Akibat Kesalahan Orangtua seorang Bayi bisa Meninggal karena Pneumonia

Pneumonia nama penyakit yang bisa merenggut kecerian si kecil. 

Kehilangan orang yang disayang bagaikan kehilangan separuh jiwa. 

Hanya bisa menatap baju yang biasa di pakai si kecil, tanpa terasa air mata ini menetes dan akhirnya menyalahkan diri sendiri. 

"Mengapa ini terjadi pada bayiku? Mengapa bayiku di berikan penyakit yang begitu berat sehingga anak ku meninggal dunia". Hal itulah yang dirasakan salah satu ibu muda yang bayinya berusia 1 bulan meninggal dunia akibat pneumonia. 

Muhammad Hafidz Syawal yang baru saja merayakan hakekah. Di saat hakekah ruangan di penuhi dengan asap rokok dan para tamu undangan yang juga perokok berat mendekati sang bayi. 

Kecerobahan yang mengakibatkan kejadian fatal terus disesali hingga menghimpit dada sang bunda , Fitri indah. 

Saat merayakan hakekah, sang bunda membiarkan sang bayi bersama teman-teman sang ayah. Kebetulan suami Fitri juga perokok berat. 

Setelang beberapa hari, Syawal mengalami batuk yang tidak sembuh dan di nyatakan oleh dokter terkena penyakit pneumonia. 

Kondisi Syawal yang terus menurun membuat Syawal menembuskan nafas terakhirnya.
Gejala pneumonia yang harus di ketahui orangtua.

Pneumonia merenggut nyawa yang tidak mengenal usia. 


Pneumonia merupakan penyakit yang ada di masyarakat yang bisa merenggut nyawa tanpa mengenal usia, baik dewasa hingga anak anak.  
Salah satu teman blogger, Fika, beberapa hari yang lalu baru saja mengadakan tahlilan 40 hari tantenya akibat penyakit pneumonia. 

Pneumonia bukan penyakit yang bisa di anggap enteng apalagi gejala sama dengan flu biasa seperti batuk, akan tetapi pneumonia memiliki gejala yang khas seperti sesak napas dan cepat di sertai adanya tarikan dada bagian bawah. 

Balita yang terserang pneumonia sangatlah susah untuk bernapas sehingga sering mengambil napas dengan cepat sampai terlihat paru-paru ketika bernapas seperti orang yang kekurangan gizi buruk. 

Sebagai seorang ibu kita bisa mendekteksi, apakah si anak terkena pneumonia dengan cara : 

A. Adanya tarikan dinding ke dalam sehingga paru paru terlihat. 

B. Menghitung napas sang anak. 
Dengan menghitung tarikan napas sang anak yang begitu cepat dapat di pastikan sang anak terkena pneumonia.
Tarikan napas cepat pada bayi pneumonia
Mari hitung cepat napas bayi agar terhindar kematian

Dampak pneumonia pada bayi 


Lalu apakah yang dilakukan seorang ibu disaat sang bayi terkena gejala pneumonia?

seorang ibu hendaknya tidak panik dan segeralah pergi ke dokter, hal ini di lakukan karena agar sang anak cepat di tangani oleh pihak medis, jika terlambat pneumonia bisa menyebabkan anak kita meinggal dunia.

Pneumonia merupakan penyakit berbahaya yang menjadi sorotan publik di seluruh dunia, hal ini bisa di lihat dari data UNICEF bahwa ditahun 2016 tercatat 2400 anak setiap hari meninggal dunia yang terjadi pada balita.

Sedangkan pada tahun 2018 di Indonesia terdapat dua bayi meninggal dalam satu menit.
Jumlah pasien pneumonia
Pasien pneumonia

Penularan pneumonia pada bayi.


Peumonia adalah penyakit radang paru paru akut yang bisa menyebabkan kematian.

Saat kita melakukan photo rontgen maka akan terlihat kantung udara sang anak yang biasa disebut alveoli yang di penuhi nanah dan cairan. Hal inilah yang menyebabkan bayi menjadi sesak napas

Penyebab pneumonia itu sendiri adalah bakteri, virus, jamur dan parasit.

Bakteri streptococcus dan virus RSV yang menjadi penyebab pneumonia pada bayi.

Yang lebih mengerikan lagi, pneumonia ini bisa menular melalui udara dan orang orang di sekitar pasien dalam kondisi tubuh yang tidak sehat, mudah sekali bakteri masuk dan menyebar kedalam tubuh kita.

Pneumonia adalah penyakit yang bisa di cegah dan bisa di sembuhkan, hal ini di alami ibu Yati yang mempunyai anak bernama Fitri yang saat itu berusia 3 tahun.

Akan tetapi seorang mantan pasien pneumonia bisa kambuh kembali terkena pneumonia jika asupan gizi kurang.

Peran orang tua agar sang anak tidak terkena pneumonia.


Sebagai orangtua pastinya kita tidak ingin kematian bayi terjadi pada anak kita . Oleh karena itu sebagai orangtua haruslah kompak dalam pola pengasuhan anak.

Salah satu peran adalah penting dimana sang ibu bisa mencegah sang anak terkena pneumonia adalah seorang ibu harus memberikan asi ekslusif selama enam bulan,melakukan imunisasi lengkap dan di harapkan seorang bisa mengenal gejala pneumonia agar cepat di tangani oleh pihak medis, guna menghindari kematian sang anak.


Selain peran sang ibu, peran ayah sebagai kepala keluarga haruslah bisa menjadi suri tauladan yang baik dengan melakukan menghentikan kebiasaan merokok, berkerja keras untuk pemenuhan gizi sang anak dan "alram" pengingat sang istri agar selalu melakukan cuci tangan sebelum makan.

Oleh karena itu setiap keluarga di harapkan untuk menggalakan STOP pneumonia yang terdiri dari
cara mencegah kematian bayi penderita pneumonia
Cegah pneumonia

Yayasan Sayangi Tunas Cilik dan IDAI dalam menanggulangi pneumonia pada balita 


Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang sudah lama berdiri sejak tahun 1919 yang didirikan oleh Eglantyne Jebb pada perang dunia pertama.

Disaat itu, Eglantyne di tugaskan untuk mengkonsilidasi sebuah tim lintas ilmu untuk bekerja atas nama anak anak.

Yayasan ini secara konsinten memberikan kampaye serta mengajak para keluarga di indonesia untuk mencegah pneumonia.

Tidak hanya yayasan Sayangi Tunas Cilik, sebagai ikatan profesi kedokteran anak, IDAI juga memberikan pengetahuan terupdate kepada dokter di puskesmas sebagai jembatan penolong pertama bayi yang terkena pneumonia, hal ini di ungkapkan oleh Dr. Medeliene Ramdhani Jasin saat diskusi hangat yang di siarkan secara langsung oleh 100 radio cabang krb,pada tanggal 6 Desember 2018 di Tjikini lima, jakarta pusat.
12 november hari pneumonia, peran orangtua agar bayi terhindar terkena pneumonia
Dari kanan ke kiri : Selina Patta Sumbung selaku ketua yayasan tunas cilik, Medeliene Ramdhani Jasin selaku perwakilan dari IDAI dan MC
Kebersamaan, kekompakan semua element dapat menghindari meninggalnya generasi penerus bangsa. 

Di akhir tulisan ini, mpo mau berpantun ria.

Sang bayi hilang ceria, tiada senyum lagi dan tawa.
Kematian akibat pneumonia, kesalahan orang tua bisa membawa petaka.
Share:

85 comments:

  1. Hitungan napas balita gitu ya. Aku baru tau. Uhehehe. Ini ngeri juga ya mpok, kebiasaan ortu yang bisa membahayakan anaknha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya wichan berhati hati bila anak sakit batuk.

      Terima kasih mba wichan telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  2. Sedih ya Mpo kalau anak sakit, mulai sekarang orang tua harus terdukasi mengenai kesehatan anak dan cepat pwegi kedokter jika anak sakit, jangan didiamkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semakin cepat di tanganni dokter semakin baik.

      Terima kasih Laily telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo.

      Delete
  3. Aku marinding baca ini mba. Sebagai orangtua aku ngerasa aku harus tahu ilmu tentang penyakit ini biar aku bisa peka untuk memantau tumbub kembang anakku Erysha. Dan asap rokok itu bener-bener bikin ngeri ya sampa bayi tadi keba pneumonia. Sayangnya banyak para Ayah yang kurang peka dengan bahaya rokok ini. Sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya kita bersama suami menjaga sang anak dari bahaya pneumonia.

      Terima kasih mba Yeni telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  4. Sedih banget yaa kalo sampe keilangan bayi karena kelalaian ortu apalagi penyakit pneumonia ini, aku mah orang yang pro vaksin banget dan alhamdulillah keluarga terdekat ga ada yang merorok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah tidak ada yang merokok.

      Terima kasih mba Inka telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  5. Jadi ingat saat baru melahirkan anak kedua, ngerawat bayi sendiri, gak ada yang bantuin, ga ada teman berdiskusi, karena pak suami hanya percaya sepenuhnya sama saya.
    Jadi saat anak rewel, saya heboh suka ngitungin jumlah tarikan napasnya.

    Gegara banyaknya artikel2 tentang pnenomia juga sih.
    Alhamdulillah anak-anak saya sehat selalu.
    Semoga anak kita semua selalu sehat dan tumbuh dengan baik ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah anak sehat dan sehat terus ya dedenya.

      Terima kasih mba Rey telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  6. Aku tau nih kasus bayi meninggal krn pneumonia pasca akikahannya. Aku sungguh geram banget! Makanya aku paling anti sama rokok dan org yg merokok. Merusak masa depan *lah jadi esmosi XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang tenang jangan emosi.

      Terima kasih mba virsa telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  7. Sedih kalau lihat anak-anak sakit. Peran orangtua memang penting banget ya untuk mencegah pneumonia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba ,mari cegah pneumonia.

      Terima kasih mba Siti telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  8. Memang kalo ngeliat anak sakit tuh rasanya sedih bnget ya mpo sebisa mungkin kita jaga anak anak kita jngan sampe sakit apalagi kena pneumonia..semoga anak2 kita sehat selalu y mpo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin

      Terima kasih mba Yanti telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  9. Ngeri baca ini saya, Mpo
    Kesalahan fatal orang tua membuat anak kehilangan nyawa karena pneumonia. Wah, miris sekali!
    Semoga makin banyak yang peduli dengan pneumonia ini, sehingga akan bisa ditekan angka kematian bayi yang disebabkan penyakit ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kira cegah bersama. Penyakit ini mengerikan.

      Terima kasih mba Dian telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  10. Aku sedih banget kalau ada ortu mengasuh anak sambil ngebul2 merokok :(
    Anakku selalu kuseret jauh2 kalau ada org merokok. Itu sebabnya dulu pas cari suami salah satu kriteria yg saklek banget adalah gak merokok.
    MOga2 makin banyak ortu teredukasi gak merokok depan anak2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rokok bahaya untuk anak anak kita.

      Terima kasih mba April telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  11. ngeri ya baca info sepertiini, tapi kalopunya baby memang wajib tau. kayanya cek kesehatan berkala utk memastikan kondisi si kecil ya mpo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba.

      Terima kasih mba Cici telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo.

      Delete
  12. pneouia emang momok yang menakutkan banget mom. nggak hanya buat baby tapi buat kita orang dewasa juga rentan. kesadaran orang sekarang harus digalakkan untuk nggak merokok sembarangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba. Jaga kwsehatan diei sendiri dan oranglain dengan tidak merokok.

      Terima kasih mba Natra yang telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  13. Ternyata ada cara menghitung nafas bayi juga. Baru tahu saya. Pneumonia belum begitu dikenal masyarakat tapi dampaknya luar biasa ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah lama penyakit ini ada mba.

      Terima kasih Ulya telah bersilahturahmi dan komentar di web blog Mpo

      Delete
  14. Melihat anak sakit aja orang tua pasti sedih. Apalagi kalau sakitnya karena kesalahan orang tua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tambah nyesek mba

      Terima kasih Mba Keke telah bersilahturahmi dan komentar di web blog

      Delete
    2. Iya, semoga jadi pelajaran buat orang tua dengan kejadian ini, ya

      Delete
  15. Waduh, ngeri juga ya baca tentang penyakit ini. Gak kebayang harus kehilangan buah hati karena sakit pnemonia apalagi diakibatkan oleh kita sendiri. Ngeriii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seram ya mba tapi aja pencegahan.

      Terima kasih Mba Urea telah bersilahturahmi dan komentar di web blog

      Delete
  16. Ya Allah... Sedih banget bila masih ada ortu yg belum paham tentang segala masalah bayi. Bukan hanya bayi tapi dirinya juga. Seorang ibu emang harus dituntut mengerti akan hal ini agar keluarganya selamat juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar para bunda harus belajar terus.

      Terima kasih Mba Dwi telah bersilahturahmi dan komentar di web blog Mpo

      Delete
  17. anak saya usia 8 bulan pernah kena pnemunia
    untung segera cepat ditangani
    udah lemas banget dia
    bibirnya biru...ubun ubn cekung dan cuma diam aja
    setelah dirawat di rumah sakit dan sembuh sakit beri vaksin anti pnemunia
    alhamdulillah sekarang udah 7 tahun dan sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah semoga sehat terus ya mba anaknya.

      Terima kasih Mba Rudiana telah bersilahturahmi dan komentar di web blog

      Delete
  18. Anak keduaku juga pernah kena pneumonia waktu umur 2 bulan, sempat dirawat di NICU, Alhamdulillah dapat perawatan dari profesor2 di Sardjito dan bisa sehat lagi. Memang penyakit yg ngeri banget :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah anaknya sehat sekarang.

      Terima kasih Mba Yoanna telah bersilahturahmi dan komentar di web blog

      Delete
  19. Ponakanku ada yang terkena pneumonia waktu umurnya sekitar 5 tahun. Ketauannya karena sakit panas yang gak sembuh-sembuh sampai seminggu terus BBnya juga susah naik. Kasihan banget, kalau pas kambuh bener-bener lemes gak bisa ngapa-ngapain. Sekarang udah jarang kambuh lagi setelah rutin periksa ke dokter.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah semoga sehat selalu ponakannya.

      Terima kasih Mba Meriska telah bersilahturahmi dan komentar di web blog

      Delete
  20. Wah baru tahu nih saya rumus hitungan nafas bayi. Bisa dicoba nanti kalau anak batuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar bang.

      Terima kasih Abang Antung telah bersilahturahmi dan komentar di web blog Mpo

      Delete
  21. Ya ampun sedih banget kalau anak kena pneumonia. Soalnya kan emang bikin sesak napas. Smoga gak ada lagi yang kena ya mpok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin
      Terima kasih Mba Alida telah bersilahturahmi dan komentar di web blog

      Delete
  22. Jaga pneumonia dengan STOP :
    (S) Berikan air susu ibu selama 6 bulan
    (T) Tuntaskan imunisasi lengkap
    (O) Observasi sesak napas dibawa ke dokter
    (P) Pastikan kecukupan gizi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul bunda Sumiyati

      Terima kasih Bunda Sumiyati telah bersilahturahmi dan komentar di web blog Mpo.

      Delete
  23. Sedih banget kalau anak sampai terserang Pneumonia ini ya moo. Alhamdulillah Azzam ga kena.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Azam tidak terima pneumonia.

      Terima kasih Mama Azam telah bersilahturahmi dan komentar di web blog Mpo

      Delete
  24. Terima kasih tulisannya kakak.
    Sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama

      Terima kasih juga mba Dian telah bersilahturahmi di web blog Mpo

      Delete
  25. Wah, yayasannya udah lama berdiri ya sejak tahun 1919. Makanya tuh ASI harus diberikan pada bayi minimal 6 bulan dan baiknya sampai 2 tahun supaya kuat dari serangan penyakit. Lalu vaksin kudu lengkap ya dan buru2 ke dokter kalo ada apa2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba Nurul jangan sampai terlambat pertolongan untuk baby.

      Terima kasih mba Nurul telah bersilahturahmi dan komentar di web blog Mpo

      Delete
  26. Saya termasuk ibu yang cerewet. Dulu waktu anak-anak masih kecil yang merokok harus menjauh. Kalau perlu keluar dari lingkungan rumah. Kalau nekat, siap-siap saya semprot plus omelin. Pokoknya apa pun dilakukan buat kesehatan anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Demi kesehatan sang anak ,kita rela melakukan apa saja.

      Terima kasih Mba Utari telah bersilahturahmi dan komentar di web blog Mpo

      Delete
  27. Kadang saya berpikir, betapa beruntungnya saya saat ini, bisa hidup di lingkungan orang2 yang gak merokok.
    Gak kebayang kalau saya dekat ortu, bapak saya perokok berat soalnya, bisa makan hati saya liat anak dideketin bapak saya hehehe

    Semoga anak-anak kita selalu sehat aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berdoa aja mba Reyne semoga bapaknya bisa berubah.


      Terima kasih mba Reyne telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  28. Heran juga ya, para tamu sang Papa tak menghentikan mengisapcrokok kala memasuki rumah mporatne. Tau diri kek namanta nengokin bayi or hadir di acara kekahan bayi, brenti dulu ngerokoknya ngapah? Kadian kan sang permàta hati jadilah kena pnemonia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo berhenti merokok

      Terima kasih mba Yati telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  29. aku sedih banget bacanya T.T
    makasih atas ilmunya, bias buat modal aku nanti kalua dikasih rezeki anak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin.

      Terima kasih mba christina telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo.

      Delete
  30. Memang orang tua sebaiknya terus mencari pengetahuan yang berhubungan dengan anaknya, terlebih ektika si anak masih bayi.
    Penyakit Pneumonia ternyata masih jadi momok ya di negeri ini, semoga ke depam seakin banyak masyarakat yang teredukasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin

      Terima kasih mba Tite telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  31. Hati2 juga menerima tamu yg datang berkunjung pas bayi baru lahir. Tamu2 gitu yg biasanya rentan bawa penyakit & asap rokok. Harus saklek minta mereka gak pegang2 si baby :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba Yoanna.

      Terima kasih mba Yoanna telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo.

      Delete
  32. Pemberian ASI ekslusive ternyata berperan penting utk mencegah penyakit ini...nah beneran ASI itu murah meriah bermanfaat ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asi mengandung imun alami.

      Terima kasih mba Ida telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  33. Ah. Aku ikut gemas liat tamu tamu yang nggak tahu diri. Sudah tahu mau ngeliat bayi baru lahir kok tega teganya psda merokok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebel ya.

      Terima kasih mba Ade telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  34. Aku pernah liat ada anak yang terkena batuk gini. Jadi dia kalo nafas tulang dadanya sampe semacam bikin lesung gitu saking beratnya nafas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih ya mba Ade melihat seperti ini.

      Terima kasih mba Ade telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  35. Masih banyak orang2 yg masih menganggap rokok berdampak biasa saja. Baik bagi lingkungan aplg dirinya sendiri. Sedih sekali ya

    ReplyDelete
  36. anakku uda kena penumonia mpo sedih banget karena perilaku aku dan suami makanya anak jd kena terlebih dulu suami masih merokok aktif

    ReplyDelete
  37. Saat baca ini ponakan aku lagi opname mba. Paru2nya kotor katanya, tapi seringnya karena terpapar asp rokok bapaknga

    ReplyDelete
  38. Pantas saja, mpo...anakku waktu sakit demam disertai sedikit batuk, langsung di rontgen.
    Aku tadinya mikir "Ngapain pake di rontgen segala siih..biayanya kan gak murah..."


    Mungkin ini langkah awal untuk mengetahui penyakit anak secara detil dengan tujuan pengobatan yang terarah kali yaa...

    Ya Allah~

    ReplyDelete
  39. Aku suka aedih kalo ada ortu yang kurang peduli dengan kesehatan anak-anak. Meski bisa jadi itu efek dari ketidaktahuan ortu. Jadinya sesal kemudian ya, sedih lah oasti sang ibu.

    Btw, aku baru tahu kalo pneumonia itu penyebabnya juga asap rokok. Semula kupikir karena hawa dingin yang ekstrim.

    ReplyDelete
  40. Aku baca juga tuh berita bayi yang meninggal karena Bapaknya ngrokok di dekatnya. Makanya nih aku nyari pasangan yg gak ngrokok. Diri sendiri gak tahan asap

    ReplyDelete
  41. Itulah sebabnya saat memilih suami dulu, saya pilih yg bukan perokok. Krn gak pengen anakku hidup di sekitar perokok mpok.
    Kasian kalau msh kecil kena pnemonia ya, untungnya ada yayasan Sayangi Tunas Cilik ini ya, moga makin banyak yang terbantu.

    ReplyDelete
  42. Ih, seram ya. Aku pernah kehilangan seorang bayi rasanya susah diceritain. Moga masyarakat semakin sadar ya bahaya asap rokok, jadi ingat pas beli baso di depan puskesmas, aku sambil gendong Binar eh abangnya ngerokok parah, langsung kabur deh

    ReplyDelete
  43. Terima kasih infonya mbak ini jadi masukan buat kita semua para orangtua agar lebih aware lagi dengan pneumonia

    ReplyDelete
  44. Penting juga ya mengetahu & mempelajari cara menghitung napas anak untuk mencegah pneumonia

    ReplyDelete
  45. harus extra hati-hati dan penuh perhatian ya mbaaa. Aku juga suka takut kalau anak-anak ada apa2 yaa Mba

    ReplyDelete
  46. Pneumonia ini memang ga main-main ya mba. Kita harus bener-bener aware sama kesehatan anak. Perhatikan dan kalo ada yang mencurigakan segera periksakan.

    ReplyDelete
  47. rata2 begini kak di sekitarku
    semua bayi trman yang abis aqiqah
    itu langsung masuk rumah sakit hiks
    sedihh..
    karena pertusis dan penumonia hiks..
    asap rokok dan orang2 yang suka nyium2in sembarang juga

    ReplyDelete
  48. Alhamdulillah sejak aku dinyatakan hamil, suamiku berenti merokok. Dan kami jg jadi lebih ketat soal rokok, jd yg nengok dipastikan gk boleh mendelat kalo dia habis merokok

    ReplyDelete
  49. Duh jgn sampai deh anak pneumonia apa lagi hingga meninggal. Terimakasih ya atas share ilmunya

    ReplyDelete
  50. wah ternyata akibat Pneunomia bisa separah itu yah mba, gak boleh banget dianggap enteng kalau giut. Makasih banyak ulasannya mba, jadi wawasan baru bagi saya

    ReplyDelete

Popular

About me

Terima kasih telah bersilahturahmi ke webblog Mpo, untuk kerjasamanya bisa dikirim ke mporatneceria@gmail.com

Contact Form

Name

Email *

Message *