Saturday, 11 August 2018

Menjawab Tantangan Zaman demi Mengwujudkan Masyarakat Madani dan Kesejahteraan Sosial.

kesejahteraan sosial berkat dukungan masyarakat
Senyuman Manis para Blogger
Cara menunjukanan masyarakat mahdani dan mensejahterakan masyarakat bisa kita lihat langsung pada saat perayaan Idul Adha. Peristiwa Idul Adha bukan sekedar pemotongan hewan kurban dan pembagian daging kurban sebanyak satu kilogram perkepala keluarga.

Menurut pendapat Tocqueville bahwa masyarakat madani diperlukan kesukarelaan, ke swambadaan dan keswadayaan plus kemandirian yang tinggi dan ketertarikan norma serta nilai hukum yang di ikuti warganya.

Menjelang Idul adha pastinya warga muslim, sudah bersiap-siap untuk membeli hewan kurban. Tidak sekedar mempunyai uang akan tetapi juga niat. Niat yang kuat bisa menghalangi bisikan setan seperti “ah, tahun depan saja, uangnya mau di pake untuk beli jam tangan baru yang lagi sale”.

Niat yang bulat akan memudahkan kelancaran dalam membeli hewan kurban. Pastinya, kita pernah mengalami, yang mana kita harus mendatangi pedagang kambing lebih dari sekali. Untuk mendapatkan kambing yang berkualitas, kita juga melakukan pengetesan pada kambing. Ah, tubuh ini terasa pegal di tambah hawa bau yang menyengat kotoran hewan.

Masalah pendistribusian daging kurban juga menjadi permasalahan yang besar. Dimana satu daerah sangat melimpah daging hewan kurban sedangkan di daerah lain kekurangan.

Ironis ya, melihat kenyataan ini, ditambah lagi, akhir akhir ini Indonesia sedang terjadi bencana, yang bisa menyentuh hati nurani untuk berbuat sesuatu.

Bukan hanya bencana di dalam negri, bahkan saudara saudara muslim di Palestina, Suriah dan Rohingya sangat membutuhkan uluran tangan kita. Melihat penderitaan saudara muslim di Palestina yang tanpa air, makanan dan listrk padam, menambah empati kita. Perdagangan barter antara daging dan bawang berlaku di Palestina.

Tetangga Mpo suka sekali berkurban lewat badan niralaba, dimana daging hewan tersebut akan dibagikan ke daerah yang di tunjuk sang pengkurban.

Tebar Hewan Kurban, Menjawab tantangan zaman.

Pernahkah terpikir bahwa kita bisa berkurban tanpa harus merasakan bau kotoran kambing?
Pernahkah terpikirkan bahwa berkurban semudah melentikan jari?.

Penguna Internet di Indonesia makin hari makin bertambah. Dengan total penduduk Indonesia yang berjumlah 262 juta orang dengan 50 persen sudah mengunakan internet sepanjang tahun 2017, sebesar 143 juta. Dengan yang berjumlah sangat besar maka akan berpeluang untuk memberikan manfaat bagi orang lain lebih baik lagi.

kurban.dompetdhuafa.org adalah salah satu tempat yang bisa di pilih untuk berkurban tahun ini. Dengan nama program Tebar Hewan Kurban yang sudah ada sejak 1994. Jenis kambing dan harga di sesuaikan dengan bobot kambing itu sendiri. Terdapat juga sapi sapi yang bisa dipilih untuk 7 orang nama pekurban.

Pada tanggal 7 Agustus 2018, Mpo dan sejumlah blogger berkesempatan untuk mengunjungi desa Cirangkong , Kecamatan Cijambe, Subang, Jawa Barat. Di desa tersebut terdapat desa pertenak binaan Dompet Dhuafa.

Terdapat dua macam jenis pertenakan antara Dompet Dhuafa dengan warga yaitu:

a. Peternak Binaan
Dimana warga yang di dukung sepenuhnya oleh Dompet Dhuafa mulai pembelian kambing, pelatihan, pemberian pakan dan juga pemasaran.

Warga yang dibina Dompet Dhuafa adalah warga yang memenuhi syarat dan lolos survey. Salah satu syarat adalah fakir, berapa tanggungan anak, tingkat pendapatan keluarga dll.

Di desa Cirangkong terdapat 3 kelompok ternak. Satu kelompok ternak terdapat 30 orang peternak yang masing masing diberi 10 ekor kambing perkepala keluarga.

Pembinaan ini berjalan selama dua tahun, setelah dua tahun maka pawa peternak akan di awasi untuk bisa dapat mandiri. Prosentase keuntungan 70-30
masyarakat madani menjawab tantangan zaman
Bapak Abun
Ketua Peternak Kambing di desa Cirangkong
B. Peternak Mitra.
Para warga yang tidak lolos seleksi menjadi peternak binaan, bisa juga ikut berpartisipasi dengan menjadi mitra Dompet Dhuafa. Terdapat 55 Mitra di seluruh Indonesia, di dalam satu mitra terdapat 30 peternak.

Enam bulan sebelum menjelang Idul Adha para mitra sudah melakukan akad harga yang di tetapkan kedua belah pihak. Dengan harga tersebut maka bisa digunakan untuk pembelian kambing ataupun pembelian pakan. Menjelang hari Idul Adha di adakan pengkuran bobot kambing, Apabila sesuai dengan standar maka kambing tersebut akan mejadi hewan kurban di daerah tersebut. Keuntungan yang di peroleh dari peternak mitra berasal dari kepintaran mitra itu sendiri dalam mengelola uang saat mengembukan kambing.

Proses inilah yang menciptakan masyarakat mahdani, Dimana dana yang di gunakan dalam mengembangkan daerah sekitar dari musthaiq menjadi muzaki berasal dari zakat, infaq dan shodaqoh.

Untuk menjadi hewan kurban haruslah memenuhi syarat seperti berjenis kelamin jantan, tidak cacat, sehat , usia minimal satu tahun,kupa dan mutu yang memenuhi standar kambing yaitu 23-28kg, kambing premium 28-35kg dan sapi 250-300kg. Pemotongan hewan kurban juga dilakukan berdasarkan syar’I yang di tetapkan dalam islam.
daging kurban disebar ke seluruh indonesia untuk kesejahteraan sosial
Kambing kamu mana?
Target tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan tercapainya 25000 hewan yang akan di sembelih tahun ini dengan pendistribusian daging hewan kurban yang menjadi sasaran daerah terpencil, rawan gizi, terbelakang, miskin, daerah terkena bencana, kerusuhan di seluruh Indonesia.

Tidak hanya pendistribusian di dalam negri, penyaluran di luar negri juga dilakukan di daerah miskin dengan penduduk minoritas muslim daerah konflik perang. Merata pembagian daging kurban di daerah tersebut bisa meningkatkan kesejahteran sosial dan ketahanan pangan.
berbagi daging kurban ke seluruh indonesia
Daging kurban bisa di nikmati penjuru tanah air dan daerah konflik
Dompet Dhuafa memberikan kemudahan untuk berkurban yaitu dengan tersedianya pembelian melalui ecommerce, jemput kurban, 150 konter serta gerai tebar hewan kurban yang terdapat di mall dan supermarket . Para pekurban bisa mengkonfirmasi pembelian hewan kurban melalui kurban.dompetdhuafa.org

Sebagai bentuk tanggung jawab maka Dompet Dhuafa juga memberikan laporan berupa foto hewan kurban.

Di akhiri penulisan ini, Mpo mau berpantun ria.

Terdapat bukti foto hewan kurban sebagai pelaporan.
Pembayaran kurban bisa di lakukan di mal
Makan daging kurban di daerah konflik bisa di rasakan.
Tebar Hewan Kurban bisa meningkatkan kesejahteran sosial.

Keterangan : Mpo adalah kakak perempuan dalam bahasa betawi.

11 comments:

  1. Proses QCnya cukup bagus apalagi ada laporan ke konsumen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mas dzul, sebagai tanggungjawab terhadap kepercayaan penyembelih.

      Terima kasih abang Dzul telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  2. Di kota besar seperti Jakarta kurban itu adalah hal biasa. Tapi di daerah tertentu, bisa jadi kurban adalah hal yang luar biasa. Senang deh melihat Dompet Dhuafa berperan dalam pemerataan pendistribusian hewan kurban. Semoga semakin lama daerah yang dijangkau semakin banyak ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin

      Terima kasih abang valka telah bersilahturahmi ke blog Mpp

      Delete
  3. Agak miris juga ya dengernya klo masih ada di sekitaran Jakarta ada yg belum pernah makan daging kurban.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makanya sembelih kambing di dompet Dhuafa biar banyak orang bisa makan daging pas idul adha.

      Terima kasih abang Dzul telah bersilahturahmi ke blog mpo

      Delete
  4. Asyiknya dompet dhuafa membantu mempermudah kaum muslimin utk berkurban :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah bisa makan daging di daerah konflik.

      Terima kasih teteh ida telah bersilahturahmi ke blog mpo

      Delete
  5. Sudah semakin mudah untuk berkurban seiiring dengan perkembangan zaman. Semoga rezekinya pun semakin mudah sehingga semakin banyak yang tergerak hatinya untuk berkurban

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin

      Terima kasih mba keke telah bersilahturahmi ke blog Mpo

      Delete
  6. Laporanya transparan ya po,jadi gak khawatir ada penyalahgunaan dana kurban

    ReplyDelete