Satu cerita berjuta cinta

Akibat Kesalahan Orangtua seorang Bayi bisa Meninggal karena Pneumonia

Pneumonia nama penyakit yang bisa merenggut kecerian si kecil. 

Kehilangan orang yang disayang bagaikan kehilangan separuh jiwa. 

Hanya bisa menatap baju yang biasa di pakai si kecil, tanpa terasa air mata ini menetes dan akhirnya menyalahkan diri sendiri. 

"Mengapa ini terjadi pada bayiku? Mengapa bayiku di berikan penyakit yang begitu berat sehingga anak ku meninggal dunia". Hal itulah yang dirasakan salah satu ibu muda yang bayinya berusia 1 bulan meninggal dunia akibat pneumonia. 

Muhammad Hafidz Syawal yang baru saja merayakan hakekah. Di saat hakekah ruangan di penuhi dengan asap rokok dan para tamu undangan yang juga perokok berat mendekati sang bayi. 

Kecerobahan yang mengakibatkan kejadian fatal terus disesali hingga menghimpit dada sang bunda , Fitri indah. 

Saat merayakan hakekah, sang bunda membiarkan sang bayi bersama teman-teman sang ayah. Kebetulan suami Fitri juga perokok berat. 

Setelang beberapa hari, Syawal mengalami batuk yang tidak sembuh dan di nyatakan oleh dokter terkena penyakit pneumonia. 

Kondisi Syawal yang terus menurun membuat Syawal menembuskan nafas terakhirnya.
Gejala pneumonia yang harus di ketahui orangtua.

Pneumonia merenggut nyawa yang tidak mengenal usia. 


Pneumonia merupakan penyakit yang ada di masyarakat yang bisa merenggut nyawa tanpa mengenal usia, baik dewasa hingga anak anak.  
Salah satu teman blogger, Fika, beberapa hari yang lalu baru saja mengadakan tahlilan 40 hari tantenya akibat penyakit pneumonia. 

Pneumonia bukan penyakit yang bisa di anggap enteng apalagi gejala sama dengan flu biasa seperti batuk, akan tetapi pneumonia memiliki gejala yang khas seperti sesak napas dan cepat di sertai adanya tarikan dada bagian bawah. 

Balita yang terserang pneumonia sangatlah susah untuk bernapas sehingga sering mengambil napas dengan cepat sampai terlihat paru-paru ketika bernapas seperti orang yang kekurangan gizi buruk. 

Sebagai seorang ibu kita bisa mendekteksi, apakah si anak terkena pneumonia dengan cara : 

A. Adanya tarikan dinding ke dalam sehingga paru paru terlihat. 

B. Menghitung napas sang anak. 
Dengan menghitung tarikan napas sang anak yang begitu cepat dapat di pastikan sang anak terkena pneumonia.
Tarikan napas cepat pada bayi pneumonia
Mari hitung cepat napas bayi agar terhindar kematian

Dampak pneumonia pada bayi 


Lalu apakah yang dilakukan seorang ibu disaat sang bayi terkena gejala pneumonia?

seorang ibu hendaknya tidak panik dan segeralah pergi ke dokter, hal ini di lakukan karena agar sang anak cepat di tangani oleh pihak medis, jika terlambat pneumonia bisa menyebabkan anak kita meinggal dunia.

Pneumonia merupakan penyakit berbahaya yang menjadi sorotan publik di seluruh dunia, hal ini bisa di lihat dari data UNICEF bahwa ditahun 2016 tercatat 2400 anak setiap hari meninggal dunia yang terjadi pada balita.

Sedangkan pada tahun 2018 di Indonesia terdapat dua bayi meninggal dalam satu menit.
Jumlah pasien pneumonia
Pasien pneumonia

Penularan pneumonia pada bayi.


Peumonia adalah penyakit radang paru paru akut yang bisa menyebabkan kematian.

Saat kita melakukan photo rontgen maka akan terlihat kantung udara sang anak yang biasa disebut alveoli yang di penuhi nanah dan cairan. Hal inilah yang menyebabkan bayi menjadi sesak napas

Penyebab pneumonia itu sendiri adalah bakteri, virus, jamur dan parasit.

Bakteri streptococcus dan virus RSV yang menjadi penyebab pneumonia pada bayi.

Yang lebih mengerikan lagi, pneumonia ini bisa menular melalui udara dan orang orang di sekitar pasien dalam kondisi tubuh yang tidak sehat, mudah sekali bakteri masuk dan menyebar kedalam tubuh kita.

Pneumonia adalah penyakit yang bisa di cegah dan bisa di sembuhkan, hal ini di alami ibu Yati yang mempunyai anak bernama Fitri yang saat itu berusia 3 tahun.

Akan tetapi seorang mantan pasien pneumonia bisa kambuh kembali terkena pneumonia jika asupan gizi kurang.

Peran orang tua agar sang anak tidak terkena pneumonia.


Sebagai orangtua pastinya kita tidak ingin kematian bayi terjadi pada anak kita . Oleh karena itu sebagai orangtua haruslah kompak dalam pola pengasuhan anak.

Salah satu peran adalah penting dimana sang ibu bisa mencegah sang anak terkena pneumonia adalah seorang ibu harus memberikan asi ekslusif selama enam bulan,melakukan imunisasi lengkap dan di harapkan seorang bisa mengenal gejala pneumonia agar cepat di tangani oleh pihak medis, guna menghindari kematian sang anak.


Selain peran sang ibu, peran ayah sebagai kepala keluarga haruslah bisa menjadi suri tauladan yang baik dengan melakukan menghentikan kebiasaan merokok, berkerja keras untuk pemenuhan gizi sang anak dan "alram" pengingat sang istri agar selalu melakukan cuci tangan sebelum makan.

Oleh karena itu setiap keluarga di harapkan untuk menggalakan STOP pneumonia yang terdiri dari
cara mencegah kematian bayi penderita pneumonia
Cegah pneumonia

Yayasan Sayangi Tunas Cilik dan IDAI dalam menanggulangi pneumonia pada balita 


Yayasan Sayangi Tunas Cilik yang sudah lama berdiri sejak tahun 1919 yang didirikan oleh Eglantyne Jebb pada perang dunia pertama.

Disaat itu, Eglantyne di tugaskan untuk mengkonsilidasi sebuah tim lintas ilmu untuk bekerja atas nama anak anak.

Yayasan ini secara konsinten memberikan kampaye serta mengajak para keluarga di indonesia untuk mencegah pneumonia.

Tidak hanya yayasan Sayangi Tunas Cilik, sebagai ikatan profesi kedokteran anak, IDAI juga memberikan pengetahuan terupdate kepada dokter di puskesmas sebagai jembatan penolong pertama bayi yang terkena pneumonia, hal ini di ungkapkan oleh Dr. Medeliene Ramdhani Jasin saat diskusi hangat yang di siarkan secara langsung oleh 100 radio cabang krb,pada tanggal 6 Desember 2018 di Tjikini lima, jakarta pusat.
12 november hari pneumonia, peran orangtua agar bayi terhindar terkena pneumonia
Dari kanan ke kiri : Selina Patta Sumbung selaku ketua yayasan tunas cilik, Medeliene Ramdhani Jasin selaku perwakilan dari IDAI dan MC
Kebersamaan, kekompakan semua element dapat menghindari meninggalnya generasi penerus bangsa. 

Di akhir tulisan ini, mpo mau berpantun ria.

Sang bayi hilang ceria, tiada senyum lagi dan tawa.
Kematian akibat pneumonia, kesalahan orang tua bisa membawa petaka.
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular

Contact Form

Name

Email *

Message *