Satu cerita berjuta cinta

Disabilitas Memiliki Potensi untuk Sukses dan Unggul

Disabilitas bukanlah produk gagal ciptaan Nya akan tetapi mahluk istimewa. Kita bisa membayangkan di tengah kekurangan tubuh harus menghadapi masalah dan hambatan. Inilah yang menjadi tantangan kaum disabilitas untuk bisa mandiri, sukses dan menjadi unggul. 

Beruntungnya, 28 November 2019 yang berlokasi di gedung Prof Sujudi, Kemenkes, Jakarta Selatan, Mpo bertemu dengan teman-teman kaum disabilitas. 

Alhamdullilah mereka sangat terbuka dan bersahabat saat Mpo menanyakan beberapa hal mengenai pandangan mereka terhadap fasilitas untuk kaum disabilitas.

Perempuan cantik yang pertama ku temui adalah Ibu Puji seorang penyandang tuna netra. "Ingin mati saja" kata-kata inilah yang di ungkapkan dari bibir mungilnya. 

permasalahan yang ia hadapi membuatnya harus berkata "ingin mati saja dan kenapa tuhan membiarkan saya hidup akan tetapi dalam kondisi buta". 

Kata-kata tersebut di ucapkan delapan tahun yang lalu saat ia mengalami kecelakan motor yang mengakibatkan terkena syaraf mata sehingga dokter memvonis Puji untuk selama nya tidak bisa melihat untuk selama nya. 

Berbeda dengan Puji, Simo seorang mantan penyiar radio penyandang disabilitas sejak kecil, hal ini di sebabkan tubuhnya terkena virus polio sejak umur dua tahun.

Sejak saat itu tongkat menyangga tubuhnya untuk beraktivitas, baru pada tahun 2011 ia mengalami kecelakaan motor yang mengakibatkan ia harus menggunakan kursi roda.
Potensi penyandang disabilitas
Pria yang berasal dari medan ini harus pindah ke kota Jokowi, Solo, untuk di didik YPAC (Yayasan Pemeliharaan Anak Cacat). disanalah ia di latih mental, rehabilitasi medik. 

"Saya tidak mau menyerah dengan disabilitas saya" ungkap kakek dua cucu ini. 

Ia terus berusaha agar bisa hidup mandiri mulai mengikuti kursus ketrampilan, membuka usaha bersama kawan hingga menjadi penyiar yang mempertemukan dengan sang pujian hati. 


Permasalahan Disabilitas yang mereka alami. 


Saat perjalanan menuju Kemenkes, Mpo melihat seorang tuna netra sedang dibantu oleh petugas Transjakarta untuk masuk ke dalam transjakarta. 

Kebetulan bapak tersebut duduk di sebelah Mpo dan Mpo sempat bertanya "bapak, mau kemana?". Lalu sang bapak menjawab ke Kadin.

Alhamdullilah halte-halte busway sudah ada jalur untuk penyandang disabilitas. Sehingga memudahkan mereka dalam meraba jalan menuju pintu keluar. 

Sesampainya halte transit patra kuningan pria tersebut keluar halte sedangkan Mpo harus melanjutkan perjalanan. 

Kebetulan halte patra kuningan tepat diberada di depan gedung kadin, sehingga dari kejauhan Mpo bisa melihat bapat yang duduk di sebelah Mpo turun tangga busway dan alhamdullilah satpam kadin membantunya untuk memasuki gedung tersebut. Itulah gambaran sekilas penglihatan Mpo tentang problema yang di alami kaum disabilitas akan tetapi menurut Simo "masih kurang fasilitas bagi kaum disabilitas, hanya ada di wilayah tertentu saja. Bila di bandingkan dengan negara Australia selalu tersedia toilet khusus bagi penyandang kursi roda".   

Memang gedung perkantoran dan fasilitas umum di wajibkan untuk memberikan fasilitas bagi penyandang disabilitas.
Acara di hari disabilitas internasional 2019
Diskudi hari disabilitas internasional
Menurut Dr.dr.Tirza Z Tamin,Sp.KFR dari perhimpunan dokter spesialis rehabilitasi medik Indonesia (PB PERDOSI) menyatakan semua gedung perkantoran dan fasilitas umum hendaknya memperhatikan Peraturan Mentri Pekerjaan umum no 30 tahun 2006 dimana semua gedung perkantoran dan fasilitas umum hendaknya memperhatikan akses bagi kaum disabilitas yang meliputi 

  • Ukuran dasar ruang yang mengacu kepada ukuran tubuh manusia dewasa, peralatan yang digunakan,dan ruangan yang di butuhkan untuk mewadahi penggerak penggunanya.
  • Jalur pendestrian yang di gunakan untuk berjalan kaki atau kursi roda bagi penyandang diaabilitas secara mandiri yang di rancang berdasarkan kebutuhan untuk bergerak nyaman, mudah dan aman tanpa hambatan.
  • Jalur pemandu yaitu jalur yang memandu penyandang disabilitas untuk berjalan dengan memanfaatkan tekstur ubin pengarah dan ubin peringatan. 
  • Area parkir yaitu tempat parkir kendaraan yang dikendarai penyandang disabilitas sehingga diperlukan tempat parkir yang lebih luas untuk menaikan dan menurunkan kursi roda, daripada tempat parkir biasa. 
  • sedangkan daerah menaik-turun penumpang adalah tempat bagi semua penumpang (passenger Loading Zones) adalah tempat bagi semua penumpang termasuk penyandang disabilitas untuk naik atau turun dari kendaraan. 
  • Ramp atau jalur sirkulasi yang memiliki bidang kemiringan tertentu, sebagai alternatif bagi orang yang tidak dapat menggunakan tangga.
  • Tangga fasilitas bagi pergerakan vertikal yang dirancang dengan pertimbangan ukuran dan kemiringan pijakan dan tanjakan dengannlebar yang memadai 
  • Lift untuk membantu pergerakan vertikal di dalam bangunan, baik yang digunakan khusus bagi penyandang disabilitas maupun yang merangkap sebagai lift barang. 
  • Toilet yaitu fasilitas sanitasi yang aksesibel untuk semua orang termasuk penyandang disabilitas dannlansia pada bangunan atau fasilitas umum lainnya. Fasilitas toilet termasuk termasuk pancuran dan wastafel fasilitas cuci tangan, cuci muka, berkumur atau gosok gigi yang bisa di gunakan untuk semua orang termasuk penyandang disabilitas.  
  • Perlengkapan kontrol yang bisa mempermudah semua orang tanpa terkecuali termasuk penyandang disabilitas untuk melakukan kontrol peralatan tertentu seperti sistem alram, stop kontak dan pencahayaan.  
  • Rambu atau marka sebagai bangunan yang digunakan untuk memberikan informasi arah, penanda atau petunjuk, termasuk di dalamnya perangkat multimedia informasi dan komunikasi bagi penyandang disabilitas.


Aksi unjuk gigi kaum disabilitas yang telah sukses dan unggul. 



Kementrian sosial bekerja sama dengan kementrian kesehatan dan pihak-pihak terkait mengadakan perayaan disabilitas internasional yang akan di selenggarakan di pintu barat GBK pada tanggal 2-3 November 2019 yang menghadirkan 60 both tenda yang memamerkan berbagai produk hasil dari penyandang disabilitas dan 6 stand khusus untuk pengunjung yang ingin merasakan pengalaman menjadi penyandang disabilitas.

"Tema hari diabetes internasional 2019 adalah Indonesia inklusi, SDM unggul. Dalam memperingati hari disabilitas di selenggarakan berbagai kegiatan yaitu car free day pada tanggal 1 desember, kegiatan faktor resiko penyakit tidak menular, pameran penyandang disabilitas, pameran dan bazar hasil ketrampilan penyandang disabilitas yang di salurkan melalui organisasi. Hal ini menunjukan kaum disabilitas memiliki daya dan mampu menghasilkan sesuatu", hal ini di ucapkan oleh Dr. Cut Putri Arianie selaku Direktur P2PTM.
Permasalahan yangbdi hadapi penyandang disabilitas
Dr Cut Putri Arianie
Nah, sebelum menutup cerita ini Mpo mau berbalas pantun 
Makan kecapi berbuah duren. 
Menjadi penyandang disabilitas tidak perlu meratapi, bangkit berikan karya terkeren 

Ada pesan bagus dari Simo "Berikan perhatian secara bertahap dengan melihat apa yang di perlukan kaum disabilitas misalnya mengajak keluarga menerima anggota keluarga penyandang disabilitas, bukan untuk menututupi sang anak karena masih banyak anggapan orang bahwa penyandang disabilitas adalah aib akan tetapi jika memberdayakan mereka sehingga sukses, mandiri dan unggul".
Share:

2 comments:

  1. jalur trotoar untuk disabilitas kayaknya udah makin umum ya ditemui. Tapi kalau yang toilet itu emang masih jarang sih

    ReplyDelete
  2. Setuju bgt sama mpo, disabilitas itu bukan produk gagal, tp mereka istimewa. salut dan kdang merasa malu dengan semangat mereka, kita yg dilahirkan tnpa cacat kadang menyia2 kn hidup dan bermalas2an :(

    ReplyDelete

Popular

Contact Form

Name

Email *

Message *

Tags