Friday, 8 December 2017

Ikan Kerapu Beracun


Pantun:
Makan sayur asem.
Sama ikan asin dan sambel.
Gak usah mesem mesem
Pas tahu harganya, merogok kantong tebel

Pasti pernah makan ikan asin dong? Mpo senang makan ikan asin di balado, akan tetapi juga terkadang makan ikan asin natural alias tidak di apa-apain.

Kamu senang makan ikan asin jenis apa?jambal biasa, jambal roti,ikan sepat, ikan teri, ikan gabus,ikan jembrong dll. pokoknya yang namanya ikan asin, enak deh. Ikan merupakan hasil kekayaan alam Indonesia yang hasilnya melimpah ruah. Proses pengasinan merupakan salah satu cara agar ikan asin tetap awet dan memiliki nilai jual.

Harga ikan asin tergantung dengan jenis ikan yang di gunakan. Mpo mau bercerita nih, tentang ikan asin sunu. Kalian tahu gak sih ikan asin sunu? Bagi keluarga Mpo, ikan asin sunu adalah oleh oleh yang wajib di bawa ketika pulang kampung. Datuk sebutan ayah dari Mama Mpo berasal dari Palopo, ketika Alm Datuk masih ada, suka membawa ikan sunu sebagai oleh oleh. Jika ada keluarga yang pulang kampung selalu meminta oleh oleh minyak tawon dan ikan sunu.
A post shared by mporatne (@mporatne) on

Ikan sunu adalah ikan kerapu yang telah melewati proses pengasinan akan tetapi rasanya tidak asin. Mempunyai dagingnya yang tebal seperti jambal roti. Ikan sunu bisa di masak dengan cara di goreng atau di balado.

Pesan Datuk “kalau makan ikan sunu harus di potong kecil kecil”. Mpo kirain Datuk, gak mau rugi karena harga ikan sunu yang cukup mahal.

Ternyata di balik larangan orangtua dulu, ada manfaatnya dan ada hikmahnya. Selain harga  ikan sunu yang mahal sekitar Rp250.000 untuk ukuran besar. Setelah browsing google, Mpo jadi mengetahui jika terlalu banyak memakan ikan sunu bisa menyebabakan kematian karena ikan tersebut beracun. Jadi makan ikan sunu jangan banyak banyak ya.

Nah kalau ada teman atau saudara mu yang ke Makasar, bisa tuh, minta di titipin ikan asin sunu buat kamu coba di rumah bersama keluarga.

Hari Belanja Online Nasional untuk Berbagi


Pantun:
Ada lapangan bulutangkis
Untuk para warga
Pengen tampilan sehat, langsing dan terlihat manis.
Yuk mari kita berolahraga

Selama ini di tulisan blog Mpo di menceritakan kehidupan warga johar baru, kegiatan Mpo saat ngeliput acara blogger. Nah, kali ini Mpo, mau cerita nih tentang lapangan bulutangkis di depan rumah Mpo.

Lapangan bulutangkis ini, sudah lama tidak berfungsi semestinya karena tidak ada kegiatan. Yang di maksud kegiatan adalah kegiatan yang berhubungan dengan olahraga yang di lakukan dengan menggunakan lapangan bulutangkis.Terakhir di gunakan untuk kegiatan, ada sewaktu Mpo jaman kuliah, yang mana Mpo dan warga johar baru latihan buat lomba nari.

Pastinya bertanya tanya dong, selama ini lapangan bulutangkis di gunakan untuk apa? Buat parkiran mobil warga, acara tujuh belasan, acara kebesaran keagamaan. Mempunyai lapangan bulutangkis yang berada di depan rumah Mpo merupakan suatu anugrah karena di Jakarta sudah jarang ada lapangan yang bisa kita manfaatkan bersama warga sekitar.

Berkat inisiatif para tokoh alim ulama, bapak RT, dan anak muda di Johar Baru yang ingin mengaktifkan kegiatan remaja . Oleh karena itu, pada tangga 2 Desember 2017, kita mengajukan proposal kepada warga untuk membetulkan lapangan. Alhamdullilah respon cukup baik dan pada tanggal 3 Desember 2017 para warga turut serta membetulkan dan mencat lapangan bulutangkis.

A post shared by mporatne (@mporatne) on


Oh ya sebelumnnya Mpo mau kenalin nih remaja di tempat rumah Mpo . Walaupun kita masih muda tetap semangat loh membetulkan lapangan dan mengecat lapangan yang memakan waktu sampai magrib. Para remaja yang turut membantu mulai dari anak SD kelas 4 sampai yang sudah kuliah. Remaja tersebut bernama Raihan, Eky, Dikri, Kiting, Aldi, Puput, Iis, Nur, Vivi, Shanty, Yogi, Galuh, Husen, Ozon dll.



Ide nulis untuk lomba blog karena kemarin saudara sepupuku yang bernama Eky, sedang mencari lampu neon yang akan kita gunakan sebagai penerangan di lapangan bulutangkis. Pas di lihat di Lazada ternyata mahal juga, yang mana dana dari masyarakat tinggal sedikit. Lapangan bulutangkis memerlukan 4 buah kap lampu dan lampu neon Philips.

Dengan adanya penerangan di lapangan bulutangkis, pastinya untuk kegiatan olahraga yang akan kita adakan seperti bulutangkis, senam, tenis meja, silat.

 

Oh ya, sebentar lagi Halbonas ya? Mpo mau ngasih tips belanja online agar kita bisa mendapatkan barang yang kita butuhkan yaitu:

1. Menabung
Kalau belanja pasti akan gila-gilaan, apalagi banyak barang yang di diskon. Karena itu jangan sampai kantong suami jebol dan para bunda di omelin suami akibat tagihan kartu kredit yang membengkak. Oleh karena itu kita bisa jauh jauh hari menabung untuk membeli barang yang kita butuhkan.

2. Tujuan
Harus mempunyai tujuan menabung seperti untuk membeli sesuatu. Dengan ada tujuan maka kita akan semangat menyisihkan uang untuk di tabung.

3. Belanja barang diskon yang berkualitas.

4. Persiapan diri sendiri. 
Kondisi bunda harus sehat, tidur jangan terlalu malam sebagai contoh tidur jam 21.00 dan pasang alarm untuk bangun jam 23.30 wib.

5. Persiapan makanan, minuman , obat nyamuk agar saat mencari barang diskon tidak terhalang oleh kondisi perut yang lapar dan gigitan nyamuk.

Saturday, 2 December 2017

Profile Chrisye di Angkat ke Layar Lebar

A post shared by mporatne (@mporatne) on

Pantun:
Naik busway, turunnya di GOR Sumantri.
Film ini tidak membahas seorang top.
Tanggal 7 Desember, kalian harus antri.
Kisah kehidupan Chrisye yang akan beredar di bioskop

1 Desember 2017 bertempat di XXI epicentrum, kawasan kuningan di adakan screening film Chrisye yang dihadiri oleh awak media, anggota BloggerCrony dan para undangan. Oh ya Mpo mau tanya nih, kamu lahir tahun berapa ya? Hem, bukannya Mpo jadi kepo nih, tapi Mpo jadi pengen tahu nih, kamu kenal gak sih Chrisye? Pasti kenal dong dengan tembang lagu yang hits banget.

Oh ya, saat screening film Chrisye, kebetulan Mpo mendapatkan souvenir yang berupa vcd tentang Chrisye dimata sahabat, Karena penasaran Mpo putarkan vcd, dan menonton apa sih pendapat para sahabat? Salah satu sahabat yang memberikan testimoni adalah Jay Subyakto yang menyatakan “sosok chrisye adalah sosok yang legenda dan pada tahun 1989 saya bikin video musik nya”.
A post shared by mporatne (@mporatne) on

Sosok Chrisye di Mata Mpo.


Mpo yang sekarang udah bangkotan, mengenal Chrisye lewat tante imut. Kebetulan sewaktu kecil Mpo suka banget berantakin kamar tante imut sampai suka bobo bareng sama tante imut. Tante imut hoby mendengarkan musik baik melalui kaset maupun radio. Salah satu lagu yang sering di perdengarkan adalah lagu Chrisye.

Sekedar info nih, bukan promo, sambil ngetik tulisan ini, Mpo bersenandung lagu Chrisye. Yang terlintas dalam benak Mpo ketika mendengar Chrisye adalah sosok yang kaku kalau lagi manggung, pakai baju jubah, suara yang khas dengan genre musik mulai dari romantis, riang sampai dengan religi.


A post shared by mporatne (@mporatne) on
Mpo mengenal sosok Chrisye cuma sekedar sebagai orang yang terkenal di negri ini dan tidak mengenal lebih jauh secara dalam, oleh karena itu, yang menjadi alasan Mpo datang pas acara screening.

Setelah menonton screening film Chrisye di adakan konfrensi press yang menghadirkan istri Chrisye bernama Ibu Damayanti Noor mengatakan “Kalian paling tahu, perjalanan karir Chrisye, akan tetapi dalam film ini menghadirkan sosok seorang Chrisye dan kehidupan pribadi yang di angkat dalam layar lebar”. Dari film ini, Mpo bisa belajar sesuatu yaitu:

1. Rendah hati, mudah bergaul dan mengandeng generasi muda untuk berkolaborasi.
Sosok seorang Chrisye seorang musisi yang besar dengan karya karyanya laku di pasaran akan tetapi ia merupakan seorang sosok yang mudah bergaul dengan siapa saja, juga mengandeng musisi muda berbakat untuk berkolaborasi sehingga menciptakan maha karya unik seperti kolaborasi dengan Adi MS seorang konduktor okrestra.

2. Good Father
Chrisye seorang sosok bapak dari Nisa, Risty, Masha dan Pasha, dalam kehidupan sehari hari tidaklah sekaku penampilannya dan menghilangkan nama besarnya ketika di rumah dengan mau membantu sang istri dalam mengurusi anak anak dan tanpa malu, bahkan tidak gengsi menyikat kamar mandi. Tidak hanya sekedar sosok pekerja keras dalam mencari uang akan tetapi juga bisa membagi waktu untuk keluarga seperti bermain dengan anak anak dan bebagi cerita kehidupan remaja nya kepada anak anak.

3. Belajar
Christian Rahadi adalah nama asli Chrisye yang awalnya beragama Kristen, akan tetapi ia memutuskan berpindah agama dan menganti nama yaitu Chrismansyah. Sebagai mualaf sosok Chrisye adalah sosok yang religious dengan terus belajar agama dengan Surya. Hem penasaran dong siapa Surya? Tidak hanya belajar agama akan tetapi juga seorang musisi yang mau belajar alat music selain alat music yang ia kuasai yaitu bass.

4. Di dukung oleh keluarga yang mendukung dalam karir.
Beruntung sekali sosok Chrisye yang mempunyai keluarga yang mendukung karir nya walaupun awalnya di tentang oleh sang ayah. Keluarga Chrisye yang demokratis, sangat terbuka dan menerima ketika sang anak memutuskan pindah ke agama lain.

5. Orisinal.
Untuk bertahan di dunia music selama puluhan tahun pastinya tidak gampang dan mudah, oleh karena itu memberikan tips yaitu setiap karya yang di buat haruslah original dan music adalah tujuan hidup maka harus di kejar. Itulah sedikit pelajaran hidup yang Mpo tanggap setelah nonton film Chrisye.


This entry was posted in

Monas kembali Bersalawat

Pantun:
Hujan gerimis
Membasahi Jakarta
Kehidupan itu manis
Untuk salinga mengingatkan, diantara kita.
Oh ya sebelum Mpo menulis tulisan ini,

Mpo mau menjelasakan bahwa tulisan ini tidak bermaksud untuk menyudutkan kebijakan gubenur sebelumnya dan tidak bermaksud rasisme.

Selesai sholat magrib, Mpo dan tetangga di johar baru sudah berada di depan halaman lapangan bulutangkis menunggu angkot yang kami pesan secara patungan. Hari itu, 30 November 2017 kami ingin bergegas pergi ke Lapangan Monas untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Majelis Nurul Mustofa.

Dari pagi, udara dingin meliputi Jakarta karena hujan. Kita mempersiapkan untuk datang ke acara dengan maksimal yang kita bisa untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak masuk angin dengan membawa jaket, membawa makanan dan minuman, kantong plastik sampah dan alas Koran untuk tempat duduk, serta membawa kantong plastik sampah buat sandal dan menyimpan sementara sisa bungkus makanan.

Oh ya sebelumnya Mpo mau minta maaf nih, tulisan ini kurang foto yang bagus hal ini di sebabkan tempat duduk Mpo, yang duduk di bagian khusus wanita jauh dari panggung, sedangkan layar proyektor Cuma ada satu (saat itu belum di pasang dan di pasang setelah Bapak gubenur Anis Baswedan memberikan kata sambutan) .

Kita yang berjumlah sepuluh orang untuk saling mengigatkan dan menjaga adik adik, megigat yang ikut dalam acara tersebut mulai yang masih sekolah dasar kelas 4 sampai yang sudah lulus sekolah kaya Mpo, he he he.

Bapak Anis Baswedan mengatakan “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kita bisa mensuritauladani kebiasaan dan sifat-sifat nabi sehingga mengantarkan kualitas iman dan ibadah yang lebih baik dan mengamalkan ajaran Allah.” Tidak hanya Bapak Gubenur DKI yang turut serta dalam acara tersebut, akan tetapi juga di hadiri Bapak Sandiaga Uno, Daus mini, Yadi Sembako, para Habaib dan Syekh Afifudin Al-Jailani.

Syekh Afifudin Al Jailani yang juga cucu dari tuan Syekh Afifudin Al Jailani juga memberikan ceramah mengenai bekal yang kita bawa di hari akhirat dengan membawa cinta pada rosullah dan taat kepada Allah.

Oh ya, Mpo mau memberikan terima kasih sama panitia majelis Nurul Mustofa yang memberikan petunjuk jalan saat kita datang dan melakukan penjagaan ekstra di kiri dan kanan rumput agar jamaah yang menginjak rumput . Habib hasan bin Jafar Assegaf juga mengigatkan jamaah sebelum pulang untuk membawa sampah makanan ke luar Monas, tidak menginjak rumput dan saat Mpo di pintu gerbang pintu keluar, para panitia Nurul Mustofa memumuti sampah kertas yang berserakan. Nampaknya himbauan Habib sangat di dengarkan oleh jamaah ketika keluar ada salah satu orang jamaah yang lupa menginjak rumput dan jamaah yang lain saling mengigatkan jamaah yang melanggar. Oh indahnya kebersamaan.

Itulah sepenggal cerita hari ini, walau kita hujan hujanan saat mengikuti Maulid dan pulang pagi akan tetapi kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Wednesday, 29 November 2017

Gosend Memudahkan Antar Barang

Pantun:
Jarak bukan masalah
Waktu bukan alasan
Walau kita cape dan lelah
Barang bisa sampai tujuan. 

Dengan Jasa Pengiriman Barang, Semua Jadi Mudah


“Halo Feb, Mama dapat nih kandang murah di pasar burung tapi Mama bingung harus bawa nya gimana karena Mama harus kembali ke rumah sakit untuk periksa dokter”
Itulah Sepenggal percakapan lewat telepon Mpo dan Mama. Saat itu Mpo Cuma bilang “ ya, udah Mama tunggu aja di depan halte Pramuka, nanti ada orang Gojek yang akan antarkan kandang tersebut di rumah”.

Hari ini 27 November 2017 Mpo memesan Gosend kandang dari rumah untuk di bawa ke rumah. Pastinya bertanya tanya dong, kenapa yang pesan itu Mpo sendiri bukan Mama? Hal ini di sebabkan Mama Mpo memakai handphone yang hanya bisa buat sms dan telp. Tak beberapa lama kemudian barang itu sampai kerumahdan Mama telp kembali “feb, kandangnya sudah nyampai belum?, Mama masih di rumah sakit Thamrin nih”. Lalu ku jawab “sudah mah, wah bagus banget kandangnya “.

Itulah sedikit cerita di pagi hari yang bikin mamaku tidak percaya bahwa kandang yang Mama beli sudah sampai dirumah. Mpo mau cerita kenapa Mpo membeli kandang? Kandang tersebut buat ayam yang di perlihara kita sekeluarga. Awalnya Mpo mempunyai satu ekor ayam bangkok yang kita pelihara sejak kecil , sekarang ayam bangkok sudah agak besar sehingga kandang yang lama tidak cukup. Lalu ada tetanga Mpo yang tinggal di bekasi yang menawarkan sepasang ayam bangkok, Ya sudahlah kebetulan ada rezeki sedikit Mpo membelinya. Selain menanam, memelihara ayam merupakan hoby Mama dan biar Mama tidak suntuk di rumah dengan adanya kegiatan. itulah alasan kenapa Mpo membeli kandang baru.

Jarak antara rumah Mpo dan pasar burung pramuka, tempat membeli kandang memang tidak begitu jauh sehingga Mpo cukup membayar ongkos kirim Rp13.000 . Walaupun jaraknya dekat tapi yang nama nya kandang pastinya akan bingung kalau membawa kandang karena tidak mungkin membawa kandang burung masuk ke rumah sakit. Ukuran kandang yang Mpo beli 80X50X60cm, sebenarnya kandang ini bisa di bongkar pasang sehingga di belakang jok saat megirim ke rumah Mpo. Mpo mengunakan jasa pengiriman barang memakai Go-send yang ada di applikasi Gojek karena pemudi amanah yang akan mengantarkan barang yang kita inginkan dan abang gojek sudah mempersiapkan tali rapiah untuk mengikat kandang.

A post shared by mporatne (@mporatne) on

Buku Lenny Agustin, Sang Desainer Nyentrik

A post shared by mporatne (@mporatne) on
Pantun:
Baju bukan sekedar dipakai
Baju melambangkan karakter pemiliknya
Tidak hanya sekedar kata-kata yang dirangkai
Bisa melihat sisi kehidupan sang idola
 
Tgl 23 november 2017 jam 02.30, Mpo sudah berada di mall Lippo Kemang, Jakarta Selatan. Wah Mpo sudah nyampe duluan kesana, hal ini karena Mpo baru pertama kali menuju Lippo untuk mengantisipasi kemacetan dan nyasar. Walaupun acara yang Mpo tunggu baru mulai jam 4.30 wib, akan tetapi Mpo tidak bĂȘte karena di Lippo Kemang sedang di selenggarakan event I Creative Week 2017, dimana Mpo bisa cuci mata, isi perut dengan makanan enak dan isi otak dengan melihat demo make up.

Tidak terasa waktu cepat bergulir, sehingga acara yang Mpo nantikan di mulai yaitu peluncuran buku In Between colors. Dari judul buku nya saja bikin penasaran, apalagi cover buku 3D yang mengambarkan perempuan nyentrik yang mempunyai rambut warna warni. Perempuan tersebut bernama Lenny Agustin, seorang fashion desainer yang mempunyai rancangan baju yang berani tampil beda akan tetapi tetap mengusung tema khas budaya Indonesia.
In Between Colors adalah buku kedua Lenny Agustin, buku ini merupakan sisi lain profile Lenny Agustin. Lenny Agustin ingin membagikan cerita dan menginspirasi banyak orang lewat buku. Ia membuktikan bahwa “Sebagai fashion desainer harus mampu menciptakan trend dan mampu berperan sebagai istri, ibu dari tiga anak, banyak perempuan mengangap bahwa perempuan setelah menikah tidak bisa berbuat apa apa, perempuan belum menikah karena sibuk dengan karirnya”.

Buku In Between Colors di tulis oleh Eko Wustuk , Bapak Eko yang mewancarai tidak hanya Mba Lenny Agustin sebagai narasumber akan tetapi juga suami dan ketiga anaknya sehingga para membaca kehidupan Lenny Agustin termasuk tanggapan sang anak yang mempunyai seorang ibu dengan rambut warna warni seperti lolypop. Menurut Eko Wustuk “Lenny Agustin merupakan sosok yang colorfull yang menjalani dua dunia yang bisa menginspirasi banyak orang”.

Di buku ini juga membahas mimpi, harapan terhadap assosiasi fashion dan fashion di Indonesia kedepan. Lenny Agustin, sebagai fashion desainer senior yang juga mengagumi seorang desainer muda berbakat yang berani tampil beda dalam rancanganya?siapakah sosok tersebut ? baca aja deh, bukunya langsung, In between Colors

Wednesday, 22 November 2017

kisruh kongres PPWI

Pantun:
Gedung MPR dan DPR adalah gedung terhormat
Tempat rakyat menyalurkan aspirasi
Setiap tamu yang datang harus di layani dengan baik dan cermat.
Agar segala permasalahan bisa dicarikan solusi.

Demo di Gedung MPR dan DPR

Itulah gambaran gedung MPR dan DPR kita, gedung indah dan megah, yang berada dikawasan Senayan, Jakarta. Hari ini Mpo datang ke kongres nasional PPWI yang di selenggarakan di gedung Nusantara Lima, Sebenarnya Mpo tidak tahu apa itu PPWI? , Lalu kenapa Mpo sampai datang kesitu? Begini nih ceritanya, hari itu tepatnya tanggal 11 November 2017, niat awal Mpo untuk datang kesana adalah untuk bikin video apikasi belanja bersama Ovi dan Sifa, sekaligus menghadiri kongres nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Mpo daftar ke kongkres lewat what app mba Esti.

Pukul 07.45 Mpo datang bersama Lina, salah satu mahasiwi UNJ, kebetulan kita kenalan di busway. Lalu kita antri untuk absensi dan menandatangi biaya ongkos transport sebesar Rp110.000. Singkat cerita kita mengikuti acara empat pilar kebangsaan dan di perkenalkan perwakilan anggota PPWI dari berbagai daerah. Selesai pembahasan tersebut, Mpo dan Sifa keluar ruangan untuk ke toilet sekalian mau ambil snack, kebetulan Mpo dan para blogger sebanyak 15 orang belum kebagian snack sedangkan peserta yang lain sudah.

Pas sampai di luar, banyak orang yang marah marah yang tidak mendapatkan snack. Beruntungnya Mpo dan teman blogger mendapatkan kupon makan siang. Nampaknya kisruh mulai terjadi karena ada beberapa orang yang tidak mendapatkan kupon. Waktu jam makan siang, Nasi box kami ambil dengan cara berebutan. Oh NO, desak desakan hanya sebuah nasi box, lalu apa gunanya kami di beri kupon makan?.

Nasi Box yang tersedia juga sedikit dibandingkan peserta yang datang, akhirnya kami disuruh masuk gedung. Sambil menunggu pesanan nasi box untuk para peserta yang belum datang, kami di beri pengarahan bahaya narkoba dari pihak BNN. Dari awal kita selalu di pingpong oleh panita yang selalu bilang, “nanti dibagikan di dalam, sedangkan di luar dibagikan sehingga terjadinya kericuhan”. Kericuhan mulai dari pembagian snack, makan siang sampai goodie bag yang berisikan tas dan buku empat pilar kebangsaan.

Sampai akhirnya kita yang hadir membentuk panitia dimana peserta yang hadir plus berprofesi sebagai advokat untuk mempermasalahkan masalah ini ke jalur hukum dan meminta panitia untuk transparasi keuangan, karena kami menandatangi menerima uang transport Rp110.000 akan tetapi uang tersebut tidak kami terima.

Akhirnya Bapak Wilson sebagai ketua 2 scering commite PPWI memberikan penjelasan keuangan PPWI “kami tidak punya uang, anggota kami tidak di kenakan iuran bulanan, itulah laporan sesungguhnya”. Menurut panitia scering commite PPWI mendapatkan dana dari MPR untuk 500 orang @Rp110.000 dan sudah di pergunakan untuk biaya spanduk, makan peserta dll sehingga sisa uang dua puluh juta lebih. Sisa uang tersebut jika di bagi seluruh peserta yang hadir hanya mendapatkan uang Rp61.000 perorang.