Wednesday, 15 February 2017

Pantun Plikada DKI ala Si Mpo

Hai, ketemu lagi sama Si Mpo. Sudah lama ya gak ketemu soalnya Mpo lagi kena musibah nih. Bukan musibah besar sih cuma kaki Mpo terkilir sehingga Mpo gak bisa jalan jauh jauh. Ya ini ada hikmahnya sehingga Mpo Cuma mantengin layar computer sambil ketak ketik. 

Kemarin 15 februari 2017 Si Mpo habis nyoblos di TPS 44 . Si Mpo telah memilih salah satu pasangan calon gubenur ? soal siapa yang Mpo pilih tetap dong RHS.Nah habis nyoblos di bilik suara jadi ada ide buat nulis pantun dalam rangka pemilihan Gubenur DKI 2017. Sebenarnya Si Mpo bukan orang yang Jago berpantun ria tapi Mpo suka dengerin tetangga Mpo yang kebetulan suka pantun saat menyambut calon pengantin pria. 

Tanpa bermaksud jadi pendukung salah satu calon pasangan gubenur DKI, Mpo dalam nulis blog ini bersifat netral aja dan tidak bermaksud apa apa , ya sekedar cuma menuangkan ide dalam bentuk pantun .Ini karya Mpo, saatnya berpantun ria : 
Boneka Ondel-ondel ditaruh di meja sebagai pajangan
Boneka ondel-ondel di belikan sama tante ratu.
Biarpun calon gubenur ada tiga pasangan.
tapi saat di bilik suara TPS tetap nyoblosnya Cuma satu. 

Jalan jalan ke buaran 
Biarpun jauh tapi hati tetap senang 
Tiga pasangan calon gubenur mempunyai program unggulan 
Kita pilih yang sesuai hati nurani, biar cagub kita menang. 

Anaknya SBY ikut jadi kandidat 
Bersama Mpo Selvi mantan juara abang none 
Pilih Agus, sang pemuda potensial siap mememengang mandat 
bersama Mpo Selvi ingin membangun jakarte 

Ahok hoby makan Durian 
Bersama Djarot ia berpasangan 
Pilih ahoak yang sudah berpengalaman 
agar bisa melanjutkan program kerja yang ia kerjakan 

Anis Mantan mentri ikut bertarung dalam pilkada jakarte 
Sandiana Uno seorang pengusaha mumpuni 
Pasangan Anis–sandi dengan mempunyai program OCE OKE
Agar jakarte lebih baik lagi 

Walau pesta kampanye telah usai 
Para Tim Orange membersihkan artibut partai di tempat umum 
Walau hasil perhitungan quick quont sudah selesai 
Harap sabar dan tenang sampai tenang sampai keputusan final komisi pemilihan umum 

0 comments:

Post a Comment