Satu cerita berjuta cinta

Jangan Takut Berbagi biarpun banyak Halangan dan Rintangan

Jangan takut berbagi itulah hal yang pertama Mpo lakukan ketika kedua bola mata ini melihat indahnya pagi.

Tanpa bermaksud ria, kebiasaan ini sudah Mpo lakukan sejak duduk di bangku kuliah.   

Ketika dua bola mata ini di beri kesempatan untuk menghirup udara segar di pagi ini maka ada hal yang pertama Mpo lakukan yaitu memasukan sejumlah uang di dalam celengan yang sengaja Mpo taruh di depan pintu kamar.

Celengan plastik adalah penghuni tetap di depan pintu yang di khususkan untuk kegiatan sosial.

Pahala kegiatan sosial ini , Mpo hadiahkan untuk almarhumah Mama. 

Ya hanya untuk Mama karena Mama adalah orang yang menentang kegiatan ini. 

Jika boleh Mpo flash back puluhan tahun yang lalu. Berawal saat mendengarkan tausiah Aa Gym yang disiarkan lewat radio RRI. 

Tausiah tersebut mengajak orang untuk berbagi dengan memasukan uang recehan Rp500 perhari. 

Aa Gym juga menganjarkan dengan menggunakan strategi marketing dalam mengajak anggota keluarga untuk ikutan mengisi celengan. 

Mpo yang saat itu masih duduk kuliah dan terbiasa diskusi tentang dunia pemasaran dan bisnis, agak sedikit kaget dan tercengang .

Hem mengajak orang berbagi dengan mengunakan strategi marketing, gimana caranya? 

Teman-teman pembaca blog Mpo bisa mengikuti strategi marketing dalam mengajak anggota keluarga untuk tidak takut berbagi yaitu katakan kepada anggota keluarga kita bahwa saya mau mengajak kita sekeluarga untuk mengisi celengan ini dengan tujuan sosial. 

Strategi selanjutnya adalah taruh celengan tersebut dimana sering di lalui banyak orang dan tulislah dengan kata kata yang menarik dengan warna yang mencolok. 

Tidak mudah mengajak orang untuk berbuat baik dengan tidak takut berbagi rezeki. 

Pasti ada tantangan dan hambatan dalam melaksanakan niat baik. 

Mpo juga mengalami hal demikian, pertentangan dan ocehan anggota keluarga yang tidak suka dengan kegiatan baru Mpo yaitu berbagi.

Alm Mama berkata "ngapain kamu masukin celengan, lebih baik buat jajan bakso bisa kenyang"  

Pertentangan bukan hanya terjadi dari Mama akan tetapi juga dari papa dan kedua adik Mpo. 

Lalu apakah dengan pertentangan tersebut, Mpo akan menyerah dan memberhentikan aktivitas tersebut? 

Perlu niat yang kuat dan mental yang kuat dalam menjalani kegiatan tersebut. 

Satu hal yang Mpo yakini bahwa uang jatah untuk jajan akan lebih bermanfaat untuk oranglain. 

Waktu terus berlalu sampai akhirnya celengan itu penuh. isi celengan tersebut Mpo donasikan ke anak yatim bahkan kalau ada tetangga atau saudara yang membutuhkan uang, maka Mpo tinggal mengambil celengan tanpa melihat berapa isi di dalam celengan tersebut.  

Melihat keteguhan hati Mpo dan berkat bantuan Allah yang membolak balikan sebuah hati maka pintu hati anggota keluarga Mpo jadi berubah.

Alm mama selalu mengisi celengan tersebut setelah pulang dari pasar. Papa Mpo selalu memasukan uang sisa ongkos transportasi sebelum Papa membuka sepatu dan kedua adik Mpo yang selalu menyisihkan uang jajan setiap hari. 

Waktu adalah tempat belajar paling berharga, sampai akhirnya Mpo membaca majalah bulanan ust Yusuf Mansur di masjid. 

Majalah tersebut yang banyak mengulas tentang manfaat berbagi dan penyaluran donasi sampai ke daerah terpencil. 

Setelah membaca majalah bulanan tersebut akhirnya Mpo membagi dua donasi yaitu untuk anak yatim dan suatu lembaga donasi. 

Alhamdulillah Allah terus menggerakkan hati keluarga Mpo untuk terus melakukan kegiatan ini sampai sekarang dengan jumlah donasi yang sudah berubah.  

Manfaat berbagi 


Alhamdulillah bahwa kita hidup di negara gemar bersedekah yang berada di tingkat posisi teratas di bandingkan 144 negara berdasarkan menurut survei dari Charities Aid Foundation (CAF).
Alhamdulillah Indonesia juara
untuk mendapatkan posisi terdepan di bandingkan negara lain, Indonesia haruslah memenuhi tiga kreteria yang tetapkan oleh CAF yaitu memberikan sumbangan kepada orang lain, mendonasikan uang, dan orang-orang yang menjadi sukarelawan dalam negara tersebut. 

Jangan takut berbagi sebenarnya tidak hanya dalam bentuk rezeki akan tetapi dalam bentuk tenaga, sumbangsih keilmuan, bahkan hal-hal kecil juga bisa kita lakukan dalam kegiatan sehari hari, misalnya memberikan bangku di Transjakarta kepada ibu hamil atau bertasbih. 

Berbagi tidak pernah mengalami kerugian bahkan dengan berbagi kita bisa merasakan kebahagian saat melihat orang lain keluar dari permasalahan ekonomi yang sedang mereka hadapi.
Jangan takut berbagi
Berbagi mempunyai dampak yang besar dan luas yang bisa orang lain merasakan manfaat dengan memberikan sumbangan donasi kepada badan niralaba. 

Salah satu wadah niralaba yang terpercaya adalah Dompet Dhuafa yang sudah berdiri sejak 26 tahun yang lalu. 

Dompet Dhuafa sendiri adalah lembaga filantopi islam yang bersumber dari dana zakat, sedekah, infak, dan wakaf (ZISWAF), serta dana halal lainnya, berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (humanitarian) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio-technopreneurship).

Jangan takut berbagi dengan menghempaskan rasa khawatir. 

Ada rasa khawatir di dalam diri ketika kita memulai berniat berbagi. 

Setan-setan terus saja membisikan ke dalam hati manusia untuk tidak melakukan kegiatan berbagi. "Nanti saja kalau sudah kaya atau ngapain berbagi itu kaya kebanyakan duit". 

Hempaskan perasaan khawatir karena kita harus yakin bahwa janji Allah itu pasti dengan berbagi tidak akan pernah merugi.   

Etika Setiawanti GM Marketing Comunication mengatakan "Jadikan kebiasaan berbagi sebagi lifestyle yang mulai sedari kecil. 

Jangan takut berbagi adalah campaign Dompet Dhuafa dalam rangka menyambut ramadhan kali ini. 

Dengan mengajak masyarakat untuk melakukan berbagi maka kebiasaan ini agar bisa terus berlanjut menjadi kebiasaan yang di lakukan pada bulan bulan yang lain. 

Merubah nasib di Institut kemandirian  


Nasib seseorang tidak ada yang pernah tahu, sekarang jaya,esok atau lusa tidak mapan. Hal itulah yang di alami Sugiat salah satu murid di institut kemandirian. 

Sugiat yang harus duduk di kursi roda yang di sebabkan oleh kecelakaan motor. Sejak mengalami kecelakaan Sugiat mengalami depresi dan menyalahkan keadaan yang ia alami.
Penerima manfaat
Sampai akhirnya ia sadar bahwa dirinya tidak boleh terus begini dan mulai menata hidupnya lebih baik lagi dengan belajar di institut kemandirian.

Institut kemandirian sudah berdiri sejak tahun 2005 dan sudah melahirkan banyak pengusaha yang mandiri. Sejak tahun 2005 hingga 2018 institut kemandirian telah meluluskan sebanyak 6877 orang yang tersebar di berbagai provinsi. 

Institut kemandirian merupakan tanah wakaf dari Amir Batu bara seorang dermawan yang juga seorang ekonom syariah.

Dalam institusi kemandirian di ajarkan kursus ketrampilan hidup yaitu pelatihan IT dan multimedia, teknisi telepon seluler, ruang tata busana, salon muslimah dan teknisi otomotif sepeda motor.
Kelas di Institut Kemandirian
 
Lama pendidikan di institut kemandirian yaitu selama 3 bulan dan selama pendidikan para siswa di bebaskan biaya kursus. Bahkan para siswa yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi institut kemandirian diberikan tempat tinggal sementara selama menempuh pendidikan.
Kelas di institut kemandirian
Selama pendidikan para siswa juga di ajarkan untuk lebih dekat dengan sang pencipta sehingga bisa menghasilkan lulusan yang beriman dan giat mencari rezeki. 

Sebelum terjun ke masyarakat maka para siswa di institut kemandirian di wajibkan untuk mengikuti pelatihan magang. Betapa berbagi mempunyai manfaat bagi orang lain sehingga kehidupan ekonomi mereka menjadi lebih baik lagi. 

Untuk itulah jadikan kebiasaan berbagi menjadi gaya hidup kita sehari-hari dan Alhamdulillah Dompet Dhuafa juga menyediakan fasilitas yang mempermudah kegiatan berbagi ini menjadi menyenangkan dengan saluran Kanal donasi yang mempermudah kita untuk berbagi. 

Berikut saluran kanal donasi online 
  • donasi.dompetdhuafa.org 
  • Transfer bank 
  • Counter Care visit (meninjau langsung lokasi program) 
  • Tanya jawab zakat
  • Edukasi zakat 
  • Laporan donasi

di akhir cerita ini, Mpo mau berbalas pantun.  

Makan kuaci sama permen 
Perbaiki ekonomi dengan jangan takut berbagi, biar hidup berubah daripada yang kemaren. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa 
Share:

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Popular

Contact Form

Name

Email *

Message *