Friday, 18 May 2018

Kesuksesan Bonus Demografi pada tahun 2030 di Mulai Dari Keluarga

Pantun:
Ada ayah , Ada ibu
Ada pula sang anak.
Komunikasi tidak boleh buntu
Sehingga tidak ada lagi jarak.

Sebagai blogger, Mpo suka bertemu dengan pemuda pemudi Indonesia yang berprestasi. Rasanya bangga melihat kesuksesan yang mereka raih. Mpo sempat berpikir , kalau Mpo aja bangga , apalagi orangtua sang anak? Hem, jadi penasaran pola asuh yang mereka terapkan.

Dibalik kesuksesan seorang anak pastilah ada peran andil keluarga yang turut mengantarkan anak dalam pencapaian kesuksesan. BKKBN bersama anggota Bplus Community, pada tanggal 15 Mei 2016 diadakan talkshow dalam rangka menyambut hari keluarga nasional, yang berlokasi di TMII.

Seorang anak yang pintar, tidak hanya pintar secara emosional, intelektual dan networking yang harus memenuhi kreteria:
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga sang anak bisa mencari bahan referensi baik melalui internet, membaca buku dan datang ke workshop.
  • Anak berpikiran kritis dalam merespon suatu masalah dan berupaya mencari solusinya.
  • Menghargai keberagaman dan menyelesaikan masalah dengan kolaborasi dengan kerja tim sehingga menghasilkan solusi komperhensif.
  • Memiliki semangat untuk berinovasi mengubah dunia.

Pola asuh yang baik adalah pola asuh dimana setiap ayah dan ibu menjadi team yang kompak, saling bekerjasama dalam hal mendidik sang anak.

Pola asuh inilah yang menghantarkan sang anak menjadi anak anak yang unggul, yang di patut di banggakan oleh negara.

Apalagi di tahun 2030 akan terjadinya bonus demografi, bisa memacu Indonesia untuk tampil terdepan dibandingkan negara negara yang lainnya. Salah satu kreteria bonus demografi adalah penduduk yang berkualitas melalui pembangunan keluarga yang dimulai dari rumah kita sendiri
Roslina Verauli selaku Psikolog,
Eka Sulistya Eduningsih selaku Direktur Bina Keluarga Remaja BKKBN, Mc , Resi selaku founder Bplus Community
Untuk menghasilkan anak anak yang unggul dimasa depan maka di perlukan kiat kiat yang dipaparkan langsung oleh Roslina Verauli, M.Psi selaku Psikolog:
pola asuh anak cerdas
A. Pasangan yang Siap Menikah?

Pertanyaan ini bisa jadi ukuran bagi para pasangan yang mau menikah. Menikah bukan sekedar menyatukan cinta akan tetapi menikah menyatukan dua individu yang berbeda karekter termasuk keluarga besarnya.

Saat ini banyak pasangan menikah karena tergoda hawa nafsu, sehingga di usia yang belum cukup matang secara financial dan emosional, hal ini dapat memicu timbul konflik dalam rumah tangga, yang akhirnya berujung pada ketukan palu di pengadilan agama.

Usia ideal menikah adalah waktu yang tepat untuk menikah, yaitu perempuan berusia 21 tahun keatas dan 25 tahun untuk pria. Dimana usia tersebut adalah usia yang paling baik dalam segi kesehatan reproduksi, keuangan financial yang sedang giat giatnya mencari rezeki dan emosional.

Pola asuh anak juga di perlukan untuk menghasilkan anak anak yang berkualitas unggul dimasa depan, yang dimulai dengan memperhatikan moment emas sang anak pada 1000HPK dan memberikan stimulasi bagi sang anak .

Perlu diperhatikan pula jarak kelahiran anak yang pertama dan kedua adalah tiga tahun, dengan pemberian jarak tersebut sehingga orangtua bisa fokus terhadap pola asuh kepada anak tanpa harus merasa di repotkan seperti punya bayi kembar dan tidak ada lagi kecemburuan antara sang kakak terhadap sang adik.

Pengasuhan pola asuh anak haruslah fleksibel yang bisa disesuaikan oleh usia anak dan pemberian pendidikan yang tidak hanya sekedar pendidikan formal akan tetapi juga di perlukan pendidikan agama dan kemampuan berbahasa asing.

Bagaikan team sepak bola, seorang ibu dan ayah haruslah menjadi team yang kompak bagi sang anak. Orangtua haruslah berperan sebagai orangtua, bukan anak yang mengantikan peran orangtua sebagai pencari nafkah.

Untuk menjadi team yang kompak maka diperlukan cinta terencana

  • Saling memberi semangat
Kehidupan rumah tangga tidaklah selalu berjalan mulus , pastinya ada batu kerikil yang harus dihadapi mulai dari permasalahan anak, keuangan hingga masalah pekerjaan. Biasanya cinta akan goyah dan teruji ketika keuangan berubah hal ini di sebabkan oleh tekena PHK .

Seperti yang kita ketahui bahwa susahnya mencari pekerjaan apalagi di saat usia tidak produktif, Keadaan ini akan menimbulkan stress dari pasangan kita sehingga pasangan berbicara agak keras dan emosional.

Disinilah peran istri berkerja sebagai penyemangat sang suami, pendengar segala keluhan suami dan membantu perekonomian keluarga. Perempuan bisa mengambil alih fungsi sebagai pencari nafkah dengan berjualan ataupun menjadi pekerja harian. Hal ini di alami keluarga Mpo.

Perempuan sebagai penyemangat suami untuk kembali bangkit, bersama sama menata kehidupan rumah tangga menjadi lebih baik lagi.

Suami dan istri bisa memulai merencanakan masa depan rumah tangga dengan melakukan usaha bersama, yang modalnya berasal dari uang PHK. Menjadi supir ojek online juga bisa di tekuni oleh para suami sebagai mata pencarian keluarga.

  • Kadang ada marahnya
Tetangga Mpo bilang “enak ya, kalau punya suami pendiam, tidak pernah marah”. Hem , jangan salah bahwa seseorang yang pendiam, ketika marah maka emosinya meledak ledak, hal ini bisa disebabkan oleh terpendamnya rasa emosi tersebut. Marah itu boleh asalkan terkontrol emosinya, jadi saat marah janganlah piring terbang bermunculan di rumah kita dan kita sebagai istri janganlah ikut ikutan terpancing untuk marah juga sehingga konflik rumah tangga akan semakin memanas.
  • Menyelesaikan masalah bersama sama.
Masalah pasti akan terjadi di rumah tangga kita, akan tetapi setiap masalah akan terselesaikan dengan duduk bersama antara suami dan istri dan mencari solusi bersama-sama. Masukan dari pasangan kita bisa menjadi solusi.
  • Membantu pasangan hidup sehat
Pastinya kita tidak ingin pasangan kita meninggal dunia akibat serangan jantung ketika anak anak berusia masih kecil. Setiap pasangan pastinya menginginkan bisa melihat anak anak tumbuh dewasa dengan kesuksesan yang di raih sang anak.

Apalagi ketika rumah tangga mengalami ekonomi yang sedang meningkat, semua makanan dan minuman, bisa kita beli. Sehingga terkadang kita lupa akan pola hidup yang benar.

Sebagai team yang kompak, setiap pasangan haruslah saling mengingatkan untuk melakukan pola hidup sehat bersama sama. Manfaat lain aktivitas bersama pasangan selain kedua pasangan menjadi sehat juga bisa memperatkan hubungan cinta suami istri seperti melakukan yoga pasngan atau jogging bersama.

  • Merencanakan masa depan bersama

Setiap keluarga mempunyai rencana masa depan baik rencana masa depan karir, masa depan sang anak hingga rencana masa depan setelah pensiun. Rencana masa depan tersebut bisa di komunikasikan kedua pasangan. Jangan sungkan dan ragu untuk mengkonsultasikan masa depan rumah tangga dengan perencana keuangan yang akan membantu mengwujudkan impian


B. Orangtua yang Siap Digital

Diera gital,orangtua haruslah melek digital. Jangan sampai anak anak kita kecanduan gadget, sang anak mengalami tantrum di saar di ambil gadget dari tangan mereka.

Disinilah peran ibu untuk mengalihkan perhatian sang anak dengan sesuatu yang menyenangkan seperti bikin kue bersama anak.

Gadget bagaikan dua belah mata pisau dimana satu sisi menguntungkan, disisi lain sangatlah mengkhawatirkan. Di usia anak 2 tahun sang anak mulai di perkenalkan gadget dengan memberikan mainan edukasi seperti pengenalan huruf hijahiah lewat suara. Pada saat usia 12 tahun anak boleh memegang gadget.

Anak harus memahami bahwa gadget merupakan hak milik orangtua dan gadget tersebut berstatus guna pakai, yang artinya sewaktu waktu jika di rasa anak berlebihan memakainya masa orang tua dapat mengambil gadget tersebut.

Memberi pemahaman bahwa setiap orangtua mempunyai aturan tersendiri dan anak harus patuh untuk melaksanakannya. Pemahaman ini harus di sepakati bersama sehingga anak mematuhi tanpa paksaan, misalnya saat ujian menggurangi bermain gawai.

Selain itu pula orangtua bisa menjadikan contoh yang baik buat anaknya, tidak hanya sekedar melarang anak bermain gadget tapi orangtua juga mengurangi aktivitas bermain gawai dan meningkatkan bonding dengan sang anak.

C. Komunikasi aktif
Komunikasi antara orangtua dan anak haruslah berjalan lancar dengan menjadi pendengar yang baik dan meresponnya bukan sekedar basa basi.
Kalau kamu pola asuh apa yang di terapkan dalam pengasuhan anak? Boleh dong komentarnya, di blog ini kita saling cerite yuk.

78 comments:

  1. Mantab ya Mpok, berkeluarga memang bukan hanya senang, tapi ada suka dukanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, mba ria keluarga suka dan duka bersama.


      Terima kasih telah bersilahturahmi di blog mpo

      Delete
  2. mpook jiwa muda banget deh!

    suami istri emang harus saling kompak dan sering komunikasi bersama biar caranya mendidik anak gak bertabrakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Usia tua tapi jiwa muda.

      Terima kasih mba Indira telah bersilahturahmi di blog mpo

      Delete
  3. Kalau aku pola asuh yg sudah diterapkan sama anak-anakku disiplin waktu, rajin ibadah , harus bertanggung jawab. Seperti ketika anak bermain selesai ia bermain semua alat permainannya harus ia rapikan.dengan begitu sudah mendidik anak untuk belajar bertanggung jawab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ternyata Sifora good mom.

      Terima kasih Sifora telah bersilahturahmi di blog Mpo

      Delete
  4. Aku belum punya pola asuh untuk anak sih, Mpo.
    Tapi sejauh ini aku belajar menjaga komunikasi dengan suami. Mengkomunikasikan segalanya, termasuk rencana punya anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komunikasi sama suami agar menjadi team yang kompak.

      Terima kasih mba dian telah bersilahturahmi di blog mpo

      Delete
  5. Yasss kami sudah siap menikah, melek digital dan aktif komunikasi. Ehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah kalau gitu apura.


      Terima kasih apura telah bersilahturahmi di blog mpo

      Delete
  6. Tipsy øke bangeeet mba. Dan pantunnya juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas pujiannya savitri.

      Terima kasih savitri telah bersilahturahmi di blog mpo

      Delete
  7. Nah komununikasi emang penting banget dalam keluarga ya mpoo, terutama sama anak, pola asuhku sih tarik ulur, mendidik biar mandiri,,menjadikan anak sahabat, udah itu ajaa...

    Mpoo, pa kabar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah baik, kabar mpo.

      Terima kasih mba nichie telah bersilahturahmi di blog mpo

      Delete
  8. Wah 3 tahun ya? hehe
    Jarak anak2ku 2 tahunan :D
    Tapi emang sih repotnya pas di awal barengan, skrng dah lumayan dah jd toddler semua jdnya emaknya bisa agak santai dikit :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah sekarang sudah tidak repot lagi khan mba april.

      Terima kasih April telah bersilahturahmi di blog mpo

      Delete
  9. Anak yang berkualitas memang berasal dari keluarga yang terencana ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Program bkkbn patut kita ikuti.


      Terima kasih mba maya telah bersilahturahmi di blog Cerite si mpo

      Delete
  10. Membangun sebuah keluarga perlu ilmu jg ternyata ya po, jgn asal. Komunikasi penting bgt buat sebuah keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ilmu dan praktek terkadang sulit tapi terus belajar berubah.

      Terima kasih mude telah bersilahturahmi di blog cerite si mpo

      Delete
  11. Setuju banget kalau anak harus ngerti bahwa gadget it hak milik ortunya. Y suka2 ortu mau minjemin 5 ato 10 menit. Hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hak milik orangtua maksudnya kalau anak mulai berlebihan bermain gadget maka gadget akan di ambil untuk mengurangi kecanduan gadget

      Terima kasih mba aswinda telah bersilahturahmi di blog cerite si mpo

      Delete
  12. Betul mpo, kalau 4 poin teratas diterapkan dalam mendidik si kecil, niscaya ga ada kta kata generasi alay or generasi micin hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga anak generasi bangs bisa berkualitas.

      Terima kasih mba asti telah bersilahturahmi di blog cerite si mpo

      Delete
  13. Setuju mpok..pola asuh yang baik memang penting

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih pendapatnya mba indri.

      Terima kasih juga mba indri telah bersilahturahmi di blog cerite si mpo

      Delete
  14. Bener, anak yang unggul akan lahir dari konsep cinta yang terencana, karena berdasar ilmu dan wawasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba bukan sekedar karena napsu.

      Terima kasih mba tite telah bersilahturahmi di blog cerite si mpo

      Delete
  15. Masya Allah Mpo ini lengkap banget. Aku sedih ga bisa ikutan acara ini karena masih sakit. Senang deh dapat reviewnya dari Mpo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih helena sudah bersilahturahmi ke blog cerite si mpo.

      Alhamdulillah jika tulisan ini bermanfaat.

      Delete
  16. Thanks for share mpo..nice article..infonya bermanfaat sekali😙

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba gita telah bersilahturahmi di blog cerite si mpo

      Delete
  17. Bener. Komunikasi jadi hal penting untuk menjadikan buah hati unggulan. Saya suka sedih kalau mengingat itu... Mengharap buah hati jadi unggulan tapi komunikasi orangtuanya saja parah... Duh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi komunikasi orangtua dulu yang di perbaiki lalu komunikasi orangtua ke anak.

      Terima kasih teh oki telah bersilahturahmi ke blog cerite si mpo

      Delete
  18. Dulu Art di rumah dijemput orangtuanya pulang, katanya mau dinikahi.. Padahal mbak-nya masih 16 tahun, sampai nangis bilang ga mau pulang 😭 semoga kedepannya pernikahan di usia dini bisa menurun ya mba, sedih aku lihat yg perempuan seusiaku anaknya ada 3 dan menikah 2x >_< (di desa kecil banyak kasus spt ini)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Faktor ekonomi keluarga ,salah satunya, yang menyebabkan pernikahan dini.

      Terima kasih mba anafi telah bersilahturahmi ke blog cerite si mpo

      Delete
  19. Saya sering dengar materi ini dari seorang teman. Kebetulan beliau terpilih sebagai Duta Genre Nasional tahun 2017 kemarin. Jadi kalau ketemu dia, pembahasannya gak jauh-jauh dari ini hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah beruntung punya teman duta genre.


      Terima kasih mba andy telah bersilahturahmi di blog cerite si mpo

      Delete
  20. Intinya baik suami ataupun istri harus kompak ya mpok biar bisa membentuk pribadi anak yang unggul.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul valka.

      Terima kasih Valka, telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  21. Bener banget kita harus siap digital karena punya anak yang sudah mahir digital jadi momok yang menakutkan ya banyak banget sisi lain yang harus kita awasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Wita, orangtua harus siap akan kecanggihan teknologi.

      Terima kasih mba Wita, telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  22. Hmmm, temanya menarik juga. Selalu kalo dari dunia parenting pasti ada banyak cara pola asuh dalam mendidik anak-anaknya. Tapi yang jelas bermuara pada satu, yakni kesuksesan sang anak, maupun orang tuanya. Mungkin caranya yang sangat beragam. Kalo gadget memang sulit dilepaskan dari anak di masa sekarang. Tapi paling tidak dibatasi aja sih,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul hendra, pemakaian di batasi agar tidak kecanduan.

      Terima kasih Hendra, telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  23. keluarga memang awal dari kesuksesan semua hal yah mpo

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya betul mba dewi.

      Terima kasih mba sadewi, telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  24. Anakku sedang proses menjauhi gadget mpo, karena memang sebelumnya karena kesibukan aku membiarkan anakku diam dgn gadget 😩
    Sharingnya seru mpok, terima kasih sudah berbagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak anak dan orangtua lupa akan bahayanya gadget.

      Dibalik bahaya gadget ada keuntungan bagi sang anak kenal gadget

      ya itu, harus dibatasi penggunaannya.

      Terima kasih putri, telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  25. Komunikasi emang penting banget ya mak biar kita makin akrab dengan anggota keluarga, apalagi dengan anak. bahasa cinta mesti diutamakan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul bahasa cinta dan bahasa cinta terencana.

      Terima kasih naqiyyah , telah bersilahturahmi ke blog Mpo.

      Delete
  26. Wah makasih ya mpo sharingnya, kalau saya sendiri nih karena anak masih usia 4tahun jadi masih dalam taraf membiarkan dia berkembang dengan keinginannya, mendampingi setiap kegiatan yang ia lakukan dan selalu memberikan reward apa yang telah ia capai baik disekolah dan dirumah. Dan jadikan anak sebagai teman sejak dini agar dia lebih percaya diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba chichie , anak perlu pendampingan saat bermain gadget.

      Terima kasih mba chichie, telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  27. Btw OOT sih Mpok, itu gimana caranya masukin gambar iklan di komen? Di komen atas kok ada gambar indomart

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin mba pakai handphone saat komentar blog Mpo.

      Terima kasih Mba Lina telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  28. Emang bener ya kudu direncanakan dengan baik, terutama sisi ekonomi nih, pertimbangan nikah kapan, punya anak brp, krn sekarang semua serba mihiiiiiiiiiil, pakai cinta doank gk cukup, kudu terencana huhuhu

    Soal dgital hmmm, gak melarang jg tapi dibatasin, trus diawasin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serba mahal sembako naik.

      Terima kasih mba April telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  29. yup! Segala sesuatu memang berawal dari keluarga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih keke, Telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  30. Keluarga bahagia, komunikasi antar anggota keluarga harus lancar dan baik ya mpok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali mba vita,

      Terima kasih mba Vita telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  31. Wah ada bu Vera ya, emang komunikasi dalam keluarga ini penting

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar, ada bu Vera

      Terima kasih mab Sri telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  32. Wah boleh tuh mpok tips punya anak unggul di masa depan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tips dari ibu Vera, bisa di praktekin .

      Terima kasih mba Tuti , telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  33. Yupss..saya setuju bgt. Komunikasi menjadi poin penting dlm membina sebuah hubungan agar berjalan lebih baik ke depannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget mba Siti.

      Terima kasih mba Siti telah bersilhaturahmi ke blog Mpo

      Delete
  34. Segala sesuatu yang terencana dengan baik insya Allah hasilnya baik, termasuk menciptakan generasi yang unggul ya Mpo ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Nova telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  35. Suami aku malah cerewet banget mpo,kadang jadi sebel akhirnya suka ada chaos dikit tapi langsung baikan lagi sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlihat mba itu pendiam.

      terima kasih widia telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  36. Sekarang cinta pun harus terencana ya mpo. Bukan cuma jalan-jalan aja yang harus direncanakan, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. biar tidak nyasar dan salah tujuan hahah

      Terima kasih mba Ayu, telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  37. Cinta yang terencana. Saya suka dengan istilahnya dan harusnya memang seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih apura, telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  38. Kalau mau berkualitas, segala apapun harus direncanakan ya mpo. Sampai punya anak dan mengurus keluarga pun butuh rencana dan ilmu yang mateng. Semoge kelak bisa mengamalkan, amiin ya Rabbal Alamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin

      Terima kasih Annissa telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  39. Benar sangat Mpo,apapun harus direncanakan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencana yang matang sesuai anjuran pemerintah.

      Terima kasih mab nur telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete