Tuesday, 29 May 2018

Tips Menciptakan Kerukunan dalam Kehidupan sehari-hari

A post shared by mporatne (@mporatne) on
Persatuan Bangsa perlu di lestarikan dan Mpo mau bikin pantun nih,

Ada suku jawa, Ada suku Sumatra
beda adat istiadat bukan lagi masalah.
Kebahagian menjadi tiada tara
Ketika saling berdamai, bukan saling memecah belah.

Mpo mau cerita tentang Datuk, Kakek Mpo, yang mempunyai sahabat sedari muda. Cerita ini berawal puluhan tahun yang lalu, ketika itu, tepatnya tujuh hari selamatan kematian Datuk, datang seorang pemuda yang datang dari Medan. Pemuda itu adalah anak dari teman Datuk.

Pemuda itu meminta keluarga Mpo untuk memberikan setangkai bunga/ rangkaian bunga yang akan di taburkan ke makam ayahnya. Ayahnya dan Datuk adalah sahabat yang sama sama berjuang mengarungi kerasnya ibukota dan akhirnya harus berpisah karena tugas kantor.

Sebelum kematian sang ayah, sang ayah sering bercerita tentang kisah persahabatannya dan meminta sang anak untuk mencari alamat Datuk dan mengajak Datuk ke pemakaman ketika ia meninggal. Jika sahabatnya sudah sepuh, tidak kuat lagi ke Medan, berikan rangkaian bunga dari Datuk untuk ditaruh di makam.

Kisah persahabatan yang indah, apalagi Datuk dan sahabatnya berbeda agama.

Sekarang ini faktor agama dan kesukuan menjadi isu panas yang bisa memecahkan persatuan bangsa, Mpo sangat beruntung bisa mengikuti Sambung Rasa Anak Bangsa Lintas Agama pada tanggal 26 Mei 2018, yang berlokasi di Gedung karya Pastoral St. Paskalis.

Rm. Agustinus Ulahayanan, Pr , Alissa Qotrunnada, M Wahid, 
Dr. H Abdul Mu'ti, M. Ed, Em
Felix Supranto, SSCC, Prof. Dr Paulus Wirutomo
(Dari Kiri Ke Kanan)


Dari sinilah kita bisa mengambil tips ringan dari pembicara yang hadir untuk di terapkan dalam kehidupan sehari hari sehingga terjadinya kerukunan antar umat beragama yang bisa terjalin dengan indah.

  • 6 S
Romo Agustisnus Ulahayanan,Pr selaku Sekretaris Ekselusif Komisi HAK-KWI menjelaskan tentang 6 S .

Enam S itu adalah Senyum, Sapa, Salim, Salam, Sopan, Santun.

Tersenyumlah jika bertemu orang, hal itu menandakan anda orang yang ramah kepada siapapun, akan tetapi jangan keseringan senyum ya, bahaya, hehehe.

Menyapa duluan tidak ada salahnya, terkadang kita malas menyapa karena orang yang ada di hadapan kita berusia lebih muda, justru dengan menyapa duluan kaum yang lebih muda bisa mengajarkan sikap budi pekerti yang baik.

Berjabat tangan bentuk dalam keakraban kita dengan orang lain dan jangan lupa menitipkan salam untuk keluarga yang berada di rumah sebagai bentuk rasa persaudaraan.

Dalam berbincang dan berdiskusi tetap menggunakan bahasa yang sopan santun. Sehingga pembicaraan kita enak di dengar oleh orang lain, juga sebagai identitas diri.

  • Dua sahabat
Romo Agustisnus Ulahayanan,Pr mengungkapkan bahwa kita penting mempunyai dua sahabat yang berbeda dengan agama kita, sehingga kita bisa saling belajar menghargai suatu pebedaan, saling mengetahui kebiasaan yang satu dengan yang lainnya.
  • Gerakan Tetangga Baik.
Gerakan tetangga baik adalah gerakan untuk saling mengerti antara satu tetangga dengan tetangga lainnya sehingga terjalin komunikasi yang baik antar umat beragama, saling menghargai, tidak saling menuduh ataupun curiga, tidak mementingkan kepentingan sendiri, akan tetapi kepentingan bersama.

Gerakan tetangga baik bukan hanya bisa di terapkan saat bertetangga dengan satu agama, akan tetapi gerakan ini bisa di terapkan dengan tetangga yang berbeda agama.

Gerakan tetangga baik adalah gerakan yang diusulkan oleh Alissa Qotrunnada M Wahid selaku Koordinator Nasional Jaringan GusduRian.

Dari lingkungan terkecil kita saling menjaga kebersamaan , menghargai perbedaan sehingga kita tidak mudah tergoyang isu isu yang bisa memecahbelahkan persatuan. Jika kita kompak maka Bhieneka Tunggal Ika bukan hanya sekedar slogan akan tetapi Bhieneka tunggal ika sudah terpatri di dalam diri.

Nah, Mpo mau tanya nih, cerita dong, kisah kamu dan tetangga mu yang beragama lain? Kolom Komentar jangan sampai kosong ya, tidak terisi, sayang loh kisah mu kalau sampai tidak di ungkapkan.

24 comments:

  1. saya gak punya tetangga beragama lain Mpo, tapi saya punya sahabat beragama lain. Alhamdulillah hubungan kami rukun banget dan saling menghormati satu sama lain :)

    ReplyDelete
  2. Alhamdullilah, indahnya kebersamaan.

    Terima kasih MBA Ira telah bersilahturahmi ke blog Mpo

    ReplyDelete
  3. Kisah persahabatan Datuk menarik dan bisa dijadikan contoh sekaligus pelajaran untuk generasi muda ya Mpo, bahwa bersahabatan dengan latar belakang keyakinan yg berbeda dapat terjalin dengan baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Vi,

      Terima kasih evi telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  4. memang isu beda agama itu rawan perpecahan ya mpo. apalagi gampang buat diadu domba. jadi suka miris kalo ada yang pakai isu mecah belah pake agama. apalagi bom kemarin, bikin sedih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bom hanya menakuti kita saja.

      Terima kasih Ovi telah datang untuk bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  5. Jangan jauh-jauh tetangga, orangtua kandung saya Mpok juga beragama non muslim, sampai saat ini hubungan kami baik-baik saja. Tidak ada problem dan selalu mendukung serta menghormati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indahnya kebersamaan walaupun berbeda agama.

      Terima kasih mba Sifora telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  6. kebersamaan itu lebih indah saling toleransi, andai saja semua orang iindonesia seperti kita ya mbak *ce ileeee, pasti bakalan ademm ayeemm.. ga ada kepentingan ini itu, jadi ga bikin hoax a, b, c dan seterunyaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah kalau semua orang pemikirannya seperti mas sabda pastinya aman Indonesia.

      Terima kasih mas sabda telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  7. Aku sih tinggal dipemukiman yg mayoritas muslim tapi aku punya temen yg non islam, sejauh ini sih kita saling support aja, dia selalu enjoy nungguin aku solat bahkan klo lebaran dia ikutan dateng kerumah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah indahnya persahabatan

      Terima kasih Ria telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  8. Berbeda justru menjadikan negeri ini terlihat indah dengan ragam dan coraknya. Berharap semoga perdamaian tetap terjalin utuh di bumi nusantara

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin.

      Terima kasih mba Siti telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  9. Tetanggaku jg beragama lain.
    Alhamdulillah rukun2 aje Mpok..Jangan ade kenape2 dah ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah semoga terus terjaga tali kekeluargaan.

      Terima kasih mba Hana telah bersilahturahmi ke blog Mpo.

      Delete
  10. Sahabatku katolik tapi dia mau terima kok waktu sahabatnya ini pakai jilbab lebar ngewer ngewer. Terima kalau sahabatnya ini repot nggak mau makan sambil berdiri, Dan repot nyari restoran yang halal kalau lagi makan bareng dia. Krn dia menghargai Dan menghormati agamaku. Aku jg menghormatinya. Walau aku ga pernah ngasih selamat di Hari Raya dia. Tapi dia tahu aku tulus berteman dgnnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketulusan bukan berasal dari kata kata tapi perbuatan.

      Terima kasih telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  11. Iya mpok. Sedih banget liat situasi dan kondisi masyarakat kita sekarang ini.
    Saling cela, saling jelekin.
    Kalau aku alhamdulillah baik2 aja sama tetangga beda agama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah lingkungan rukun.

      Terima kasih mama raihan telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  12. 6S,wajib diterapkan. Agar isu panas ini segera mereda. Saya belum pernah punya tetangga berlain agama, sehingga saya tidak punya banyak cerita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah bersilahturahmi ke blog Mpo.

      Delete
  13. Senang ya walaupun saling berbeda tapi tetap bersatu dalam keragaman dan saling menghargai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah betapa indahnya Indonesia kalau bhieneka tunggal ika terus terjaga.

      Terima kasih mba Hida telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete