Kamis, 01 Juni 2017

Peran Keluarga Dalam Menumbuhkan Nilai-nilai Pancasila

https://www.mporatne.com
Bapak Prof Franz Magnis Suseno, Bapak Alamsyah M Djafar,
Kak Dandi Ukulele, Kak Amel, Muhammad Syafi Nurhayat
(dari Kiri ke Kanan)
Dalam rangka hari Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2017 di adakan seminar dengan tema “Peran orang muda dalam merawat dan menjaga pancasila sebagai dasar negara”. Dari tema tersebut pastiilah seminar ini sangat menarik . Saat Mpo di pintu gerbang tempat acara yang berada di Graha Oikoumene PGI, Mpo sempat ragu untuk mengikuti acara tersebut karena Mpo merasa bukan usia yang pantas untuk mengikuti acara tesebut, hal ini karena tema seminar anak muda pastinya yang datang ke seminar tersebut adalah anak muda , akan tetapi setelah Mpo masuk keruangan seminar ternyata ada beberapa peserta seminar yang berusia dewasa bahkan usianya 64 tahun. 

Menurut Dodi selaku ketua Panitia “Dalam memperingati hari pancasila yang jatuh pada hari ini, Tujuan di adakan seminar ini karna seperti kita ketahui bahwa atmosfir keberagaman Indonesia sedang terganggu, bagi saya dan para ahli sepakat bahwa perekat utama bangsa ini adalah pancasila .Investasi terbesar dari suatu bangsa adalah kaum mudanya.Pancasila tidak boleh diganggu gugat ,tidak boleh diganti dengan apapun namun ada beberapa kelompok yang merasa bisa menganggu pancasila sebagai dasar Negara. Pemerintah tegas menolak kelompok yang menganggu pancasila dan Kita mendukung upaya pemerintah melalui melalui pendidikan non formal, salah satu seminar hari ini”

Seminar kali dibawakan oleh Moderator yang bernama Muhamad Syafi Nurhayat, SE yang membawakan acara ini dengan serius tapi santai . Para pembicara dalam seminar kali ini tidak hanya datang dari para ahli akan tetapi dihadiri pemuda dan pemudi yang mengeluti dunia seniman untuk melihat kacamata seorang seniman dalam menghayati Pancasila. 

Manurut Bapak Prof Franz Magnis Suseno mengatakan “Pancasila adalah pedoman Negara yang mana masyarakat harus mengjungjung tinggi nilai nilai pancasila. Negara tidak mengizinkan atau tidak memberi ruang kekerasaan atas nama agama manapun”.

Sekarang ini ada segelintir orang yang bertindak merugikan masyarakat dan fasilitas umum yang mengatasnamakan agama. " Para pelaku nya di rekrut adalah orang orang yang pintar ,pendiam dan dangkal pengetahuan agama. tindakan mereka sudah tentu tidak di benarkan oleh karena itu perlunya peran keluarga khususnya orangtua dalam mendidik sang anak sedari kecil mengenai nilai nilai pancasila seperti menghargai perbedaan, apa itu keberaneka ragam,toleransi dll ujar Bapak Alamsyah M Djafar selaku peneliti Wahid Foundation. 

Di acara tersebut ada performace cerita dogeng yang di ceritakan oleh Kak Amel dengan iringan music ukulele yang di petik oleh kak dandi. Dogeng bukan hanya dapat dinikmati oleh anak kecil akan tetapi juga orang dewasa. "Setiap cerita yang di ceritakan kepada para penonton haruslah sesuai dengan tema acara dan kritikan atas fenomena yang terjadi di masyarakat social. Kedua kakak tersebut mendapatkan ide bisa darimana saja misalnya buku .Mereka membagi tugas masing masing, kak amel membuat cerita sedangkan kak dandi yang membuat instrument musicnya. Mengajak interaksi dengan penonton membuat suasana menjadi riang dan cerita menjadi hidup.Setiap dogeng yang diceritakan kepada para penonton sehingga penonton bisa mengambil hikmah dari cerita tersebut.dogeng bisa mengajarkan nilai nilai pancasila seperti kejujuran, tidak mengambil hak yang bukan miliknya dll. Di akhir sesi para fanelis di tanya apa itu pancasila:

Menurut Bapak Prof Franz Magnia Suseno mengatakan “Kesepakatan dan sikap bangsa Indonesia yang di cetuskan oleh bung Karno untuk saling menerima, saling mengakui, itu bersama manusia dan keyakinan bangsa Indonesia yang dituangkan melalui lima butir dari pancasila”.

Menurut Bapak Alamsyah M Djafar mengatakan “Saya Pancasila karna saya Indonesia”. Menurut Kak Dandi Ukulele mengatakan “Pancasila adalah falsafah hidup bangsa bernegara. Dengan pancasila kita menjadi warga Negara Indonesia”.

Menurut Kak Amel mengatakan “Tanpa Pancasila, tidak ada Indonesia”.

Mpo mau ikutan juga ah menjawab apasih pancasila menurut Mpo “Pancasila adalah harga mati bangsa Indonesia” lalu apa sih Pancasila menurut mu?

6 komentar:

  1. Pancasila UPS Untung ditanya sama Mpo , terakhir belajar Pancasila di bangku sekolah udah lulus 17 tahun masih ingat ga sama Pancasila. Ealah balik tanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saatnya kita sebagai orangtua harusnya mengajarkan butir pancasila sedari kecil, mengajarkan anak tidak membedakan teman bermain, sifat toleransi dll

      Hapus
  2. Kalau saya hapal semua sila dan butirnya, berarti udah Saya Pancasila yah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang saatnya menerenuskan nilai nilai pancasila ke anak anak kita karna mereka generasi bangsa ini

      Hapus
  3. Pancasila harus dikenalkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari hari, dan mungkin pengenalannya harus di mulai dari rumah ya

    BalasHapus
  4. wah ada Prof. Franz Magnis Suseno ya salah satu narsumnya, aku suka aku suka. klo menurut aku nih mpo, Pancasila adl jati diri bangsa Indonesia. jd klo org luar kenalan sm org Indonesia mestinya dia bs langsung kenal 'oh Anda orang Indonesia yang bangsanya beragam tapi rukun dan damai krn punya Pancasila ya?' gitu deh :)

    BalasHapus