Rabu, 07 Juni 2017

Bantuan Dompet Dhuafa menjadikan Masyarakat Desa Sindang Jaya Sebagai Muzakki

rumah kaca

Sedih rasanya bila saat nonton televisi ada korban yang terinjak injak bahkan ada pula yang terluka pada saat pembagian zakat. Zakat merupakan kewajiban umat islam yang harus dibayarkan sebelum datangnya hari raya Idul fitri. Zakat bukan hanya zakat fitrah akan tetapi banyak jenis zakat di dalam islam antaranya zakat penghasilan, zakat pertanian, zakat harta dll.

Dikutip dari Liputan6.com pada tanggal 15 september 2008 di terjadinya korban meninggal sebanyak 21 orang tewas dan puluhan orang tidak sadarkan diri akibat desak desakan di rumah H.Syaikon. Padahal yang di berikan Pak Haji hanya berupa uang Rp30.000 .

Mengapa sih kita tidak mengikuti anjuran Ketua Majelis Ulama Indonesia yaitu Bapak Ma’ruf Amiin di kutip dari kompas.com pada tanggal 01 juli 2016 yang menyatakan “Pemberian zakat secara langsung ,malah bisa tidak maslahat, lebih baik melalui lembaga penyalur zakat resmi yang bisa lebih tepat sasaran kepada para penerima zakat”.

Di Indonesia banyak lembaga zakat salah satunya adalah Dompet Dhuafa www.dompetdhuafa.org. Dompet Dhuafa yang sudah berusia 24 tahun yang telah menghimpun dana masyarakat untuk di salurkan kepada orang yang tepat. Dalam penyaluran zakat tetap mengedepankan pada 8 golongan penerima zakat. Dompet Dhuafa yang terdiri dari 12 cabang dan 5 cabang di luar negri yaitu di Negara Amerika, Australia, Hongkong, jepang dan korea. Sebagai menghimpun dana masyarakat harus teliti dalam menghimpun dana agar sesuai dengan maksud dan tujuan si penyumbang . oleh karena itu di perlukan auditor baik internal maupun auditor public dari luar negri. Dompet Dhuafa juga menseleksi ketat agar dana dana yang di bagikan agar tepat sasaran dan menyebarluaskan laporan keuangan melalui media massa agar masyarakat bisa melihat berapa dana yang di dapat dan mengetahui kemana saja dana itu di peruntukan . 

penerima zakat
Bapak Salman alfarisi dan Bapak Beni

Menurut Bapak Salman Alfarisi selaku  Manager Corporate Communication Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa mempunyai lima program yaitu 

bantuan dompet dhuafa
Program Dompet Dhuafa

Menurut Bapak Beni selaku Manager Pemberdayaan Ekonomi Dompet Dhuafa mengatakan “acara blogger gathering di gelar untuk mempublikasikan bahwa Dompet Dhuafa konsinsten membuka belenggu kemiskinan melalui program Green Horti” .

Salah satu Program pemberdayaan ekonomi, bisa kita lihat bagaimana Dompet Dhuafa memberikan bimbingan kepada para petani di Paguyuban Sumber Jaya Tani yang berlokasi Desa Sindang Jaya,kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur .Program pemberdayaan ekonomi Dompet dhuafa diberikan dalam bentuk modal bukan dalam uang .

Selama satu setengah tahun Paguyuban Sumber Jaya Tani telah mendapatkan Program pemberdayaan ekonomi umat Dompet Dhuafa sebesar 2, 2 Milyar selama dua tahun. Setelah dua tahun maka Dompet dhuafa akan mengevaluasi kinerja para petani per tiga bulan lalu dilanjutkan enam bulan sampai akhirnya para petani bisa mengelola sendiri.

Di desa tersebut sebenarnya banyak warga penerima zakat akan tetapi para penerima bantuan zakat dari dompet dhuafa di seleksi melalui proses wawancara. Akhirnya di pilihlah 29 orang yang terbentuk dalam sebuah Paguyuban Sumberjaya Tani yang di ketuai oleh Bapak Maman. Dari 29 orang anggota tersebut di bagi atas tiga kelompok yaitu Kelompok tani Padajaya, kelompok tani Pakalongan, kelompok tani Ciketug. Setiap orang mengelola 2.000 m2 tanah yang mana 500 m2 di Tanami sayuran sehat sedangkan 1.500 m2 ditanami sayuran konvesional. Jenis tanaman yang ditanam brokoli,pakcoy,buncis, kacang merah, timun jepang, baby kalian, bayam, bit, selada, kembang kol, kol dan bayam .
petani penerima zakat
Bapak Maman

Berikut kisah pengalaman Mpo, para blogger dan awak media datang mengunjungi paguyuban Sumberjaya Tani pada tanggal 06 juni 2017.

Jalan menuju ke lahan pertanian Paguyuban Sumbertani Jaya sangat menanjak menguras energy karena Mpo tidak terbiasa dengan jalan menanjak sampai akhirnya kita sampai ke lahan pertanian. Duh ngelihat hamparan tanaman yang subur dengan sayuran yang siap panen bikin indah pemandangan hari ini. Cuaca hari ini cerah sehingga memudahkan kita melihat tanaman yang ditanam.

Banyak jenis tanaman yang di tanam . Ditemani oleh kang Asep salah satu pembimbing para petani yang membimbing kami keliling jalan jalan ke kebun pertanian dan kami juga sempat bertemu dengan Pak Jajat salah satu pengurus di Paguyuban Sumber Jaya Tani .Dalam satu area di Tanami satu berbagai macam tanaman diantaranya peanut butter, brokolli, daun bawang. Penanaman tumpang sari (berbagai macam tanaman ) berdasarkan jenis tanaman , lebar daun sehingga tidak saling menganggu pertumbuhan tanaman satu tanaman dengan tanaman yang lainnya. Dari 2.000 m2 tanaman kita membangun 500 meter di peruntukan untuk sayur sehat. Sayuran sehat untuk memenuhi permintaan pasar dan agar harga lebih tinggi. Sistem pengairan di lahan pertanian ini menggunakan air gunung dari Gunung Gede Pangrango.

pola hidup sehat
Bapak Asep dan Bapak Jajat
(dari Kiri ke Kanan)
Selain kita melihat sayuran kita di ajak juga untuk melihat tanaman untuk pembibitan sehingga para petani tidak selalu harus membeli bibit R1 yang dibuat dari industri karena harganya mahal. Tanaman pembibitan antara lain labu, tomat ceri, wortel dll. Untuk hama tanaman para petani juga mengunakan hama pertanian . hama pertanian adalah sejenis senyawa yang bisa menangkap hama untuk masuk kedalamnnya. Untuk pupuk mengunakan pupuk kandang.
cara membrantas hama
Hama Pertanian

Mpo, para blogger dan awak media melihat rumah kaca. Rumah kaca biasanya Mpo hanya lihat di tv dan baru pertama kali lihat rumah kaca. Mpo kirain rumah kaca rumah yang bahan bangunannya dari kaca ternyata Mpo salah . Rumah kaca adalah Rumah yang berisi tanaman agar tanaman itu bebas dari segala kondisi cuaca baik panas dan hujan plus bebas dari hama juga. Rumah kaca sebenarnya bisa di buat secara tradisional yaitu mengunakan bahan bambu dan rumah kaca modern. Rumah kaca yang modern bisa di bongkar pasang yang artinya bisa dipindah-pindahkan dari satu lahan ke lahan lainnya. Walau harga untuk membelian rumah kaca sangat mahal sekitar Rp 40.000.000 akan tetapi jangka waktu pemakain lebih awet yaitu 15 tahun dibandingkan rumah kaca tradisional sekitar 7 tahunan. 

rumah kaca
Rumah kaca

Pengambilan panen sayuran dilakukan setiap pagi sekitar jam 08.00-16.00 wib pada hari selasa dan rabu . tanaman yang diambil para petani lalu tanaman tersebut di cuci bersih dengan air lalu di keringkan dengan cara diangin anginkan dan sayuran yang sudah bersih diantarkan ke saung . saung sederhana yang jaraknya tidak jauh dari lahan pertanian yang berisikan hasil panen petani. Beberapa petani dan 4 pekerja lepas ikut serta membungkus sayuran untuk di jual ke pasar. Proses pembungkusan menggunakan plastic yang telah di lubangi dan ada juga menggunakan wrap plastic.

Proses pembungkusan sayuran bertujuan agar sayuran lebih tahan lama, kemasan lebih menarik, mampu siap bersaing di pasar dan nilai harga jual jadi lebih tinggi. Selama ini hasil panen di jual ke Jakarta, cipanas dan bogor . kalangan pembeli hasil panen ini adalah para agen yang biasnya para ibu-ibu di group what app, koperasi, perkantoran ,guru, ada juga pembeli yang langsung datang ke Paguyuban.

Untuk operasional mengantarkan ke pasar di mengunakan kendaraan yang didapat dari sumbangan zakat Dompet Dhuafa. Disamping itu pula di ajarkan manajemen melalui pembentukan paguyuban . melalui paguyuban para anggota bisa saling membantu untuk meningkatkan kualitas panen, melalui paguyuban bisa memenui kebutuhan pasar, saling mensemangati di saat gagal panen , saling menolong dengan memberikan bantuan kepada para petani yang gagal panen berupa bibit hasil iuran angggota Rp10.000 perbulan , menabung sebesar Rp 500.000 pertiga bulan . Melalui paguyuban para anggota petani yang berjumlah 29 orang juga di ajarkan pelatihan dan teknik bercocok tanam yang baik, yang dahulu hanya bercocok tanam berdasarkan pengalaman turun menurun kini belajar yang lebih modern seperti saat alat penyemprotan secara listrik yang menggunakan cas listrik. Sehingga omset petani naik menjadi Rp 2.800.000 perbulan dan Bapak Maman selaku ketua Paguyuban telah mempunyai tabungan kisaran Rp20.000.000-Rp30.000.000.
 hasil panen
Kegiatan Pengemasan sayuran
bantuan mobil masyarakat desa sindang jaya
Bantuan Mobil operasional dan Hasil Panen
hasil panen
Hasil Pertanian  Paguyuban Sindang Jaya Tani
kegiatan bantuan dompet dhuafa
Bantuan yang diberkan Oleh Dompet Dhuafa
membayar zakat
Bantuan dari dompet dhuafa

https://www.mporatne.com
Mau Beli Sayuran Sehat secara langsung
yuk lihat Google Map
Akses Jalan Menuju Paguyuban Sumber Jaya Tani di Desa Sindang Jaya
Bagaimana menurut anda , Masih pentingkah memberi zakat kita secara langsung yang bisa mengorbankan jiwa seseorang? Masih ragukah anda terhadap lembaga zakat? Masihkah anda pertanyakan kemana zakat yang anda berikan kepada lembaga zakat? Yuk ah kita bayar zakat

35 komentar:

  1. Duh kangen pgn megang tanah lg. Mupeng liat sayuran organiknya mpoo 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren banget kemarin Kesana. Sayangnya mba gak ikutan sih.

      Hapus
  2. Wah, jadi ingat belum bayar zakat nih Mpok. Makasih diingatkan.

    BalasHapus
  3. Wah jadi kangen pengen lihat yang hijau-hijau, sayurannya juga seger banget, organik lagi. Moga2 tetap bertahan sebagai salah satu sentra sayur-sayuran dan makin banyak institusi yang memperhatikannya.

    BalasHapus
  4. Seneng ya lihatnya. Semoga semakin banyak petani yg berubah dari mustahik menjadi muzaki

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiin, semoga makin banyak para petani yang jadi muzaki dan makin banyak orang islam untuk membayar zakat . zakat khan tidak hanya zakat fitrah saja

      Hapus
  5. Jadi pengen belanja trus ksana nih Mpo..seger2,kualitasnya ga kalah sama yang di supermaket terkenal y Mpo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, segar segar sayurannya dan harganya terjangkau

      Hapus
  6. iya aku setuju. lebih baik menyalurkan lewat lembaga resmi yg insya Allah lebih amanah dan merata

    BalasHapus
  7. iya kalau kita amu sedekah dan agk tahu mau kemana memang bagusnay ke lembaga yg dipercaya ya lebih manfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akan terasa manfaatnya dan bisa membangun daerah terpencil dan tidak hanya daerah setempat, tempat kita tinggal

      Hapus
  8. Balasan
    1. Yap, karena itulah di anjurkan oleh allah untuk berzakat

      Hapus
  9. Banyak sekali program dompet Dhuafa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mba ada lima program dompet dhuafa

      Hapus
  10. Suegger bingits bacanya mak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas pujiannya tapi saya masih dalam tahap belajar plus menerima saran, kritikan yg membangun.

      Hapus
  11. saya pun suka merasa sedih setiap ada kegiatan pembagian zakat seperti berebutan. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi caranya

    BalasHapus
  12. wowww..sayuran organiknya itu seger-seger bgt. seru ya bisa turun ke lapangan langsung melihat swadadaya masyarakat sekitar

    BalasHapus
  13. Seru sekali jalan jalan ke lahan pertanian ya Mpok. Bisa melihat langsung kebun sayur dan bertemu langsung dengan para petani.

    BalasHapus
  14. Seneng bgt ya bisa ikutan acara seru kaya begini.

    BalasHapus
  15. Sayuran organiknya bikin mupeng pingin nanam. Kalau di pot bisa gak ya Mpok

    BalasHapus
  16. Keren programnya. Selalu ada cara untuk berbagi ya mpok

    BalasHapus
  17. Mau juga bisa membangun perkebunan organik dan bisa membantu banyak orang .

    BalasHapus
  18. MashaaAlloh program nya,luar biasa ladang Amalnya...mudah2an selalu Amanah...Aamiin

    BalasHapus
  19. MashaaAlloh program nya,luar biasa ladang Amalnya...mudah2an selalu Amanah...Aamiin

    BalasHapus
  20. Wahh program yg keren banget di gagas Dompet Dhuafa, bantuan yg diberikan membuat penerimanya berubah status dr mustahik ke muzakki 😍

    BalasHapus
  21. Wahh program yg keren banget di gagas Dompet Dhuafa, bantuan yg diberikan membuat penerimanya berubah status dr mustahik ke muzakki 😍

    BalasHapus
  22. Liat sayuran seger-seger dan sangat bermanfaat mencari ilmu sambil beramal yaa

    BalasHapus
  23. Dompet dhuafa memang keren, selama ini juga sesekali berzakat ke DD.

    BalasHapus
  24. Aku suka banget melihat kebun-kebun sayuran kayak gitu mpo, setelah baca tulisan ini,akupun barubtahu kalo rumah kaca untuk kebun sayuran itu begitu ya, waahhh keren ya programnya.

    BalasHapus
  25. wah Mpo ke lokasi pertaniannya? Seru banget bisa langsung ketemu para petaninya. Semoga program seperti ini semakin banyak sehingga bisa mengoptimalkan potensi pertanian di Indonesia dan tentunya perekonomian Indonesia makin maju

    BalasHapus