Thursday, 6 September 2018

Singapore School,Keluarga & Suami Istri, Satu Suara Untuk Mengatasi Kecanduan Gadget

dampak kecanduan gadget pada anak
Mulai dari langkah awal menuju tangga kesuksesan
Sore adalah waktu yang tepat untuk kumpul teman maupun keluarga. Di sekitar rumah Mpo menjelang sore tiba, anak anak bermain games online mobile legend. Aksi para pahlawan beradu tanding dengan para penjahat sangatlah menarik perhatian.Apalagi bila aksi membrantas penjahat ini di lakukan secara bersama sama.

Suara riuh terkadang di iringi dengan suara “Gimana sih, harusnya di cegat”. Itulah kekecewaan ketika jagoan kita kalah.akan tetapi terkadang juga satu suara yang makin heboh, bahkan sampai berdiri sambil berkata “yes, kita menang”.

Selain keasikan dalam bermain games secara berkelompok, ada dampak negative yaitu kecanduan gadget. Mengutip dari media online Liputan6.com pada tanggal 23 Januari 2018, dampak negative tersebut adalah
A. interaksi terlambat
Anak yang senang bermain gawai akan sulit bersosialisasi dengan lingkungannya, hal ini di sebabkan dengan sang anak fokus pada permainan gadgetnya. Hal ini membuat sang anak malas mengerjakan pekerjaan rumah

B. Respon visual
Di saat sang anak mendapat penjelasan dari guru maka responnya tidak begitu cepat bila dibandingkan dengan rangsangan visual/gambar sehingga sang anak lebih merasa bosan berada di dalam kelas.

C. Menganggu kesehatan
Anak anak yang sering bermain gadget akan merasa kaku pada leher dan otot, merasa cepat lelah. Anak anak yang suka bermain gadget sambil nyemil bisa menyebabkan anak menjadi obesitas.

Seram ya, jika kecanduan pada anak menimpa anak kita, lalu apa sih yang harus orangtua lakukan jika sang anak tidak mengalami kecanduan.

1. Hak milik gadget ada di orangtua
Sebelum membeli gadget, seorang anak harus di berikan perjanjian, bahwa gadget adalah milik orangtua. Jika orangtua sudah melihat dampak kecanduan pada anak maka orangtua yang akan mengambil kembali gadget tersebut.

2. Tantrum pada anak
Ketika gadget di ambil oleh sang anak maka disinilah awal yang akan membuat sang anak menjadi tantrum .

Banyak ekspresi yang akan di keluarkan dan di ungkapkan sang anak, mulai dati marah-marah, menangis, berkata kasar kepada orangtua hingga memecahkan barang barang yang ada di sekitar.

3. Sikap orangtua
Menanggapi sikap tantrum pada anak adalah membiarkan anak bersikap tantrum dan orangtua tetap pada pendirian bahwa sang anak harus mengurangi bermain gadget.

Banyak pasangan yang menyerah di tengah jalan dan memberikan kembali gadget tersebut pada anak. Ingatlah masa depan sang anak pada orangtua, pastinya para orangtua tidak ingin kecanduan gadget ini berlanjut dan membuat sang anak kehilangan masa depannya.
ciri ciri anak kecanduan gadget
Ibu Mia dan Elizabeth
“Perlu satu suara”, hal ini di ungkapkan oleh Elizabeth T Santosa, seorang psikolog dalam acara Mom Blogger Gathering bersama SIS Bona Vista pada tanggal 31 Agustus 2018.

Satu suara ini di perlukan kekompakan antara suami istri dan keluarga besar seperti kakek ataupun nenek.

Satu suara untuk mendidik sang anak agar tidak kecanduan gadget. Selain satu suara juga perlu kekompakan dalam menerapakan pemberian hukuman untuk tidak memakai gadget.

Perlu di ingatkan pula bahwa hal ini kita lakukan demi masa depan sang anak yang lebih baik lagi.

4. Mainan tradisional.
Gadget diambil berarti aku tidak bisa main lagi dong momy” pastinya pertanyaan itulah yang akan di ungkapkan oleh sang anak.

Sang anak bisa melakukan permainan bersama sama dengan orangtua seperti mewarnai bersama dan bermain permainan tradisional. conglak adalah permainan tradisional yang bisa dilakukan oleh Elizabeth bersama sang anak.

5. Sekolah
Sekolah sebagai rumah kedua sang anak juga harus memberikan aturan yang jelas mengenai gadget. Tidak hanya aturan yang jelas akan tetapi hukuman pada anak yang melanggar aturan gadget.

SIS adalah singkatan Singapore International School yang sudah berdiri dari 1996,salah satu sekolah international yang menerapkan aturan yang jelas mengenai gadget.

Di sekolah bertaraf international ini para siswanya dilarang untuk memainkan gadget pribadi di sekolah, Jika sang siswa membawa gadget maka hanya di taruh di loker dan gadget tersebut di pergunakan untuk komunikasi saat penjemputan pulang sekolah.

Di saat para siswa belajar dan membuka internet untuk menyelesaikan tugas maka sistem IT di SIS telah mengunci website yang berkonten negatif.

SIS yang mempunyai 7 cabang yaitu Bona Vista Raya, Kelapa Gading,Pantai indah kapuk, Semarang,Palembang,Medan dan Cilegon. Sekolah ini mendidik anak anak mulai dari pra sekolah hingga jenjang SMA kelas 3 yang berdasarkan kurikulim International.

Fasilitas yang ada di sekolah ini cukup lengkap dan didukung dengan tenaga guru di bidangnya. Mpo dan para blogger menyempatkan untuk keliling sekolah. Kedisplinan dan kerapian mulai di terapkan di sekolah ini, dimana para siswa menaruh tas, sepatu di loker dengan rapi.
displin untuk mengerjakan tugas daripada bermain gadget
Loker
Budaya gemar membaca sangat di terapkan di sekolah ini dimana setiap siswa diberikan waktu 30 menit untuk datang ke perpustakaan sebelum menerima pelajaran di kelas.

Kebiasaan hoby membaca yang di terapkan di sekolah bisa di lanjutkan di rumah sehingga sang anak bisa melupakan bermain game online.
aktivitas pengalihan kecanduan gadget
Perpustakaan
Walaupun sekolah ini International, akan tetapi tetap menerapkan budaya Indonesia yaitu sopan santun dengan memberikan senyum sapa seorang murid terhadap guru atau pegawai sekolah.

Yang menarik perhatian Mpo, adanya club seni di sekolah ini. Mr John,guru seni yang berwarga negaran asing ini sangat fasih berbahasa Indonesia. Sikapnya yang kocak dan penuh perhatian, membawanya di segani para murid dan orangtua murid.

Banyak sekali hasil karya yang di pajangkan di sekolah ini, salah satunya adalah pembuatan topeng, kantong semar, becak dll.

Oh ya, club seni ini bisa juga di ikuti oleh orangtua dan siswa sehingga bisa membangun ikatan yang kuat . Selain itupula, kegiatan seni ini,bisa di praktekan di rumah untuk mengisi waktu sehingga anak lupa bermain gadget.
bermain bersama orangtua untuk mengatasi kecanduan gadget
Seni
Di akhir tulisan ini Mpo mau berpantun ria,

Sekolah international bisa jadi pilihan
Agar cita cita mudah digapai.
Tambah kuat hubungan ikatan
Kompak satu suara agar masalah kecanduan gadget bisa selesai.

48 comments:

  1. Satu suara untuk mendidik sang anak agar tidak kecanduan gadget. Selain satu suara juga perlu kekompakan dalam menerapakan pemberian hukuman untuk tidak memakai gadget. Ah, mpo aku selalu suka pantunmu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba windhu telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo

      Delete
  2. Sekolahnya asik banget ya mpo, bener bener pola asah asih asuhnya seperti keluarga sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya walaupun murid d kolah ini adalah ekspatriat.

      Terima kasih mba Diah telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo.

      Delete
  3. Talkshownya sangat edukatif apalagi bersumber dari buku parenting yang sudah hitz.Kalau SIS Bonavista ini sekolah idamanku banget dari kurikulumnya hingga fasilitas yang lengkap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Fasilitas lengkap bisa di manfaatkan untuk anak mengbangkan bakatnya.

      Terima kasih mba indri telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo

      Delete
  4. Jangankan anak-anak, emaknya aja kalo kelamaan pegang HP bisa pusing, leher kaku. Enak banget sekolahnya ya mpok, anak-anak pasti betah banget belajar di sini, mahal kali ya mpok?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekolah SIS bonavista tergantung pendidikan yang akan di ikuti, soal harga bayaran tiap tahun bisa di lihat di website SIS.

      Terima kasih mba Lia telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo.

      Delete
  5. Sayang sekali saya ga ikut serta di acara talkshow ini,, penting informasinya untuk menjauhkan anak dari gadget. Makasih mpo saya bisa belajar dari artikel ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah jika tulisan satu suara mengenai kecanduan gadget bisa membantu.

      Terima kasih mama azam telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo.

      Delete
  6. Wah setuju nih po, pemberian gadget pd anak hrus dibatasi. Jdi inget mainan congklak dlu pas kecil, nanti beli ah kotaknya buat main sm ade dirumah.
    Sekolahnya bagus y po rapih, semoga kebiasaan baiknya bisa terus dibawa smpai dewasa kelak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Main congklak emang seru sekaligus belajar strategi, pengingat biji conglak .

      Terima kasih mba mude telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo.

      Delete
  7. Anakku main gawai kalau libur itu pun dibatasi, memang sih kalau melarang anak bermain gawai harus kerjasama yang baik dengan ayah dan orang yang ada dirumah juga. Padahal saya sendiri kadang gak bisa lepas dari gadget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena rezeki kita lewat gadget makanya susah melepaskan.

      Terima kasih mba suci telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo

      Delete
  8. Gadget dan sejuta masalahnya dengan anak, pusing akutuu.. 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Khan ada solusi setiap masalah.

      Terima kasih rry telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo

      Delete
  9. Jangan sampe nanti Mika kecanduan gadget. Semoga bermanfaat kalo tepat penggunaanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin . semoga mika tidak kecanduan gadget.

      Terima kasih mba dewi telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo

      Delete
  10. Aku nih gak satu suara sama suami. Mau ditegasin juga gak bisa, akhirnya ya udah suami dg aturannya, aku dg aturanku. Tapi emang sejak sekolah frekuensi main gadgetnya jadi jauh berkurang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak anak sibuk dengan tugasnya bisa membuat kecanduan gadget bisa berkurang.

      Terima kasih mba meriska telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo

      Delete
  11. Seru banget ya mpo sekolah di sini...

    Iya betul banget, harus tega dan satu suara antara suami dan istri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tega dilakukan demi sang anak agar terhindar dari kecanduan gadget.

      Terima kasih mba indri telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo.

      Delete
  12. aku sering nih ngadepin anak tantrum ketika waktu untuk screen time selesai.. huhuhu.. tega gak tega tapi harus sih.. ngeri juga kalau sampai kecanduan gadget, bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya juga kan :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahaya lebih besar saat anak kecanduan gadget.

      Terima kasih mba vharie telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo.

      Delete
  13. Tantangan jaman sekarang dalam mendidik anak yaitu gadget. 1 sisi butuh informasi bertechnology sisi lain jika tidak di atur waktu penggunaannya dapat berakibat buruk pada anak. Perlu konsisten dan tanggung jawab dalam bergadget pada anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tantangan jaman bisa membuat anak jadi kecanduan gadget. Perlu disikapi dengan benar antara keluarga besar, orangtua dan sekolah.

      Terima kasih mba telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo.

      Delete
  14. Aku suka banget mpo sekolahnya. Keren banget ya dan fasilitasnya lengkap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar bu guru. Singapore school emang keren.

      Terima kasih bunda yeni telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo.

      Delete
  15. Artikelnya bermanfaat banyak buat menyadarkan orang Mpo, agar nggak kecanduan dengan Gadget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah kalau artikel mpo yang di buat sangat bermanfaat.

      Terima kasih bontot telah bersilahturahmi dan komentar di blog Mpo

      Delete
  16. Betul banget, perlu sinergisitas ya Mpo. Suka deh sama sekolahnya. Kapan ya ada hiring math teacher? Wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau soal hiring math teacher bisa hubungi ibu monica, marketing SIS bonavista. Waktu Mpo touring sekolah juga bersama nya.

      Terima kasih mba Virsya telah bersilahturahmi dan komentar di website blog Mpo

      Delete
  17. Acara workshopnya keren nih Mpo. Sekolahnya bagus banget ya Mpo, dan soal gadget, saya pun lihat rata2 anak2 sekarang mainannya udah gadget semua dan itu tergantung dari orangtua juga bagaimana cara atasi kecanduan gadget pada anaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teknologi bikin maju pengetahuan dan bikin kecanduan gadget. Perlu adanya satu suara agar kecanduan gadget bisa hilang.

      Terima kasih mba Elva telah bersilahturahmi dan komentar di website blog Mpo

      Delete
  18. Sekolah yang bagus. Materi parentingnya juga bagus. Tepat sasaran untuk bu ibu milenial.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makin pintar ibu milenial soal penangan kecanduan gadget anak. Satu suara makin kompak.

      Terima kasih mba Leyla telah bersilahturahmi dan komentar di website blog Mpo.

      Delete
  19. Anakku ini kecanduan nonton youtube, tapi untung sekarang sudah mau dibatasi. Hanya pada saat dia makan aja, makan selesai nonton juga selesai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah, masalah teratasi dengan baik, satu suara.

      Terima kasih mba Ria telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  20. Pengawasan anak penggunaan gadget tuuh memang harus dilakukan ya mpok. apalagi kelebihan main gadget juga tak baik bagi kesehatan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba Alida.
      Terima kasih mba Alida telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  21. Metode montessorinya kengkap banget ya kak, dan space nya luas lagi di SIS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba natra bahw Singapore school memang luas
      . terima kasih mba natra telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo.

      Delete
  22. Eh ada aku jg di fotonya. Seru banget yaa Mpo jalan-jalan berkeliling sekolah sambil menimba ilmu yang bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mba Tian . diskusi kecanduan gadget sambil keliling sekolah sis bonavista yang sangat luas.

      terima kasih mba Tian telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  23. Setuju sih dengan upaya untuk controlling penggunaan gadget ini pada anak. Tapi, tentu bukan berarti kita sama sekali menjauhkannya dari gadget ya, Mom. Bagi aku yang belum ada pengalaman ini sih, hal ini sungguh menantang orang tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang harus di paksa ambil ketika anak mulai kecanduan gadget.

      Terima kasih mba Nisa telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete
  24. Tapi bisa jadi penolong juga gak sih mpo, klo anak lg cruncky parah tuh fikasih gadget bs nurut dan anteng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut Mpo itu tidak menolong si anak, justru akan membuat anak menjadi kecanduan gadget. Disinilah perlu ketegasan, satu suara sekolah , orangtua dan keluarga besar dalam mengatasi kecanduan gadget.

      Terima kasih mba Inka telah bersilahturahmi dan komentar di webblog Mpo

      Delete