Buku Lenny Agustin, Sang Desainer Nyentrik

by - 16:17

A post shared by mporatne (@mporatne) on
Pantun:
Baju bukan sekedar dipakai
Baju melambangkan karakter pemiliknya
Tidak hanya sekedar kata-kata yang dirangkai
Bisa melihat sisi kehidupan sang idola
 
Tgl 23 november 2017 jam 02.30, Mpo sudah berada di mall Lippo Kemang, Jakarta Selatan. Wah Mpo sudah nyampe duluan kesana, hal ini karena Mpo baru pertama kali menuju Lippo untuk mengantisipasi kemacetan dan nyasar. Walaupun acara yang Mpo tunggu baru mulai jam 4.30 wib, akan tetapi Mpo tidak bête karena di Lippo Kemang sedang di selenggarakan event I Creative Week 2017, dimana Mpo bisa cuci mata, isi perut dengan makanan enak dan isi otak dengan melihat demo make up.

Tidak terasa waktu cepat bergulir, sehingga acara yang Mpo nantikan di mulai yaitu peluncuran buku In Between colors. Dari judul buku nya saja bikin penasaran, apalagi cover buku 3D yang mengambarkan perempuan nyentrik yang mempunyai rambut warna warni. Perempuan tersebut bernama Lenny Agustin, seorang fashion desainer yang mempunyai rancangan baju yang berani tampil beda akan tetapi tetap mengusung tema khas budaya Indonesia.
In Between Colors adalah buku kedua Lenny Agustin, buku ini merupakan sisi lain profile Lenny Agustin. Lenny Agustin ingin membagikan cerita dan menginspirasi banyak orang lewat buku. Ia membuktikan bahwa “Sebagai fashion desainer harus mampu menciptakan trend dan mampu berperan sebagai istri, ibu dari tiga anak, banyak perempuan mengangap bahwa perempuan setelah menikah tidak bisa berbuat apa apa, perempuan belum menikah karena sibuk dengan karirnya”.

Buku In Between Colors di tulis oleh Eko Wustuk , Bapak Eko yang mewancarai tidak hanya Mba Lenny Agustin sebagai narasumber akan tetapi juga suami dan ketiga anaknya sehingga para membaca kehidupan Lenny Agustin termasuk tanggapan sang anak yang mempunyai seorang ibu dengan rambut warna warni seperti lolypop. Menurut Eko Wustuk “Lenny Agustin merupakan sosok yang colorfull yang menjalani dua dunia yang bisa menginspirasi banyak orang”.

Di buku ini juga membahas mimpi, harapan terhadap assosiasi fashion dan fashion di Indonesia kedepan. Lenny Agustin, sebagai fashion desainer senior yang juga mengagumi seorang desainer muda berbakat yang berani tampil beda dalam rancanganya?siapakah sosok tersebut ? baca aja deh, bukunya langsung, In between Colors

You May Also Like

16 komentar

  1. bukunya bagus ya mpo..bacaan ringan yang menginspirasi banyak perempuan Indonesia :)

    ReplyDelete
  2. Nyentrik banget emang tampilannya ya mpo. Mungil dan beda dari yang lain. Hasil karyanyapun sudah banyak dilirik dan diterima oleh masyarakat di luar sana lho mpo. Btw beneran mpo datang sudah dari jam 14.30 wahhh rajin banget mpo, lanjutkan. Harus dicontoh nih wkkwkwk

    ReplyDelete
  3. Waah kece ini, jadi penasaran sama bukunya Mpo, dan langsung googling, ternyata oh ternyata gayanya keren hihii, sukaaa..

    ReplyDelete
  4. desainernya unik ya mpok , nyentrik banget tapi kecee. bikin beda dari yg lain . jadi penasaran mau baca bukunya plus googling hasil karyanya , apakah se-nyentrik gayanya juga kahhh ??

    ReplyDelete
  5. Baru tahu ada desainer namanya Lenny Agustin. Penasaran sama karya2nya dan jg bukunya TFS yaaa

    ReplyDelete
  6. Covernya unik nih. Saya malah baru dengar yang namanya Lenny Agustin.

    ReplyDelete
  7. Aiih, bisikin lah siapa disainer perempuan muda yg disukai sama Lenny. Aku gk punya bukunyaa :D

    ReplyDelete
  8. Wow ... Penampilan khas dan tampil beda, tapi tetap menginspirasi. Keren ^^

    ReplyDelete
  9. Pembawaannya keliatan dari bu kunya cherfull
    sukses ya mba Lenny buat bukunya dan Mpo buat ngeblognya

    ReplyDelete
  10. Covernya menggambarkan ke-nyentrik-an Mba Lenny. Jadi penasaran mau baca :)

    ReplyDelete
  11. jadi penasaran pengen baca lebih lengkap tentang sosok mbak Lenny ini, tfs mbak

    ReplyDelete
  12. Aku suka dengan desain2nya..pengen baca buku nya juga nih :)

    ReplyDelete
  13. topiknya menarik, Mpo. Women power! Orangnya colorful dan nyentrik ya. Aku belum sepercaya diri itu.

    ReplyDelete
  14. Ke gramed nanti harus nyari bukunya nih, biar bisa terinspirasi..

    ReplyDelete