Satu cerita berjuta cinta

Making Indonesia 4.0 Menciptakan Pemuda Pemudi Yang Siap Kerja,

Pantun:
Nonton videotron terbaru.
Making Indonesia 4.0 program dari pemerintahan.
Siapa yang tidak terharu.
Jika selesai sekolah mendapatkan pekerjaan.

Setelah lulus mau kemana ade lia? Itulah pertanyaan Mpo saat di whatapps. Lia perempuan imut dan manis sekarang sudah lulus SMP dan rencananya ingin melanjutkan pendidikannya di pesantren.

Banyak orang yang mengangap bahwa lulusan pesantren, masa depannya akan menjadi ustad/ ustadjah ataupun seorang qoriah. Hahay, itu dulu, sekarang para santri dan santriwati bisa mendapatkan pendidikan santripreunur .

Santripreuner adalah salah satu program dari Kementrian Perindustrian dan Perdagangan, yang mana setiap santri di dalam pesantren akan di didik dan di beri peralatan untuk berusaha di dalam pesantren, sehingga menghasilkan lulusan santri yang berjiwa enterpreuner.

Bantuan yang di berikan kepada pondok pesantren berupa pengelolahan usaha minimarket di dalam pesantren, peralatan roti untuk membuat roti yang nantinya kan di jual di linkungan pesantren dan pengelolahan air bersih.

Tidak hanya para santri yang mendapatkan bantuan akan tetapi juga para siswa SMK dengan program link and match . Di Indonesia terdapat 1700 lebih sekolah kejuruan dan 600 perusahan yang akan berpartisipasi.

Dengan pendidikan kejuruan sehingga menghasilkan karyawan yang siap kerja. Untuk memacu semangat para pengusaha untuk berpartisipasi dalam pendidikan maka akan di berikan tax law.

Selain itu politeknik setingkat D1 juga diberikan pendidikan berbasis teknologi dengan skill of competen, dengan menghadirkan 4 politeknik , 3 politeknik di bidang perhotelan dan 1 bidang manufaktur.

Semua itu pemerintah lakukan dalam rangka mendukung strategi Indonesia 4.0, yang mana Indonesia mempunyai kemampuan menciptakan manusia yang kreatif produktif, inovatif dan bertalenta. Seperti yang kita ketahui bahwa sekarang ini Indonesia memiliki jumlah penduduk 240 juta dengan ekonomi yang mulai membaik sehingga menduduki peringkat nomor 16 di dunia, sedangkan target yang ingin dicapai pada tahun 2030 Indonesia memasuki peringkat nomor 17.

Making Indonesia 4.0 adalah program pemerintah karena Indonesia sekarang ini memasuki dunia digital yang mau, tidak mau kita harus bisa menjadi unggul.

Selama ini Indonesia telah melalui dunia industrian pertama dan ke empat yaitu

  • Pada abad ke 18, dimana industri masih menggunakan alat alat tradisional sebagai alat produksinya yang di sebut dunia industrial pertama.
  • Pada dunia industrial ke dua yang mana kita bisa memperoleh mobil dengan satu merk mobil dengan warna dan tipe mobil yang sama.
  • Pada dunia industrial yang ke tiga maka pengunaan robotic dan komputer yang membantu dalam berproses produksi , yang terjadi pada tahun 90an.
  • Pada dunia industrial ke empat , dimana para konsumen bisa berdialog dan berinteraksi dengan produk yang di hasilkan oleh perusahan berupa mainan virtual.
ekonomi membaik ciptakan siap kerja
Bapak Enda Nasution, Airlangga Hartarto, Eno Bening
(Dari kiri ke kanan)
Target Making Indonesia 4.0 meliputi 5 bidang manufaktur yaitu makanan dan minuman, tekstil&fashion, otomotif , farmasi dan elektronik. Kelima bidang tersebut di nilai sangat penting dibandingkan 38 bidang lainnya, hal ini disebabkan di bidang tersebut menyerap tenaga kerja yang banyak, nilai ekspor yang tinggi dan produksi.
Selain itu Bapak Airlangga Hartarto selaku inspirator, Mentri Perindustrian Penyusun Roadmap Industri 4.0 dalam diskusi Obsat(11/5) yang berlokasi di Paradigma Kafe & Restaurant mengatakan "untuk pemuda dan pemudi Indonesia harus mempunyai kemampuan yaitu bahasa inggris, kemampuan coding, kemampuan membaca statistik".

Lalu kemanakah anda atau anak anda melanjutkan sekolah? Boleh dong, di ketik dan alasannya?
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular

Contact Form

Name

Email *

Message *