan. 


Dalam membuat karya tulisan, kita perlu menuangkan sebuah ide cerita dalam bentuk kata-kata. 

pastinya kita mengalami beberapa kendala yang tidaklah mudah akan tetapi tiga orang dara cantik ini yang bernama bernama Popy Pertiwi, Luluk HF dan Asabel Audida berani berekpresi lewat kata-kata yang pertama kali di tuangkan di dalam sebuah flatfom social media. 

Lalu bagaimana sih cara memulai untuk berani unjuk gigi lewat tulisan. Ketiga dara cantik memberikan tips nya yaitu  
A. Orisinil. 
Karya kita merupakan karya orisinil yang kita buat oleh kita dengan gaya bahasa ciri khas kita.  

B. Tidak mengandung unsur SARA.  Jangan sampai karya kita mengandung unsur SARA yang akan membuat polemik di masyarakat. 

C. Promosi
Kita harus berani mempromosikan diri kita lewat social media. Kita bisa menggunakan Instagram yang sekarang ini engagement sedang booming dan naik. Jangan lupa penggunaan hastag yang membantu para pembaca menemukan tulisan kita. 

D. Konsisten. 
Dalam menulis kita harus konsisten. oleh karena itu kita harus rajin menulis setiap hari walaupun hanya selembar halaman.  

Selain diskusi soal show you creation with social media terdapat pula diskusi yang mengangkat tema Rhytm in words dengan pembicara Fiersa Besari. 

Cowok cool ini bikin hati setiap perempuan remuk berkeping-keping setelah Fiersa Besari menikah 14 Juli yang lalu dengan seorang dara cantik bernama Aqila Nurfadla. 

Walaupun cowok ini telah menghancurkan harapan para gadis yang menginginkan untuk menjadi tulang rusuk Fiersa Besari. akan tetapi Fiersa Besari tidak membiarkan para fans nya mengalami patah hati yang bekepanjangan sehingga dalam sesi diskusi GWRF 2019 Fiersa Besari memberikan tips jitu yang memberikan inspirasi kepada kaum milenial yang ingin mengikuti jejaknya. "Jangan ingin terlihat lebih keren, hal inilah yang akan menghambat diri kita dalam menulis. Tulislah semua kata kata dan ide dalam satu kertas, biarkan ia mengalir, toh nantinya akan ada saatnya editor yang akan merapikan tulisan kita. Menulis itu yang paling susah cuma 10 kata pertama setelah itu lancar dan mengalir".
Penulis top 2019
Fiersa Besari
Itulah sedikit tips di hari pertama pada acara GWRF, nantikan ya tips berikutnya dan keseruan acara GWRF di hari berikutnya, di blog Mpo. 

Oh ya sebelum tidur Mpo mau berbalas pantun. 
Fiersa Besari bikin jatuh hati. 
Novel Tapak jejak akan di pasarkan di bulan agustus.
Menulis dengan ciri khas tersendiri. 
Agar bisa menghasilkan karya yang bagus.
Share:

22 comments:

  1. Wah kemarin ini aku juga ditawarin ikutan meliput ini tapi pas momennya gak tepat. Seru ya di event GERF bisa belajar banyak juga sa;ah satunya tips supaya bisa membuat karya tulisan yang keren. Kalau gak salah ada tiga hari ya eventnya.

    ReplyDelete
  2. Weesss keren banget. Aku baru punya 1 buku solo sama Gramedia tapi sudah nggak beredar di tokonya. Entah kalau online. Pengin bikin buku yg timeless sperti punya bapakku yg bertahan lama banget & cetak berulang-ulang. Kamus sih hahahaa. Otakku enggak (belum) nyampe.

    ReplyDelete
  3. Duh, aku ketinggalan ya? gimana caranya ini, paahalaku seneeng., ikut acara-acara seperti ini. Banyak nara sumber yang keren-keren berbagi imu ya.

    ReplyDelete
  4. Wah Fiersa Besari ya, aku follow akun Twitternya. Menarik banget acaranya ya, Mpo'

    ReplyDelete
  5. Tadinya aku juga mau dateng nih ke acara ini, tapi syang banget berhalangan. Kayaknya seru banget yaaa dan hashtag di IG itu sih yang kadang aku masih suka bingung hihi

    ReplyDelete
  6. Wah seru ya mpok bisa ikutan event ini, jadi nambah wawasan soal kepenulisan ;)

    ReplyDelete
  7. Keren in Mpok ikutan acara ini, pasti banyak banget ilmu keren yang bisa didapatkan ya. Ayuk bikin novel yang kece, Mpok

    ReplyDelete
  8. Keren si Mpo pandai berpantun. Keren juga acara GWRF ini sebagai ajang memamerkan hasil karya para penulis. Memang benar menulis itu paling susah merangkai kata pembuka...namun begitu awalan sudah tercipta, tulisan itu bak aliran sungai langsung aja mengalir kenceng bahkan sampai tidak sadar kalau hasil tulisan sudah banyak banget. Dan sebagai penggiat literasi kita harus tumbuhkan semangat berkarya bagi diri sendiri dan generasi muda ya Mpo....

    ReplyDelete
  9. Iya bener bang fiersa, paling sulit itu di 10 kata pertama, dan itu termasuk acara ngasih judul, buat saya. Haha.
    Ketauan saya ini recehnya.

    ReplyDelete
  10. wah,,, eventnya keren nih, mbak.
    saya jadi terpacu lagi buat lebih giat nulis setelah baca tulisan mbak, hehe

    ReplyDelete
  11. Nah, konsisten itu mpoo tugas yg paling berat. Harus bisa mendapatkan ide dan mengeksekusinya secara secara terus menerus dan rajin menulis ya

    ReplyDelete
  12. Promosi di media sosial untuk karya kita emang tepat banget. Tapi mmeang kadang kita malah malu malu deh buat melakukan itu. Pengen deh punya novel, mba. Entah kapan :)

    ReplyDelete
  13. ahhh mpok ketemu Fiersa Besari yaaaa. dia penulis favorit aku mpokkk... iri deh sama mpok. nyesel ga ikutan kemaren

    ReplyDelete
  14. Bener mpo, bukan hanya menulis aja, upload ke social media juga harus konsisten karena menulis caption juga termasuk menulis juga kan hehehee

    ReplyDelete
  15. seruuu pisan niiih mba..dan aku selalu salut dengan mereka yang bias membuat novel kereeen

    ReplyDelete
  16. Keren mpok, berani injuk gigi dengan karya tulis di acara sekeren ini. Luar biasa si mpok

    ReplyDelete
  17. Berarti bakalan lahir buku baru ya mpok kalo semua urusan udah lancar ? Asyik

    ReplyDelete
  18. Makasih ya Mpok ulasannya, jadi terobati nih aku gak jadi ikutan GWRF 2019 sebab gak boleh bawa anak heuheu baca ulasan Mpok jadi ikutan belajar juga

    ReplyDelete
  19. Sebagai penulis, konten asli adalah hal yang paling penting yaa, Mba, buat apa bagus kalo ternyata tulisannya plagiat :(

    ReplyDelete
  20. mood nulisku masih datang-datangan nih, Mba. Saya masih belum konsisten, semoga nanti bisa mengatur ritme menulis dengan kesibukan lain, amiin

    ReplyDelete
  21. Keren banget bisa bertemu dan mendapat tips menulis dari Fiersa Bersari yang novelnya sering bertengger di rak best seller gramedia, cucok meonglah

    ReplyDelete
  22. gramedia selalu bikin event keren-keren
    salut saya
    semoga di Makassar juga kebagian event ini ya

    ReplyDelete

Popular

Contact Form

Name

Email *

Message *