Thursday, 26 October 2017

Keberhasilan dari Wakaf Produktif Dompet Dhuafa.

A post shared by mporatne (@mporatne) on

Pantun:
Jalan jalan ke pasar kramat jati.
Untuk beli buah naga.
Menumpuk harta tidak akan di bawa sampai mati.
Dengan berwakaf, bisa mengalir pahala walau telah hilang raga.

Harapan? Ya, sebuah kata yang ajaib, dimana seseorang bisa bangkitkan dari keterpurukan. Dengan harapan tersebut, seseorang bisa semangat hidup. Dengan harapan, juga bisa mengubah niat seseorang untuk tidak melakukan hal hal yang di larang oleh agama seperti bunuh diri . Dengan Harapan, mereka percaya, akan masih ada hari esok yang lebih baik lagi.

Kehilangan harapan pernah di alami oleh masyarakat desa Cirangkong, Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat https://goo.gl/maps/KG8yR7AXXBK2, ketika itu PT Morelu, salah satu pengelolahan nanas di daerah tersebut mengalami kebangkrutan pada tahun 1990. Harapan itu kembali datang ketika Dompet Dhuafa mengajak warga sekitar untuk kembali memperdayakan potensi di daerah tersebut yaitu membuat argo industri dengan menanam berbagai macam pohon buah buahan seperti : pepeya calina, buah naga, nanas madu, jambu Kristal dan alpukat.
A post shared by mporatne (@mporatne) on
Dengan luas 8 hektar para petani mendapatkan pembinan dan bantuan berupa pupuk, alat semprotan, tenaga ahli, pemasaran dan pengelolahan nanas. Menurut Bapak Bobby Manullang selaku Senior Manager Penghimpunan Direktorat Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa mengatakan “Pemilihan di daerah Subang sebagai tempat menanam nanas karena berdasarkan rekomendasi IPB bahwa di Subang terkenal dengan buah nanas nya, sedangkan menanam buah naga untuk melirik pangsa pasar baru”.

Pada tanggal 25 Oktober 2017, blogger mendapatkan kesempatan keliling kebun buah naga dan nanas dengan di pandu oleh Bapak Agung Karisma selaku Pendamping Kelompok Tani Barokah Lestari “dengan system tumpang sari, dimana dalam satu lahan memanam tiga buah pohon yaitu buah naga, nanas dan papaya calina”.

Buah nanas berukuran besar dan merahnya buah naga membuat kita para blogger tidak berhenti selfie dan wefie dengan buah buahan tersebut, Apalagi sebelum pergi ke kebun kita nyobain makan buah tersebut, Masyaallah rasa buahnya manis banget.

Yeahhh,
kita para blogger sangatlah beruntung karena kita datang, pas tepat masa panen buah naga dan buah nanas. Sehingga kita bisa merasakan panen raya buah tersebut. Dalam satu hektar bisa menghasilkan sepuluh ton buah naga pertahun untuk hasil tahun pertama sampai ketiga, sedangkan semakin tua usia pohon naga maka akan menghasilkan buah yang lebih banyak lagi. Sedangkan nanas menghasilkan 2 ton nanas .

Pemasaran buah tersebut di lakukan dengan penjualan buah langsung ke supermarket, pedagang yang datang langsung ke daerah tersebut dan di buat ekstrak untuk buah nanas. Ekstrak buah nanas dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih besar di bidang industry minuman. Ekstrak buah nanas tersebut di bagi menjadi dua yaitu sari buah nanas dan serat buah nanas.


Selain perkebunan argo industri, kita bisa juga menyewa guest house di perkebunan tersebut dengan harga Rp200.000 permalam. Wah kalau nginep disana, pastinya seger banget. Pagi-pagi menghirup udara segar dan melihat keindahan pemandangan alam sambil makan buah naga dan nanas. Rencana kedepan Dompet Dhuafa akan membuat pabrik olahan makanan
seperti selai, sirup dst
.

Keberhasilan yang di lakukan Dompet Dhuafa tidak terlepas tanpa bantuan dan partisipasi masyarakat yang ikut menyumbangkan dana wakaf. Hem, kalau mendengar wakaf, pasti kita berpikiran harus mempunyai uang banyak untuk membangun tempat ibadah. Padahal untuk berwakaf kita bisa loh menyumbangkan dana kita semampu kita. Berdasarkan riset Dompet Dhuafa 51% penyumbang dana wakaf adalah orang kecil yang menyumbangkan dana mulai dari Rp 5.000.

Dompet Dhuafa merupakan nazir yang mengkolektif dana wakaf dari masyarakat untuk di jadikan wakaf produktif. Wakaf produktif adalah hasil dana masyarakat yang terkumpul di gunakan dan di kembangkan dalam unit usaha itu sendiri dan membantu potensi masyarakat dengan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak. Jadi dengan wakaf kita bisa menyumbangkan dana mulai dengan uang lima ribu rupiah sampai jutaan rupiah. Bagi yang berwakaf mulai dari Rp 1.200.000 maka Dompet Dhuafa akan memberikan sertifikat.

Oh ya para pembaca blog Mpo, Mpo mau tanya nih, sudah pernah berwakaf belum? Yuk raih rumah di surga dengan berwakaf .

9 comments:

  1. Seriusan ini?
    Saya kebetulan belum pernah wakaf, tapi ini jalan keluar banget. jadi dananya ga stuck tapi bisa berkembang. Salut sama yang ginian. Btw, salam kenal ya Mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius mba. Mba bisa cek langsung dan bertanya sama admin twitter :@tabungwakaf dan facebook : tabungwakafindonesia.

      Ane mah cuma blogger dan salam kenal kembali

      Delete
  2. Hasil wakaf produktif luar biasa banget ya. Bisa memberdayakan masyarakat. Semoga bisa banyak lahan produktif lainnya biar Indonesia makin jaya dengan kekuatan alamnya

    ReplyDelete
  3. Mpoook, aku ngebayangin nanas yg manis dan buah naga, hmm seger

    Ah jadi ngileer dah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau icip icip ke rumah mba. Buah naga masih ada, nanas nya udah habis

      Delete
  4. Alhamdulillah dana wakaf bisa digunakan untuk kegiatan produktif, memberdayakan masyarakat dengan mengembangkan agro industri. Saluuttt. Semoga bisa dikembangkan di daerah lain. Aamiin ^^

    ReplyDelete
  5. Terima kasih sudah berkunjung. Ajak temen2 penggemar buah nusantara untuk panen langsung dan leb.... sedapppp

    ReplyDelete
  6. Ternyata bisa mulai berwakaf dari 5ribu rupiah? Aku kira perlu dana yang besar untuk berwakaf. Terima kasih infonya mbak, abis ini harus segera berwakaf.. ^^

    ReplyDelete