Sabtu, 03 Desember 2016

penutupan beaten bark exhibition

Menjadi bagian dari pameran ini adalah hal yang luar biasa bagi saya, saya bukan seorang yang ahli akan sebuah karya seni tapi saya suka sekali melihat pameran yang menampilkan keindahan seni budaya Indonesia. 

Dari kiri ke kanan  :
bapak usmayadi rameli, mba tantri amelia,
ibu esti utami, mba astri damayanti, ibu nova dan prof sakamoto

Pada saat pembukaan saya menghadiri beaten bark exhibition, pada saat itu saya sangat kagum dengan seni kulit kayu yang ada di indonesia . pameran beaten bark exhibition di selenggarakan di museum tekstil jakarta, diadakan selama satu bulan yaitu pada tanggal 2 november 2016 di bukanya pameran ini (bisa di baca link http://ceritesimpo.blogspot.co.id/2016/11/memasuki-lorong-waktu-seni-kulit-kayu.html ) ) dan di tanggal 1 desember 2016 pameran ini di tutup oleh usmanyadi rameli selaku kepala deputi bidang kebudayaan dki jakarta  .

Beaten bark exhibition tak hanya menghadirkan perkembangan dari waktu ke waktu seni kulit kayu , memperlihatkan karya karya terbaik anak bangsa dalam mengelolah seni kulit kayu, juga mengajak masyarakat luas untuk mengikuti workshop seni kulit kayu. Saya mengikuti dua workshop yaitu clucth bag (bisa di baca di link http://ceritesimpo.blogspot.co.id/2016/11/25-pola-tusukan-jahit-dalam-satu-mesin.html ) Dan doodle fuya (bisa di baca di link http://ceritesimpo.blogspot.co.id/2016/12/belajar-membuat-doodle-fuya-karya-seni.html )

Bapak usmayadi rameli selaku kepala deputi bidang kebudayaan dki Jakarta Mengatakan : “Tujuan diadakan pameran ini tak hanya memperkenalkan kepada masyarakat luas mengenai seni kulit kayu, juga mengajak kita untuk mencintai, memakai dan bangga akan seni kulit kayu, hal ini karna seni kulit kayu adalah warisan tak berbenda di Indonesia dan satu – satu yang ada di dunia”. 

Bapak usmayadi Rameli mengatakan : “seni kulit kayu tidak akan berkembang tanpa adanya kerjasama semua pihak baik media masa, blogger, para pengusaha untuk memperkenalkan seni kulit kayu kepada masyarakat luas”.
 
Mba nova dari kartini bluebird mengatakan : “perusahan blue bird mempunyai program pemberdayaan perempuan untuk mengembangkan kemandirian wirausaha “. 

Pada acara penutupan beaten bark exhibition di berikan cendramata berupa lukisan kepada assiten deputi bidang kebudayaan dki Jakarta, bapak usmayadi rameli oleh mba tanti Amelia,di berikan cendramata berupa lukisan kepada assiten deputi bidang kebudayaan dki Jakarta, bapak usmayadi rameli oleh mba tanti Amelia,kepada prof sakamoto seorang ahli kertas dari jepang oleh mba nova dari kartini bluebird , kepada kepala museum seni ibu esti utani oleh astri damayanti-founder kriya Indonesia .

pemberian cendramata berupa lukisan
kepada assiten deputi bidang kebudayaan dki Jakarta, bapak usmayadi rameli oleh mba tanti Amelia,

pemberian cendramata berupa lukisan
kepada prof sakamoto, seorang ahli kertas dari jepang oleh mba nova dari kartini bluebird

pemberian cendramata berupa lukisan
kepada kepala museum seni ibu esti utani oleh astri damayanti-founder kriya Indonesia


Penutupan beaten bark exhibition di tutup oleh beaten bark exhibition boleh berakhir akan tetapi memperkenalkan,menjaga dan melestarikan seni kulit dari generasi ke generasi tidak akan pernah berhenti.

0 komentar:

Posting Komentar