Wednesday, 28 February 2018

Pemberdayaan Koperasi Nelayan

A post shared by mporatne (@mporatne) on

Pantun:
Indahnya laut Indonesia.
Moment sunrise dan sunset sangat di nantikan.
Melihat lautan sambil bernyanyi membuat bahagia.
Mari, bernyanyi. Ayo kita lakukan

“bukan lautan hanya kolam susu.
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai, tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu”.


Ayo masih ingat tidak dengan syair tersebut?
Itulah salah satu syair, yang di dendangkan oleh legenda musik Indonesia, Koes Plus.

Syair pada lagu tersebut, gambaran betapa kayanya tanah air kita, Kita sebagai warga negara patut bersyukur atas rahmat yang Allah berikan kepada kita dan patut bangga akan kekayaan Indonesia.

Dikutip dari media online kompas.com pada tanggal 21 agustus 2017 menyatakan berdasarkan statistik dan Kementrian Kelautan dan Perikanan menyatakan bahwa hasil tangkap ikan pada tahun 2017 sebesar 3,35 juta ton, naik 11 persen, bila dibandingkan tahun 2016 sebesar 3,01 juta ton.

Dengan potensi yang besar kekayaan laut kita, akan tetapi sayangnya kita belum bisa memanfaatkan dan mengembangkan potensi tersebut untuk di jadikan penghasilan keluarga nelayan dan devisa negara.

Miris
, saat Bapak Ono surono selaku Anggota Induk Koperasi Perikanan Indonesia mengatakan “di Indramayu, nelayan berhutang dan telilit rentenir sehingga ia tidak bisa membayar hingga 7 turunan”. Astagfirrullah alazim, ya allah, begitu miskinnya nelayan kita .
A post shared by mporatne (@mporatne) on

Lalu, apa yang harus di lakukan agar manfaatkan hasil menangkap ikan itu bisa dirasakan oleh nelayan itu sendiri, penambah devisa negara dan kita, sebagai warga negara bisa mendapatkan ikan dengan harga murah. Mpo dan anggota komunitas dari Indoblognet menghadiri diskusi hangat pada tanggal 21 Februari 2018 yang berlokasi di Auditorium Kementrian Koperasi dan UKM.

Menurut Data online data system (ODS) sebagai berikut:

  • Jumlah koperasi nelayan sebesar 2.691 unit.
  • Jumlah koperasi nelayan aktif sebesar 1.907 unit.
  • Bersertifikat Nomor Induk Kopeasi sebesar 221 unit.

Peranan koperasi nelayan, sangatlah dibutuhkan untuk meningkatkan pendapatan nelayan melalui bertambahnya hasil tangkap ikan. Koperasi bukan lagi sekedar tempat mendapatkan pinjaman uang untuk membeli umpan, akan tetapi peranan koperasi di perlukan untuk pengelolan tempat pelelangan ikan.

Mpo hanya kenal, tempat pelelangan ikan di Muara Angke, padahal tempat pelelangan ikan sudah ada dari tahun 1922, wah, sudah tua ya, umur tempat pelelangan ikan. Awalnya tempat pelelangan ikan hanyalah menyelenggarakan jual beli melalui pelelangan, dengan tujuan melindungi nelayan dari permainan harga tengkulak dan membantu nelayan mendapatkan harga yang layak.

Koperasi nelayan Mina Sumitra di Indramayu yang dirintis oleh Bapak Ono Surono sudah berbasis teknologi, dimana para calon pembeli ikan bisa melihat harga ikan melalui gadget dan jika sudah sesuai harganya maka ikan tersebut akan langsung di antar dengan menggunakan mobil boks es.

Kualitas ikan yang baik, harus didukung dengan armada angkutan dan juga penyedian balok balok es. Peran ibu ibu nelayan juga di perlukan dalam membantu ekonomi keluarga dengan memanfaatkan ikan untuk di buat produk home industri sehingga produk tersebut memiliki nilai jual tinggi.

Peran pemerintah sangatlah diperlukan, bukan hanya sekedar pemberi bantuan kepada nelayan berupa kapal kapal nelayan akan tetapi juga di perlukan untuk mengawasi dana yang sudah di berikan, Hal ini terjadi di daerah Sulawesi, dimana kapal yang di berikan pemerintah dipergunakan untuk di sewakan ke wisatawan untuk memancing ikan di laut. Pemberian kredit bank dengan bunga yang rendah sangatlah membantu nelayan.

Selain itupula, untuk mendapatkan hasil tangkap yang maksimal maka di perlukan juga peralatan yang cangih dengan kapal yang besar. Nelayan perlu diberi pendidikan mengenai ilmu kelautan dan berani melaut, melewati daerah biasa ia menangkap ikan, hal itu bisa di sebabkan di daerah tersebut ikan tinggal sedikit dan masih banyak di perairan laut Indonesia yang belum terjamah oleh nelayan dan bisa menghasilkan ikan yang banyak.


Ketegasan pemerintah selama ini, patut di acungi jempol dengan berani membakar kapal kapal dengan berbendera asing yang memasuki wilayah perairan Indonesia.

Kita sebagai warga negara juga bisa membantu dengan rajin makan ikan sebagai santapan sehari hari. Ikan mempunyai manfaat yang besar bagi tubuh kita. Oleh karena itulah, mengapa diperlukan semua element saling bekerjasama bahu membahu untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pembaca blog Mpo, sudah membaca panjang lebar cerite ini, Mpo jadi pengen nanya nih, kamu pernah ke tempat pelelangan ikan? Terus, kamu membeli ikan apa disana?boleh dong, di kasih tahu dan tulis dong di kolom komentar.

Keterangan:
Mpo adalah sebutan kakak perempuan dalam bahasa betawi

14 comments:

  1. Pernah beli udang rebon di pantai joko tingkir pemalang mpo, bukan pelelangan sih kayaknya, tapi macem orang pertama yg dapetin udah itu sebelum dijual ke masyarakat. Seneng liat hasil laut digekar gitu, apalagi anakku excited pisan!

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengalaman yang menyenangkan.

      Terima kasih ya mba, sudah sudi memberikan komentarnya

      Delete
  2. Nelayan kita memang butuh banget dibantu spy makin sejahtera dan kinerjanya makin jempol ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, semua elelmt harus salaing bekerja sama .

      Terima kasih sudah absen disini

      Delete
  3. Wah sudah tambah modern sekarang, seperti koperasi di Indramayu itu, calon pembeli ikan bisa melihat harga ikan melalui gadget. Kalo soal kualitas ikan, pastinya sudah bagus ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdullilah teknologi membantu mereka jadi lebih maju.

      Terima kasih sudah menjalin silahturahmi ke rumah blog ane


      Delete
  4. Ga pernah ke pelelangan ikan..biasanya yang begini tinggal tepi laut ya...

    Kalo di Riau biasanya ikan sungai atau air tawar..., Ikan laut ada..biasanya dari Sumatra barat..

    ReplyDelete
  5. Kalo Weeked sering nganter ibu ke tempat pelelangan ikan, biasanya beli ikan tuna atau dencis hehe klo mpo sering beli ikan apa?

    ReplyDelete
  6. Semoga dunia perikanan di indonesia semakin baik ya mpok..apalagi bnyk program2 pemberdayaan yg dilakukan

    ReplyDelete
  7. Cerita Mpo mengingatkanku pada cerita seorang nelayan di Pulau Bawean. Ia mengeluh penghasilan dari menangkap ikan tak seberapa. Kawan-kawannya memilih bekerja di tempat lain. Makin langka lah nelayan di kampungnya.

    ReplyDelete
  8. Aku pernah beli ikan di pelelangan Mpoo, masih seger seger deh

    ReplyDelete
  9. Tempat tinggalku jauh dengan pelelangan ikan. Biasanya beli ikan di pasar. Baca tulisan Mpo ikut miris juga dengan nasib nelayan kita :(

    ReplyDelete
  10. Halo Mpo, lebaran taun kemarin pernah ke tempat pelelangan ikan di Pacitan. Bahan bakar kapal pencari ikan mahal mpok, bener kata Mpo harus ada dukungan juga dari pemerintah buat nelayan. Apalagi jargon makan ikan digalakkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih asiknya ke pelelangan ikan. ikan itu enak dan murah. manfaat banyak sehingga pemerinta mengalakannya.

      Terima kasih sudah hadir dan mau bersilahturahmi dengan Mpo

      Delete