Satu cerita berjuta cinta

Mengenal Batik Nusantara di Galeri Batik Museum Tekstil

Galeri Batik adalah Salah satu tempat yang Mpo dan teman blogger kunjungi saat kita di undang Kriya Indonesia untuk Wisata Belanja. saat hari minggu 26 februari 2017 adalah Galeri batik di Museum Tekstil Jakarta Pusat. Di saat ke Galeri Batik, Mpo dan teman blogger di pandu oleh Bapak Dimas untuk menjelaskan beberapa koleksi yang ada disana. 

Oh ya kalo teman blogger dan pembaca blog saya, mau menuju ke Museum tekstil aksesnya sangat mudah cukup naik kereta commuterline tujuan station tanah abang, nah kalo sudah sampai di stastiun kita Tinggal naik mikrolet 08 atau gojek yang berada di depan stastiun ke arah Museum tekstil tapi kalo Mpo sih lebih suka jalan kaki selain sehat kita bisa juga melihat lihat pedagang kaki lima yang ada di sepanjang jalan KH Mas Mansyur. Kalo Mau Naik busway juga bisa, nanti turunnya di halte slipi petamburan lalu di lanjutaan lagi perjalanan menuju Museum Tekstil dengan mengunakan ojek online atau naik mikrolet. 

Koleksi tersebut di antaranya koleksi motif batik jawa timuran, koleksi motif batik jawa, koleksi motif batik Madura, Koleksi motif batik dari sumatra dll. Batik di Indonesia terdiri dari tiga batik yaitu Batik tulis, Batik cap dan batik print. 


Bapak Dimas sebagai pemandu wisata di galeri batik menjelaskan bahwa : “motif motif batik di Indonesia biasanya terdapat dari adat atau kebiasaan masyarakat di tempat. Lebih lanjutnya Bapak Dimas juga mengatakan bahwa motif batik bisa jadi pembeda antara rakyat biasa dengan raja disaat zaman dahulu dan motif batik tidak hanya di gunakan untuk sebagai penutup tubuh tapi bisa di gunakan sebagai penutup kepala, penutup jenazah dan menolak bala penyakit”. Salah satu koleksi yang di jelaskan oleh Bapak Dimas adalah Motif parang barong yang banyak ada di daerah Yogyakarta. Biasnya motif kain batik ini di gunakan oleh para raja keraton. Yang membeda motif yogya dan solo adalah dari segi pewarnaan dimana yogya lebih coklat tua sedangkan solo coklatnya lebih muda. 
Bapak Dimas Menjelaskan Salah Satu Koleksi Musuem Tekstil



Galeri batik tidak hanya di pajang dalam kaca khusus tapi juga kain batik yang di pajang di juntai. Ada yang menarik dalam galeri batik ini di mana bagian atap pada galeri batik ini juga ada motif batik yaitu motif batik kawung Yogyakarta . 

Bagian Atap Galeri Batik Menggunakan Motif Batik Kawung Yogyakarta


Di gareli batik tidak hanya kita bisa melihat koleksi batik nusantara akan tetapi kita pengampikasikan batik di sebuah ruangan yang mana motif batik di gunakan lebih modern seperti buat jok, hiasaan dinding, bedcover dll. Pihak galeri batik juga memperhatikan suhu ruangan dimana tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin maka di ruangan tersebut di pasanga ac dengan suhu 26 derajat, kelembapan udara , cara penyimpanan dan cara perlakuan khusus agar batik itu tetap awet. 

Pengaplikasian Batik Pada Bedcover dan Hiasan Dinding
di Museum Tekstil



Di Galeri Batik terdapat pula ruangan Khusus pameran batik dimana batik tersebut berdasarkan tahun pembuatannya alias batik kuno dimana petugas memperlakukan batik tersebut secara khusus agar awet. Di galeri ini kita juga bisa melihat foto copi sertifikat yang diberikan UNESCO kepada Pemerinta Indonesia dimana batik sebagai warisan budaya Indonesia. Sedangkan sertifikat aslinya berada dan di simpan di departemen perindustrian. 

Sertifikat Yang di Berikan Oleh UNESCO Kepada Pemerintah
Bahwa Batik Adalah Warisan Budaya Indonesia

Bapak Dimas mengatakan : “Untuk mencuci batik gunakan biji lerak yang di tumbuk, untuk menghidar dari binatang kita bisa menggunakan lada bubuk salah satu cara perawatan batik “.
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular

Contact Form

Name

Email *

Message *